‘Simbol Ungkapan Syukur Atas Berkat dan Penyertaan Tuhan’
Melongok Tradisi Mandulugu Tonna dan Malintucu Harele di Talaud
Melonguane, ME
Kabupaten Talaud kaya akan kearifan lokal. Tradisi turun temurun, akrab mewarnai rekam jejak masyarakat di Bumi Porodisa. Misalnya, dalam mensyukuri berkat dan penyertaan Tuhan. Tradisi Mandulugu Tonna dan Malintucu Harele, merupakan simbol penting ungkapan syukur masyarakat di wilayah perbatasan, kepada Sang Pencipta.
Setiap awal tahun, tradisi ini dirayakan. Mandulugu Tonna dan Malintucu Harele tahun 2016, menjadi simbol wujud syukur masyarakat Taaud kepada Tuhan atas penyertaan di tahun 2015. Disisi lain, merupakan bagian introspeksi setiap berkat Tuhan dan bagaimana menjalani proses kehidupan di tahun 2016. Kali ini, momentum adat bersejarah yang digelar turun temurun dilaksanakan di Desa Ammat Kecamatan Tampan’namma, belum lama.
Saat menghadiri kegiatan tersebut, Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM), berharap, sebagai daerah yang menjunjung tinggi adat istiadat, maka budaya daerah sangat perlu dilestarikan termasuk di dalamnya ritual adat Mandulugu Tonna, tarian arak-arakan dan cerita rakyat (ma ba'e).
"Sebagai syukur atas berkat kasih karunia dan tuntunan Tuhan dalam hidup kita, maka acara ini mejadi momentum kilas balik atas segala peristiwa 1 tahun lalu (introspeksi) dan memohon doa untuk perjalanan hidup tahun 2016 sebagai tahun berkat dan rahmat Tuhan," jabar bupati, didampingi rombongan yang meliputi Sekretaris Daerah (Sekda) Talaud, Ir Adolf Binilang ME dan Asisten Tata Pemerintahan LDH Bawiling, Leida Dachlan sebagai Asisten Ekonomi Pembangunan, dan sejumlah Kepala Dinas/Badan.
Tokoh masyarakat Talaud, D Majampoh mengapresiasi langkah Manalip yang dinilai memiliki kepedulian yang besar terhadap pelestarian nilai-nilai budaya yang masih di anggap sakral di daerah ini."Sebagai warga masyarakat kita merasa perlu memberikan apresiasi secara positif kepada pemerintah daerah yang telah melakukan satu terobosan baru dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya," ujar Majampoh
Di sisi lain, Bupati Manalip mengatakan, sudah saatnya daerah perbatasan diperhatikan sebagaimana program pemerintah ‘Nawacita’. Salah satunya, membangun dari pinggiran. Hal tersebut penting mengingat selama ini, Kepulauan talaud sudah sekian dekade selalu terlewatkan dari sentuhan pembangunan dari pemerintah pusat dimana pembangunan fisik dan infrastruktur cenderung tersentralisasi di perkotaan.
Bahkan saat melewati ruas jalan nasional yang sangat menantang, SWM langsung menaruh perhatian serius khusus untuk infrastruktur jalan dan jembatan. Menurut dia, perlu adanya peningkatan akses ke kecamatan Tampan'nama, sebagai sarana transportasi untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dihadapan warga, SWM menyatakan, keprihatinan dan berjanji untuk perjuangkan hal ini ke pemerintah pusat berhubung akses ruas jalan tersebut masuk skala jalan nasional, jadi bukan domain APBD tapi APBN.
Bupati juga menyentil soal insentif untuk para tokoh agama dan tokoh adat yang dinaikkan dari tahun sebelumnya, termasuk kenaikan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Talaud. Selesai acara dilanjutkan dengan tarian arak-arakan dimana bupati dan rombongan membaur bersama seluruh warga menari bersama sebagai tanda sukacita syukur kuncikan tahun baru.(tim me)



































