OD-SK Bawa Roda Sapi ke Gedung Putih

Kirim Pesan Kesederhanaan dan Cinta Tradisi Leluhur


Manado, ME

Mata warga bumi nyiur melambai tak berkedip. Saat menyaksikan pemimpin Sulawesi Utara (Sulut) yang baru, Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw (OD-SK), menggunakan roda sapi saat pertama kali beranjak ke gedung tempat mereka akan melaksanakan tugas pemerintahan. Ekspresi kesederhanaan dan kecintaan terhadap tradisi budaya itu sontak menuai apresiasi dari berbagai kalangan.

Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw membuktikan diri bahwa kedua pemimpin baru Sulut ini adalah anak petani. Saat menuju kantor Gubernur, Rabu (17/2) kemarin, keduanya tidak menggunakan kendaraan dinas DB 1 dan DB 2 tapi hanya menggunakan roda sapi yang dibawa langsung oleh Gubernur. Wagub tampak mendampinginya.

Tak kalah menyedot perhatian, first lady Sulut Ir Rita Dondokambey yang didampingi Wakil Ketua TP PKK Sulut, dr Devi Kartika Kandouw Tanos, terlihat menggunakan kendaraan tradisional Minahasa lain, bendi. Kendaraan itu membawa mereka dari rumah dinas gubernuran di Bumi Beringin, menuju 'gedung putih'.

Setibanya di kantor yang terletak di Jalan 17 Agustus Manado itu, Gubernur dan Wagub disambut Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Ir Siswa R Mokodongan dan jajaran pejabat teras lingkup Pemprov Sulut.

Usai penyambutan, Gubernur langsung memasuki ruang kerjanya untuk melakukan doa bersama yang dipimpin Ketua BPMS GMIM, Pdt DR HWB Sumakul. Hal yang sama dilakukan di ruang kerja Wagub Sulut.

Setelah doa bersama, OD-SK bersama Sekprov Mokodongan dan Pejabat Eselon II dan III langsung menuju ruang CJ Rantung untuk melakukan rapat kerja perdana.

"Tradisi yang tidak lasim. Menggunakan sarana transportasi tradisional warga Minahasa pada umumnya seperti naik roda sapi dan bendi menuju tempat kerja. Tentunya ini menunjukan ciri seorang pemimpin yang rendah hati dan peduli dengan masyarakat kalangan bawah," ujar beberapa pejabat yang menyaksikan langsung peristiwa langkah ini.

Bagi yang melihat peristiwa tersebut, ini isyarat penting bagi para pejabat jika pemimpin mereka yang baru sangat menyukai kesederhanaan. "Kita tentu patut memberi apresiasi buat Gubernur dan Wakil Gubernur baru. Mau menunjukkan mereka tidak lupa siapa mereka, menunjukkan teladan kesederhanaan, merakyat dan cinta tradisi budaya warisan leluhur. Ini luar biasa," aku sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Gubernur. (aldy rorong)



Sponsors

Sponsors