Foto: Suasana demo yang bberakhir ricuh.
POLDA KECOLONGAN
Tomohon Rusuh
Tomohon, ME
Tahap akhir pesta demokrasi di Kota Tomohon berujung rusuh. Ratusan massa yang menggelar demo terlibat adu jotos dengan aparat keamanan. Aksi kejar-kejaran tak terhindarkan. Hujan batu hingga gas air mata mewarnai ‘pertarungan’ itu. Jalan protokol Kota Bunga diblokade, api dari ban kendaraan bermotor ikut menambah ketegangan. Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) pun disorot.
Demonstrasi di Kota Tomohon, Rabu (16/12), berujung ricuh. Massa yang menggelar aksi damai di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tomohon dan Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), nyaris tak terbendung.
‘Ledakan’ itu bermula ketika pengunjuk rasa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi Kota Tomohon, coba merengsek masuk ke kantor KPU Tomohon. Adu jotos terjadi antara massa pengunjuk rasa dan para petugas keamanan yang berjaga di kantor penyelenggara pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) itu.
Sebelumnya, rombongan demonstran sudah diizinkan memasuki halaman kantor KPU untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Namun, unjuk rasa menjadi anarkis saat demonstran memaksa menerobos barikade petugas yang menjaga Rapat Pleno rekapitulasi suara di KPU.
Saling pukul antara pengunjuk rasa dan petugas tidak terhindarkan. Situasi dan kondisi semakin menegangkan ketika serangan batu menghujani para petugas dan warga di sekitar kantor KPU.
Wakil Kepala Kepoilisian Resort (Wakapolres) Tomohon, Kompol Alkat Karouw mengatakan, unjuk rasa dipersilahkan asalkan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku. "Kalau mau protes atau unjuk rasa, silahkan karena itu adalah hak sebagai warga negara. Tapi jika sudah secara anarkis dengan melakukan pengrusakan di Kantor KPU maka kami akan tindak tegas," ujar Karouw.
Ketegangan semakin menjadi tatkala massa tetap berupaya masuk ke kantor KPU untuk menghentikan proses pleno namun tetap dihadang petugas. Semakin larut, massa semakin berani. Jalan protokol yang sebelumnya telah diblokade, mulai dihiasi api yang dibuat pendemo.
Berbagai isu ‘negatif’ pun menyebar melalui jejaring sosial dan media komunikasi lainnya. Warga semakin tegang ketika menyaksikan bunyi tembakan dan lemparan batu di jalan-jalan yang ada di wilayah Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara.
FASILITAS PEMERINTAH DIRUSAK
Aksi massa Rabu kemarin, telah meninggalkan berbagai kisah ‘miring’. Sejumlah fasilitas umum diduga dirusak pendemo. Salah satunya, kendaraan bus Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon bernomor polisi DB 8023 GM.
“Kami bermaksud untuk mengisi bahan bakar di Kakaskasen. Sayangnya di sekitar kampus UKIT, kendaraan bus yang kami bawa kehabisan solar. Namun, saat itu bertepatan dengan massa demonstrasi yang akan lewat,” ungkap Adin, supir bus.
Di dalam kendaraan ia bersama dua rekannya. Namun, setelah melihat pergerakkan massa yang banyak dan mulai mendekati bus, Adin Cs langsung meninggalkan kendaraan dan berlindung di Kantor Pegadaian bersama masyarakat lainnya.
”Indikasi terjadi aksi perusakan terjadi saat massa melewati bus. Saat itu, kami sudah meninggalkan bus. Kaca depan retak dan kaca bagian samping hancur. Diduga itu terkena lemparan batu,” terang Adin, Kamis (17/12) di Kantor Walkota Tomohon.
“Sebenarnya, kami akan melakukan perjalanan ke Gorontalo. Namun harus dibatalkan karena kondisi mobil bus yang sudah tidak representatif lagi,” kuncinya.
Aksi unjuk rasa yang terjadi Rabu malam, bertepatan dengan awal proses rekapitulasi suara Pemilukada di tingkat KPU Tomohon. Demonstrasi berujung ricuh. Massa pendemo sempat membakar ban di sejumlah titik jalan di poros Kota Tomohon. Sejumlah keluhan disampaikan pendemo termasuk menyampaikan sejumlah dugaan pelanggaran Pemilukada. Saat terjadi bentrok antara pendemo dan aparat, dikabarkan tidak menimbulkan korban jiwa. Malam itu, situasi Kota Bunga mencekam. Hingga kini, belum ada konfirmasi jelas soal aksi berbau anarkis ini. Pantauan di lapangan, ratusan aparat Kepolisian dan TNI terlihat tetap siaga di berbagai titik di Kota Tomohon hingga Kamis kemarin.
POLDA DIMINTA TEGAS
Aparat keamanan diminta tegas menindak para provokator dan perusuh yang coba mengganggu pesta demokrasi di wilayah Sulut, termasuk di Kota Tomohon. Jika tidak, ‘penyakit’ yang sama bisa saja menular ke kabupaten/kota lain.
“Polda kami minta mengambil langkah tegas. Aksi yang berujung anarkis jelas mengganggu masyarakat dan mengganggu agenda nasional Pemilukada. Aksi itu terlihat ingin menggagalkan tahapan Pemilukada yang berlangsung. Jelas ini bentuk intervensi terhadap KPU,” sembur aktivis pemuda Sulut, Andrey Tandiapa.
“Kan Kapolda sudah tegaskan, tembak di tempat bagi perusuh. Makanya, ketika terjadi aparat harus tegas. Karena tahapan Pemilukada masih berlangsung. Manado bahkan belum. Kalau aparat tidak tegas, hal yang sama bisa terjadi di daerah lain,” nilainya.
Aparat keamanan dinilai ‘bobol’ di Kota Tomohon. Kisruh yang terjadi Rabu siang hingga tengah malam, menjadi bukti.
“Sebelumnya pemerintah dan aparat keamanan telah memberikan pernyataan bahwa zona merah Pemilukada itu Boltim, Manado dan Bitung. Tapi yang meledak justru Tomohon. Ini kebobolan. Kalau diantisipasi dengan baik, tidak akan terjadi seperti itu di Tomohon,” kata Tandiapa.
Diketahui, sebelumnya Kapolda Sulut Brigadir Jenderal Pol Wilmar Marpaung, telah mengeluarkan instruksi tembak di tempat bagi orang atau kelompok yang membuat rusuh Pemilukada di daerahnya.
Langkah itu kemudian direspon positif Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Itu dianggap langkah tepat. Terutama sebagai senjata terakhir dalam menangani kericuhan yang mungkin saja ditimbulkan oleh para perusuh Pemilukada.
"Sulut itu mau tembak di tempat yang bikin rusuh. Udah bagus itu ya. Terima kasih pada kepolisian yang tegas di Manado, kalau rusuh tembak (di) tempat," ucap Tjahjo belum lama ini.
Apalagi, sambung Tjahjo, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan jajaran keamanan, Polisi, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN) dan pemda berkoordinasi dalam menciptakan kondisi yang aman. Baik itu saat Pemilukada ataupun sesudahnya. Namun memang deteksi dini lebih dikedepankan terlebih di daerah-daerah rawan konflik.
"Presiden meminta jajaran kepolisian deteksi dini lebih penting dalam rangka koordinasi, jangan sampai menimbulkan hal yang tidak diinginkan," pungkas Mendagri Tjahjo Kumolo.
SIMANJUNTAK : TERBUKTI, PELAKU PELANGGARAN AKAN DITINDAK TEGAS
Pasca diperolehnya hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilukada di kantor KPU Tomohon, kondisi keamanan Kota Tomohon kondusif.
Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tomohon, AKBP Monang Simanjuntak SIK, usai proses rekapitulasi suara, Kamis (17/12) malam.
“Keadaan sudah cukup kondusif. Sudah aman lancar dan terkendali. Saya berterima kasih kepada masyarakat pengujuk rasa yang sudah bersedia membubarkan diri,” tutur Simanjuntak.
Bersyukur karena suasana sudah lebih kondusif . Perkembangannya sesuai dari pantauan patroli yang dilakukan anggota Polisi menunjukkan Kota Tomohon dalam kondisi yang aman.
Terima kasih kepada masyarakat, terutama yang berpartisipasi menjaga kamtibmas. Juga kepada pihak Polri yang didukung dari Polda, Sabara, Barakuda, Brimob dan TNI.
“Seluruh komponen petugas kemananan selain melaksanakan pengamanan di KPU dan Kantor Panwas, juga melakukan patroli ke lingkungan masyarakat. Terlebih di titik-titik yang rawan keramaian masyarakat,” ujarnya.
Terkait dugaan telah terjadi pelanggaran yakni pengerusakan dalam unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi, Kapolres Tomohon mengatakan, masalah itu sedang dalam penyelidikan.
“Dugaan pengerusakan oleh massa pendemo masih sementara kita selidiki. Kasus ini masih kita dalami. Sampai saat ini, terkait peristiwa Rabu Malam (16/12), kita masih dalam batasan melihat bus tersebut hanya digoyang-goyang saja. Tidak terjadi kerusakan yang berarti,” jelasnya.
“Jika terbukti telah terjadi pengerusakan pada unjuk rasa kemarin, kita akan dalami sejauh mana pelanggaran tersebut. Kalau memang terbukti dan menyebabkan kerugian, maka kita akan telusuri lebih lanjut dan menindak tegas pelaku pelanggaran,” tandas Simanjuntak.
WARGA TOMOHON DIMINTA PERKUAT KEBERSAMAAN
Masyarakat di kaki Gunung Lokon harus mengintrospeksi setiap perbuatan dan menyerahkan setiap pergumulan kepada Tuhan. Hal itu penting untuk dilakukan di minggu-minggu advent saat ini. Momentum masa advent hendaknya diterapkan dalam kehidupan jemaat. Semangat kebersamaan menjadi penting saat ini.
“Oleh sebab itu, menyikapi tahapan Pemilukada yang sementara berlangsung, serahkanlah semuanya pada proses dan mekanisme yang mengacu pada aturan. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang menyakiti atau merugikan orang lain,” pinta Sekretaris Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt DR Hendry Runtuwene MSi, menyikapi dinamika yang terjadi saat ini di Kota Tomohon.
Pemilukada merupakan anugerah Tuhan. Oleh sebab itu, harus disukseskan sehingga berjalan dengan baik. ”Utamakan kasih dan perdamaian. Itu penting, apalagi menghadapi perayaan Hari Natal,” lugasnya.
Nada yang sama disuarakan tokoh pemuda Kota Tomohon, Bram Lapian. “Perbedaan dalam berdemokrasi itu biasa. Yang terpenting semua masyarakat tetap saling baku-baku bae. Siapapun pemimpin kita yang terpilih, tetap itu pemimpin kita bersama,” tuturnya.
Jika ada masyarakat yang keberatan dengan proses Pemilukada yang berlangsung, silahkan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
“Kita ini negara hukum jadi kalau ada yang keberatan dengan proses Pemilukada yang baru lewat, sialahkan tempuh jalur hukum. Kan kalau sengketa Pemilukada itu ada jalurnya sendiri. Ikuti saja proses itu,” harap Lapian.
KPU PLENOKAN HASIL PEMILUKADA TOMOHON
Gelombang massa yang menggoyang kantor KPU Tomohon tak menghentikan proses tahapan Pemilukada. Di bawah pengawalan ketat aparat keamanan, Kamis (17/12), KPU Kota Tomohon resmi memplenokan hasil rekapitulasi suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tomohon, 9 Desember 2015. Rekapitulasi tingkat Kota Tomohon yang dilaksanakan di Kantor KPU Tomohon itu berakhir pada pukul 21:45 WITA.
Hasil pleno memaparkan, pasangan calon (Paslon) nomor 1 Johny Runtuwene-Vonny Paat memperoleh jumlah 22.553 suara. Paslon nomor 2 Jimmy Feidie Eman - Syerly Adelyn Sompotan memperoleh 27.127 suara. Paslon nomor urut 3 Lieneke Syenny Watoelangouw - Ferdinand Mono Turang memperoleh 13.523 suara.
Dengan data rekapitulasi hasil perhitungan suara tersebut, Paslon nomor urut 2 menjadi pemenang dalam pesta demokrasi Kota Tomohon tahun 2015. (media sulut)



































