PDIP INCAR HAPPY ENDING


Manado, ME

Target Moncong putih untuk sapu bersih Pilkada serentak di Bumi Nyiur Melambai, kandas. Dari tujuh pesta demokrasi yang dihelat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk sementara mengoleksi empat kemenangan. Masing-masing di Pilkada Provinsi Sulut, Pilkada Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Pilkada Minahasa Selatan (Minsel) dan Pilkada Bitung.

Sementara di Pilkada Tomohon dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim), hampir dipastikan telah lepas dari genggaman. Sedangkan untuk Pilkada Minut masih simpang siur. Itu menyusul saling klaim kemenangan antara pasangan yang diusung PDIP dengan pasangan yang diusung Gerindra, PKPI dan PKB.

Kini tersisa Pilkada Manado. Pesta demokrasi di Ibukota Provinsi akan jadi pertaruhan. PDIP diyakini akan all out untuk merebut kursi Top Eksekutif di Kota Tinutuan. Penundaan Pilkada Manado, disebut-sebut menguntungkan partai besutan Megawati Soekarno Putri itu.

“PDIP pasti akan keroyokan di Pilkada Manado. Para kepala-kepala daerah dari PDIP tentu akan bahu-membahu membantu memenangkan pasangan calon yang diusung partai. Itu memang sudah jadi patronnya PDIP Sulut saat ini,” tanggap Taufik Tumbelaka, salah satu pemerhati politik pemerintahan Sulut.

“Jadi penundaan Pilkada Manado ini lebih menguntungkan PDIP. Mereka pasti akan lebih fokus. PDIP pasti ingin happy ending di Pilkada serentak Sulut. Apalagi ini (Pilkada,red) di ibukota provinsi. Nilainya tentu lebih prestisius,” sambung jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Prediksi awal Taufik cukup mumpuni. Sebelumnya, putra mantan Gubernur pertama Sulut itu, memperkirakan PDIP akan sulit menang di Pilkada Tomohon, Boltim, Minut, Bitung dan Manado. “Kan terbukti dari hasil perhitungan real count sementara, PDIP kalah di Tomohon dan Boltim. Di Minut juga masih belum terlalu jelas. Hanya di Bitung dimenangkan sementara oleh PDIP. Selebihnya dikuasai Moncong Putih. Terutama di Pilgub,” terangnya lagi.

“Manado pun seperti itu. Para kandidat yang bertarung umumnya berkualitas, memiliki massa, jaringan dan finansial yang memadai. Jadi kalau Pilkada Manado digelar 9 Desember 2015 lalu, belum tentu dimenangkan PDIP. Persaingan pasti akan sangat sengit. Apalagi jika Imba (Jimmy Rimba Rogi,red) ikut pada saat itu. Tentu akan terasa bedanya,” timpalnya.

Diketahui, Pilkada serentak Sulut yang dirajai pasangan calon dari PDIP yakni Pilkada Provinsi Sulut, pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandou (OD-SK), Pilkada Bolsel, H Herson Mayulu dan Iskandar Kamaru (H2M-Bersinar) Pilkada Bitung Max J Lomban-Maurits Mantiri (MaMa) dan Pilkada Minsel, Christiany Eugenia Paruntu-Frangky Wongkar (PaKar).

DIDUGA ADA GRAND DESIGN
Pun begitu Taufik Tumbelaka mengindikasi ada strategi besar di balik penundaan Pilkada Manado. Pengunduran pesta demokrasi di ibukota Provinsi Sulut telah mengubah konstelasi politik.

“Diduga ini ada faktor x. Bisa saja ada yang merasa tidak yakin menang. Itu kemungkinan itu bukan dari para kandidat calon yang bersaing tapi dari sesuatu kekuatan politik yang besar,” bebernya. “Dengan penundaan ini (Pilkada Manado, red), pasti ada yang merasa diuntungkan,” sambung Taufik.

Baginya, pelaksanaan Pilkada Manado sudah seyogianya dihelat secepatnya. “Sebab anggaran Pilkada Manado sudah terpakai dan itu berasal dari uang rakyat. Yang lebih penting lagi, warga Manado berhak untuk menggunakan hak politik dalam memilih pemimpinnya,” lugas salah satu pemerhati politik yang dikenal kritis itu.

“Tak boleh ditunda tahun 2017. Pilkada Manado harus mendapat perlakukan khusus,” tegasnya lagi.

Minimal agenda pemilihan dilakukan pada akhir desember 2015 atau awal tahun 2016. “Bisa tanggal 28 Desember atau 6 Januari tahun depan. Itu sudah masuk masa-masa normal. Tapi itu semua tergantung KPU sebagai pihak penyelenggara,” kuncinya.

PDIP MANADO TAMPIK ADA SKENARIO
Spekulasi adanya grand design dalam penundaan Pilkada Manado, sasar Moncong Putih. Meski tak tersurat, namun tersirat bola panas mengarah ke PDIP.

Namun isu itu ditepis Ketua PDIP Manado Richard Sualang. “Tidak ada pola semacam itu (Grand Design, red) terkait pilkada Manado,” lugas Wakil Ketua DPRD Manado dari fraksi PDIP.

Soal pelaksanaan Pilkada Manado itu dinilai menjadi tanggung jawab dari KPU Manado, sebagai penyelenggara Pilkada. “Kalau kelangsungan Pilkada itu tergantung dari penyelenggaranya. Jika mereka (KPU,red) putuskan dilangsungkan, PDIP sudah sangat siap. Kapan saja,” tegasnya lagi.

Disinggung soal peluang pasangan calon yang diusung PDIP di Pilkada Manado, putra mantan Ketua DPD PDIP Sulut itu, optimis menang. “Peluangnya sangat besar. Kita sangat yakini itu,” sembur Richard.

“PDIP punya strategi khusus untuk memenangkan Pilkada Manado. Tapi itu tentu tak bisa kita umbar. Sekali lagi, PDIP sudah sangat siap bertarung di Pilkada Manado,” tutupnya.

SIDANG IMBA DITUNDA, PILKADA MANADO KABUR
Proses gugatan Pasangan Calon (Paslon) Jimmy Rimba Rogi-Bobi Daud (RoDa) di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, terus bergulir. Sayangnya, keputusan hasil gugatan mengalami penundaan hingga Selasa (15/12) hari ini.

Hal itu diungkapkan salah satu kuasa hukum RoDa, Febri Takaendengan. "Benar ada penundaan. Hasilnya (gugatan, red), baru akan dibacakan besok (hari ini, red),” ungkapnya.

Ia pun meminta pendukung pasangan RoDa untuk bersabar. “Kami minta pendukung RoDa untuk tetap bersabar sambil menunggu hasil resminya,” tutupnya.

Kondisi tersebut mengindikasikan jadwal Pilkada Manado, makin kabur. Komisioner KPU Manado, Rommy Polii ketika dikonfirmasi tak menampik penundaan penyampaian hasil keputusan terkait gugatan RoDa, berpeluang mempengaruhi jadwal Pilkada Manado. Apalagi, hingga saat ini, pihak KPU belum mendapat pemberitahuan resmi waktu pelaksanaan dari KPU RI. “Kita masih menunggu instruksi KPU RI,” singkatnya.

Sementara itu, dorongan agar Pilkada Manado dilakukan Desember mengalir kencang. Beredar kabar, massa pendukung sejumlah Paslon di Pilkada Manado akan melakukan aksi unjuk rasa damai. Tujuannya untuk mendesak KPU Manado untuk segera menggelar Pilkada Manado di bulan Desember 2015 ini.

DPRD Manado bahkan dikabarkan tengah melakukan konsultasi dengan Kemendagri dan Komisi 2 DPR RI di Jakarta untuk mempertanyakan jadwal pelaksanaan Pilkada Manado.

“Itu memang sudah menjadi bagian dan tugas dari DPRD sebagai wakil rakyat. Pimpinan Dewan dan Fraksi ke sana (Jakarta, red) untuk mencari tahu kapan waktu pelaksanaan Pilkada Manado,” ungkap Sekretaris DPRD Kota Manado, Ferri Siwi. “Mudah-mudahan akan segera ada kepastian soal pelaksanaan Pilkada Manado,” kuncinya. (media sulut)



Sponsors

Sponsors