Foto: Inul Vista usai kebakaran.
POTRET SURAM DUNIA HIBURAN MANADO
Labfor Mabes Polri Olah Inul Vizta
Manado, ME
Daerah Nyiur Melambai mendadak jadi buah bibir publik nasional. Sorotan mengarah ke tragedi maut Inul Vizta yang merenggut 12 nyawa. Bola panas pun menyasar pihak pengusaha yang diduga fokus mengejar profit namun mengabaikan prosedur keselamatan. Pemerintah yang mengemban tugas pengawasan ikut diserempet. Polisi didesak segera tuntaskan gerak roda pengusutan kisah kelam ini.
Minggu (25/10) subuh, sekira pukul 00.15 Wita, asap pekat membumbung tinggi di angkasa Kota Manado. Sumber asap berasal dari kebakaran hebat yang menerjang Inul Vizta Family Karaoke TV Manado. Salah satu tempat karaoke hiburan keluarga di jalan AJ Sondakh Kawasan Megamas Manado.
Sekira 3 jam jago merah beraksi, Inul Vizta jadi bara. Data yang diperoleh, ada 12 pengunjung meninggal dunia dan puluhan lainnya dirawat di tiga Rumah Sakit (RS), yakni RS Prof Kandouw Malalayang, RS Pancaran Kasih serta RS Siloam. Sulawesi Utara (Sulut), kembali berduka.
Sederet kabar miring berhembus kencang. Pengusaha/pengelolah terindikasi lalai dalam penerapan standar keselamatan pengunjung. Kompetensi karyawan juga disorot. Di sisi lain, pemerintah khususnya instansi teknis dinilai lalai dalam memberikan penguatan standar keselamatan bagi pengelolah tempat hiburan di Manado.
Reaksi keras langsung meluncur dari wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado. Legislator beranggapan pihak manajemen lalai memperhatikan keselamatan pengunjung sebab tidak memiliki safety prosedur.
"Walau pun penyesalan ini datang terlambat tapi manajemen harus bertanggung jawab. Kondisi selanjutnya akan ditinjau pula bagi lokasi-lokasi hiburan lain di Manado," tegas Mona Kloer.
Izin seluruh penyedia jasa karaoke di Manado didesak diperiksa. Bahkan, jika terbukti tidak memiliki izin, harus ditutup. Hal ini untuk memastikan keselamatan warga yang mengunjungi tempat-tempat hiburan.
Sorotan kritis juga disematkan legislator Manado, Arthur Paath. Peristiwa kebakaran yang menelan 12 korban jiwa, luput dari perhatian pemilik dan pengelolah. Meski begitu, belum ada kata terlambat untuk meminimalisir kejadian-kejadian serupa dengan turun ke lapangan memeriksa lokasi-lokasi hiburan lainnya.
"Pemerintah diminta bergerak cepat mengakomodir bentuk-bentuk usaha yang sifatnya tak melindungi warga-warga. Jika tak sesuai tutup saja dari pada muncul kejadian tak terduga berikutnya," ketus Paath.
Di sisi lain, menyangkut jam beroperasinya tempat hiburan karaoke, pemerintah diharapkan meninjau kembali izin yang diberikan. ”Sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung,” pintanya.
Untuk diketahui, 12 korban tewas akibat terbakarnya tempat karaoke Inul Vizta, berhasil diidentifikasi. Masing-masing Sukardi, warga Kelurahan Wonasa Tengah, Lingkungan VI Kota Manado. Rendi Korompis, warga kompleks Pasar segar Pal 2 Kota Manado. Cici Wono, Warga Desa Tumani, jaga IV Kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan. Riyani Walalangi, warga desa Tumani jaga IV Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan. Rendy Abdula (18), warga Jawa Tondano yang kost di Mapanget. Claudia wowor, warga desa Tamblang Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan. Fredi Kalalo, warga Karombasan Kota Manado. Yani Langi. Silvia Kaawoan Warga Romboken (25) warga Remboken, Kabupaten Minahasa. Brayen Kaawoan (20) warga Remboken, Kabupaten Minahasa. Bilman Simatupang (23) warga Desa Andiljaya Jambi dan Sinta sajow, warga Desa Koka jaga 1 Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa yang diketahui salah satu kerabat Bupati Minahasa.
LEGISLATOR SULUT SOROT KELALAIAN KARYAWAN
Kebakaran yang memakan korban jiwa di Inul Vizta, ditanggapi miring penghuni Gedung Cengkeh. Wakil rakyat Sulawesi Utara (Sulut) menilai hal tersebut merupakan kelalaian karyawan yang tidak ada tindakan cepat menyelamatkan nyawa pengunjung dalam peristiwa kebakaran.
Nada kritis itu mendengung dari legislator vokal DPRD Sulut, Andrei Angouw. Larinya karyawan saat kejadian sebagai tindakan tak bertanggung jawab. "Larinya para karyawan tanpa melakukan upaya penyelamatan terhadap para pengunjung, merupakan tanda tidak siapnya kemampuan para karyawan dalam menangani musibah kebakaran," jelasnya.
Meskipun begitu, dia enggan menyalahkan pihak siapapun, sebab ini musibah. "Namanya juga musibah, akan tetapi saya mendukung upaya penyelidikan yang dilakukan Polda Sulut,” beber anggota Fraksi PDIP Sulut.
Di lain pihak, manajemen Perusahan Listrik Negara (PLN) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dihimbau untuk aktif memberikan pelatihan terhadap pelaku usaha. Terutama, dalam mengambil tindakan pertama ketika menanggulangi musibah korsleting yang kerap kali memicu peristiwa kebakaran.
POLDA DIMINTA USUT TUNTAS TRAGEDI INUL VIZTA
Kebakaran Inul Vizta menjadi salah satu potret buram keberadaan dunia hiburan di Kota Manado. Aroma kelalaian dan tidak adanya standar keselamatan saat terjadi bencana, jadi bahan perguncingan.
Aktivis hukum dan pemerintahan Sulut, Rolly Toreh SH mendesak aparat penegak hukum khususnya Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, untuk mengusut tuntas tragedi tersebut. Menurutnya, masyarakat dan keluarga korban harus bersabar menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib.
Apalagi sepengetahuannya, jaringan Inul Vizta sudah menyebar di beberapa daerah. Secara otomatis, telah memiliki manajemen yang kuat dan profesional.
”Kami mendesak Polda Sulut untuk turun tangan. Masyarakat pasti menunggu kejelasan peristiwa ini,” jelas Toreh.
Pemerintah khususnya instansi terkait yang memberikan izin terhadap pengelolaan hiburan malam di Kota Manado disorot. Demikian juga menyangkut jam beroperasi tempat karaoke hingga standar operasional pelaksanaan. ”Ini jadi pengalaman berharga. Saya berharap semua pengusaha dan pengelola hiburan karaoke untuk disidak terutama menyangkut keabsahan ijin yang diberikan serta ketentuan lainnya. Saya rasa pasti akan akan didukung pengusaha,” tuturnya.
PEMERINTAH AKUI KELEMAHAN
Tragedi maut Inul Vizta disikapi kritis Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Setelah berkoordinasi dan melaporkan segala perkembangan kepada Penjabat Gubernur Dr Soni Sumarsono MDM, Walikota Manado GS Vicky Lumentut, menggelar rapat dinas khusus Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dengan pelayanan perijinan serta pengawasan gedung dan bangunan. Rapat digelar di salah satu tempat yang tidak jauh dari Inul Vista, Senin (26/10).
"Sebagaimana instruksi yang disampaikan dalam rapat dinas, saya minta SKPD terkait dengan pelayanan perijinan agar membenahi segala hal terkait dengan kemudahan pengurusan ijin, termasuk di dalamnya aspek keamanan bangunan gedung, serta kenyamanan penggunaan dan terutama keselamatan penggunanya. Lalu pengawasannya juga harus dilaksanakan dengan baik,” tegas Lumentut.
Harus diakui, kata Lumentut, pengawasan terhadap perijinan bangunan gedung yang dilaksanakan SKPD serta penanggung jawab pengawasan selama ini lemah. masih terdapat kekurangan yang perlu dibenahi. “Kejadian di Inul Vizta yang tidak menyediakan sistem kedaruratan, smoke detector dan tabung pemadam kebakaran yang memadai adalah bukti konkret bahwa pengawasan kita masih lemah,” urainya.
Sistem kedaruratan selama ini masih dianggap tidak terlalu penting. “Kejadian di Inul Vizta mudah-mudahan menjadi acuan bagi kita semua untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih paripurna," tandas Walikota.
Walikota pun menginstruksikan agar dilaksanakan revisi pada Peraturan Walikota (Perwako) tentang perijinan, terutama pada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan memanfaatkan tim ahli bangunan gedung. "Tim ahli ini diminta atau tidak diminta dapat memberikan nasehat, pendapat, serta pertimbangan profesional untuk persetujuan rencana teknis bangunan gedung dengan kriteria tertentu serta mewujudkan harapan pemerintah dan masyarakat untuk menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan keandalan sebuah gedung bertingkat,” harapnya.
Proses pengurusan perijinan bangunan diharapkan bisa menjamin keamanan dan keselamatan pengguna, termasuk pada situasi darurat.
API BESAR TAK TAMPAK SAAT KEJADIAN
Banyaknya korban yang tewas dalam kebakaran tempat karaoke keluarga Inul Vizta Manado diduga disebabkan karena menghirup asap pekat dan kehabisan oksigen. Saat kebakaran terjadi, api yang besar tidak tampak. Hanya bara yang menyala dan membakar tiap ruang karaoke yang berada di lantai dua.
Menurut Emby, saksi yang berada di lokasi, saat kejadian tidak terlihat adanya api. "Saya masuk untuk menolong, saat itu belum ada petugas pemadam kebakaran. Saya lihat hanya bara yang menyala, tidak ada api tapi asap sangat tebal dan menyengat hidung," urainya.
Saat kejadian suasana sangat gaduh, para korban berteriak minta tolong. Meski begitu warga yang berada di sekitar lokasi tidak bisa berbuat banyak. "Kami hanya bantu memberikan minuman bagi para korban dengan cara melempar dari luar sehingga masuk lewat jendela," sebutnya.
TIM LABFOR POLRI OLAH TKP
Senin (26/10), tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri di Makasar resmi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kepala Labfor, Kombes Slamet Siwanto, memastikan olah TKP masih akan dilanjutkan Selasa hari ini.
“Nanti sesudah itu bersama tim kita akan melakukan gelar di Polresta Manado. Olah TKP nanti akan dilanjutkan besok (hari ini, red) untuk finishing,” jelasnya.
“Benda-benda yang kita temukan di TKP kita nanti akan mengolah di leb untuk memeriksa. Tapi untuk sumbernya di lantai dua. Di lantai dua semua habis terbakar,” sambungnya.
Asap beracun disinyalir jadi pemicu tewasnya para korban. “Asap itu mengandung zat-zat yang beracun seperti karbondioksida, karbonmonoksida. Nah itu yang bisa menyebabkan orang meninggal. Serta plastik-plastik dan bahan-bahan yang terbakar di situ kalau sudah terbakar bisa menyebabkan orang keracunan dan meninggal dunia,” bebernya.
Kasat Reskrim Polres Manado, Kompol Esron Sinaga, memastikan penetapan tersangka akan dilakukan usai gelar perkara. “Hasil labfor sementara masih didalami dulu. Yang namanya gelar, menetapkan tersangka. Kita belum bisa sebutkan sekarang tersangkanya sebab nanti hasil gelar yang menentukan siapa tersangkanya. Ya, kalau saksi sudah banyak. Karyawan banyak yang diperiksa,” ungkapnya.
“Pemiliknya masih di Jakarta sementara managernya sudah diperiksa. Jadi sementara kita menunggu gelar,” kunci Sinaga. (media sulut)



































