Rosa dan JJT Tegang, Beringin 'Panas'


Amurang, ME

Terpilihnya Stevanus Vreke Runtu (SVR) secara aklamasi dalam Musayawarah Daerah (Musda) Partai Golongan Karya (PG) Sulawesi Utara (Sulut) di Hotel Grand Kawanua, Senin (22/2), meninggalkan kesan yang kurang mengenakan di tubuh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II PG Minahasa Selatan (Minsel).

 

Di arena tersebut, 'drama kelam' yang membungkus PG Minsel, masih tetap membayangi. Dua kekuatan Beringin Minsel 'panas'. Ujungnya, pimpinan Golkar Sulut 'menganulir' kedua kubu itu.

 

Dalam Musda tersebut, baik Ketua terpilih versi Musda Ritey, Roby Sangkoy (ROSA), dan versi Musda Johana J Tumbuan (JJT), tidak bisa memberikan hak suara karena diambil alih langsung pihak DPD I Sulut. Situasi itu sepertinya meninggalkan luka bagi sejumlah kader Beringin Minsel.

 

“Saat pelaksanaan, sempat ada demonstrasi yang dilakukan kubu JJT yang tidak menghendaki kehadiran saya dalam Musda tersebut sehingga untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, pihak DPD 1 Golkar Sulut akhirnya mengambil alih. Meskipun saya dan ibu JJT hadir dalam acara tersebut,” terang Roby Sangkoy.

 

Menurut Sangkoy, jabatan bukan segala-galanya bagi dia melainkan hanya bentuk amanah partai yang harus diemban. Namun dirinya menyesalkan kejadian saat pelaksanaan Musda yang seharusnya tidak perlu terjadi seperti itu.

 

“Apakah setiap sesuatu yang diinginkan harus melalui intimidasi dengan mengerahkan masa dan tidak lagi mengindahkan aturan yang tertuang dalam AD/ART ?,” ujarnya penuh tanya.

 

Kata dia, secara legal standing dirinya memegang SK dari DPD I. “Namun jika memang demikian, saya tetap berbesar hati karena jabatan bagi saya bukan segala-galanya. Enjoy saja dan tetap berbesar hati, tetap arif dan bijaksana menyikapi hal ini. Karena tujuan saya murni untuk membesarkan PG Minsel," aku Sangkoy

 

"ARB (Aburizal Bakrie) saja bisa legowo apalagi orang kecil seperti ROSA. Semua saya serahkan kepada Tuhan,” tutup Sangkoy. (tim me)



Sponsors

Sponsors