'Predator Liar' Buru Siswa di Sekolah

Sejumlah Siswi SD di Kotamobagu Jadi Korban Keganasan


Kotamobagu, ME

Aksi tindak pidana pencabulan kembali terjadi di Kota Kotamobagu. Sejumlah siswi jadi korban. Ironisnya, oknum guru yang harusnya jadi teladan dan pelindung, justru jadi pemburu ganas itu. Para orang tua pun merintih. Sejumlah elemen masyarakat mengecam perlakukan buruk pendidik yang merusak para penerus masa depan bangsa.

 

Kasus percabulan yang menghebohkan itu, kali ini menimpa sejumlah siswi di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kotamobagu. Adalah ML (29), oknum guru honorer di sekolah tersebut, menjadi terduga pelaku.

 

ML yang kesehariannya merupakan operator komputer untuk pengambilan data kesehatan setiap siswa, mencabuli sisiwinya sejak Februari 2016. Aksinya tersebut sudah dilakukan ML sebanyak 7 kali.

 

Peristiwa itu terbongkar saat salah satu siswi korban pencabulan melaporkan aksi sang guru ke orang tuanya. Tak terima, wali murid tersebut langsung mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bolmong, pada Rabu (9/3) lalu.

 

Mendapat laporan tersebut, Kepala Tim Maleo Polres Bolmong, IPDA Andreas Ricky Trianto, langsung memimpin penangkapan. Alhasil, ML berhasil ditangkap di kediamannya yang berada di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, sekitar pukul 00.30 wita.

 

“ML ditangkap setelah adanya laporan dari salah satu keluarga korban yang melapor di Mapolres Bolmong. Dari laporan itulah kita langsung bergegas dan menangkapnya,” ujar Andreas.

 

Di depan Polisi, ML mengaku sudah melakukan perbuatan tersebut sebanyak tujuh kali kepada para siswa perempuan. Di dalam ruangan kerjanya, ML melakukan aksinya dengan merabah bagian vital korban mulai dari paha hingga alat kelamin. “Aksi korban terbongkar setelah salah satu korban menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya. ML sendiri saat ini sudah ditahan di sel Polres Bolmong. ML bakal dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman pidana 5 tahun kurungan penjara,” tandasnya.

 

Sorotan tajam terlontar dari aktivis perempuan Sulut, Nedine Sulu. Menurutnya, kasus ini menjadi pelajaran penting agar orang tua dan pihak sekolah harus serius memantau keberadaan para siswa. "Aksi biadab seperti ini bisa terjadi di mana saja. Makanya pihak sekolah, orang tua harus serius memantau keberadaan anak-anak kita. Di sekolah, awasi juga para guru yang ternyata berpotensi menjadi predator paling berbahaya," pinta Sulu.

 

Ia pun mengecam aksis bejad yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. "Kami mengecam tindakan bejad itu. Orang seperti itu pantas dihukum berat karena bukan hanya merusak mental si anak tapi juga masa depannya," ketusnya. (endar yahya)



Sponsors

Sponsors