Pemilih ‘Siluman’ Gentayangan di Bitung


Bitung, ME

Ancaman kehadiran pemilih siluman di Kota Bitung, terus diwaspadai. Menjamurnya perusahan yang mempekerjakan tenaga kerja luar serta letak geografis Kota Cakalang yang berbatasan dengan sejumlah daerah, jadi titik persoalan. Dikhawatirkan, mobilisasi massa untuk kepentingan politik mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon), terjadi.

Ketua Komisi pemilihan umum (KPU) Kota Bitung Josep Sammy Rumamby, meminta masyarakat dan penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), untuk giat mengawasi dan mewaspadai adanya pemilih siluman saat proses pemungutan suara, tanggal 9 Desember 2015

Rumamby mengingatkan, jangan sampai ada warga yang diduga ilegal atau asing dan tidak memiliki identitas Warga Negara Indonesia (WNI), ikut memilih.

Kondisi ini cukup beralasan, mengingat Kota Bitung merupakan kota pelabuhan dan industri, sehingga banyak Warga Negara Asing (WNA) bekerja dan menetap.

“Saya meminta, sama-sama kita mewaspadai keberadaan warga yang tinggal di wilayah berdekatan dengan wilayah luar Kota Bitung, jangan sampai memilih di dua daerah yakni Bitung dan Minut (Minahasa Utara). Karena, ada beberapa desa yang letaknya berdekatan,” papar Rumamby.

Misalnya, Kelurahan Tendeki dan Desa Rok-Rok, Tontalete, Kelurahan Tanjung Merah dan Desa Pimpin di Kecamatan Kema, Kelurahan Pinasungkulan serta Desa Pinenek Kecamatan Likupang Timur. Selanjutnya, Kelurahan Sagerat dengan Desa Watudambo Kecamatan Kauditan. Daerah-daerah ini, kata dia, harus diawasi agar warganya tidak memberikan hak pilihnya di Kota Bitung.

Selanjutnya, KPU akan bekerja maksimal sesuai ketentuan, agar kekhawatiran masuknya warga asing, tidak terjadi.”Selain itu, pihaknya akan mengantisipasi terjadinya mobilisasi massa dari luar untuk masuk ke Kota Bitung terkait pelaksanaan Pilkada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta Walikota dan Wakil Walikota Bitung,” tandasnya.(joel polutu/media sulut)



Sponsors

Sponsors