Foto: Ketua JIPS Donny Aray kala menyampaikan maksud dan tujuan baksos kepada Penjabat Gubernur Sulut, Dr Soni Sumarsono dan kepada masyarakat Meras.(Foto:ist)
Warga Gugah Sanubari Gubernur dan Wartawan
Dari Aksi Baksos JIPS di Meras Bunaken
Laporan: Aldy Rorong
Puluhan galon dan ember berjejer rapih di beberapa titik di ruas jalan. Aroma kegembiraan nampak terpancar di raut wajah warga yang tengah berdiri di samping wadah-wadah penampungan air itu.
Itulah pemandangan serta kesan pertama yang didapati penulis kala menjejakkan kaki di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.
Kunjungan Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), ternyata telah dinanti. Padahal wadah berhimpun kuli tinta yang sehari-hari melakukan peliputan di Pemprov Sulut, hanya membawa bantuan air bersih ala kadarnya.
Atau hanya sekedar untuk membantu meringankan beban sementara 304 kepala keluarga yang telah berbulan-bulan didera krisis air bersih. Fakta itu pun kian melegimasi bahwa kelurahan berpenduduk 1224 jiwa itu memang benar-benar membutuhkan perhatian ekstra dari pemerintah.
Kehadiran kru JIPS yang hanya berbekalkan 4 kendaraan tanki berisi air bersih disambut bak pahlawan. Lapangan Meras yang masih berstatus 'quo' pun jadi saksi. Para pemburu berita itu diterima dengan senyum keceriaan oleh pemerintah setempat serta puluhan warga yang terdiri dari lanjut usia, ibu-ibu, bapak-bapak, muda mudi hingga anak-anak.
Tak disangka, program baksos (baksos) yang dimotori JIPS, direspon Penjabat Gubernur Sulut, Dr Soni Sumarsono. Di tengah kesibukkan yang padat, orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai itu, berkenan meluangkan waktu bergabung bersama JIPS untuk melihat langsung derita warga Meras.
Kedatangan Gubernur disambut sukacita oleh warga. Sumarsono pun tak sungkan-sungkan berbaur dengan masyakarat serta membuka dialog dengan warga.
Betapa terperangahnya Gubernur tatkala mengetahui, warga Meras sudah hampir delapan bulan dilanda krisis air bersih. Namun ada sebuah aspirasi warga yang sempat membuat Sumarsono berkaca-kaca. Curahan hati itu didendangkan Ketua TP PKK Meras, Ibu Kelly Nontah. Satu-satunya Taman Kanak-Kanak (TK) di Meras, ternyata belum memiliki fasilitas ruang yang memadai. Alat peraga masih ala kadarnya dan tenaga pendidik yang mengajar 13 siswa TK itu pun masih berstatus honorer.
"Kasihan anak-anak Pak Gubernur. Selain ruang belajar belum representatif, alat peraganya pun sangat pas-pasan. Tolong Pak Gubernur, sekiranya dapat membantu TK yang dikelola oleh PKK Meras ini," keluhnya sambil menitikkan air mata.
Gubernur pun nampak sangat tergugah. Dari sederet aspirasi yang diutarakan warga, masalah TK jadi permintaan pertama yang dijawabnya.
"Untuk masalah TK akan dituntaskan paling lambat dua minggu depan. Nanti Ketua TP PKK Sulut (Ny Dra Tri Rachayu Sumarsono,red) yang akan datang dan membawa langsung bantuan perlengkapan TK disini," lugas Sumarsono yang disambut riuh tepuk tangan warga.
"Meras anak menjadi pilot projek pendidikan dari TP PKK Sulut," sambunnya yang lagi-lagi disambut apresiasi warga.
Khusus untuk sarana penyediaan air bersih Pemprov akan membuat sumur-sumur bor di titik yang memiliki sumber mata air. "Paling lambat pekan depan, akan ada tim yang akan dipimpin Kadis Pekerjaan Umum Provinsi untuk mengecek lokasi yang akan dibuatkan sumur bor. Saya minta didampingi pemerintah dan warga setempat, agar itu dapat langsung segera ditindak-lanjuti," bebernya yang juga langsung disanggupi Kadis PU Sulut, Ir J E Kenap yg ikut mendampingi Gubernur.
Tak hanya itu, Gubernur juga akan membantu pengadaan sarana lampu jalan sesuai aspirasi warga.
"Yang pasti segala keluhan dan aspirasi masyarakat akan kami tindaklanjuti dan segera direalisasi secepatnya. Utamanya masalah air bersih karena itu menjadi kebutuhan pokok masyarakat," tegasnya.
Gubernur juga mengapresiasi JIPS yang memrakarsai aksi baksos air bersih tersebut. "Ini merupakan program yang brilian. Saya minta JIPS dapat mengawal proses pembuatan sumur bor serta beberapa program yang kita agendakan di Meras supaya dapat berjalan dengan baik," kuncinya.
Ketua JIPS, Donny Aray menyanggupi permintaan Gubernur sekaligus mengapresiasi kepedulian orang nomor satu di Sulut. "Ya Pak (Gubernur,red). Ini pasti akan kami kawal. Terima kasih juga telah hadir dan mendukung program kami ini," tuturnya.
Ia pun berharap bantuan ala kadarnya dari JIPS itu bisa sedikit meringankan beban warga Meras. "Ini hanya meringankan sementara. Tapi kita berharap kepedulian pemprov untuk membangun sarana air bersih di Meras bisa menjawab masalah krisis air d Meras untuk jangka panjang," tutup Wartawan Kompas Tv yang didampingi Koordinator Lapangan Aksi Baksos JIPS, Steven Semen Wartawan Radio Sion FM.
Ungkapan terima kasih pun dilantunkan Lurah Meras, Ham Tambengi. "Terima kasih JIPS yang sudah membantu kami dan membawa Pak Gubernur ke Meras. Ini benar-benar telah membawa berkah bagi warga Meras," ungkap Tambengi yang didampingi Kepala Lingkungan III Kelurahan Meras, Andris Nontah.
"Terima kasih banyak Pak Gubernur. Terima kasih atas kepeduliannya. Terima kasih juga untuk teman-teman wartawan yang telah memelopori aksi baksos ini," tandas Nontah yang mengaku selama menjadi kepala jaga 32 tahun, baru untuk pertama kalinya Meras dikunjungi seorang Gubernur.
Turut hadir dalam kegiatan Baksos JIPS di Meras yang hanya beralaskan tanah dan beratapkan langit itu, yakni Asisten Pemerintahan dan Kesra Jhon Palandung, Ketua Bappeda Roy Roring, Kaban Kesbang Edwin Silangen, Kasat Pol PP Drs Maxi Lukas, Karo Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong dan Karo Ekonomi Janne Mendur SE, dan Kabag Humas, Roy Saroinsong.(*)



































