Foto: Jimmy Rimba Rogi.
PANWAS GANTUNG IMBA
Manado, ME
Nasib Jimmy Rimba Rogi di pesta demokrasi Kota Manado masih tanda tanya. Pihak Panitia Pengawas (Panwas) yang kini memegang bola panas, tak kunjung menelorkan keputusan. Aroma tak sedap pun semakin mengusik publik. Penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang menjadi pemegang ‘kunci’ itu disinyalir mengalami tekanan eksternal yang kuat hingga terbata-bata untuk mengayunkan palu kebijakan.
Publik Nyiur Melambai hingga kini hangat membicarakan posisi Jimmy Rimba Rogi. Mantan Walikota Manado yang biasa disapa ‘Panglima’ itu dianggap belum aman. Keputusan resmi Panwas Kota Manado yang akan direkomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado, akan jadi penentu apakah Rimba dan pasangannya Bobby Daud bisa melangkah terus di track menuju kursi top eksekutif Kota Tinutuan atau tidak.
Penantian sejumlah jurnalis di kantor Panwas Manado hingga Rabu (21/10) tadi malam, masih hampa. Janji Ketua Panwas manado, Sjane Walangare, untuk menyampaikan secara resmi ke publik mengenai keputusan mereka Rabu kemarin, belum terbukti.
“Nanti di kantor saja ya,” kata Walangare kepada sejumlah jurnalis saat berada dari kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut, Rabu sore kemarin.
Sayang, janji itu tak kunjung terjawab setelah para jurnalis menanti hingga malam hari di kantor Panwas Manado.
Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda, yang dikonfirmasi sebelumnya memastikan Panwas Manado tinggal memberikan jawaban ya atau tidak soal kasus Jimmy Rimba Rogi.
“Tinggal menyampaikan ya atau tidak kok lama,” ungkap Malonda, sembari menegaskan jika informasi resmi soal kasus tersebut bukan kewenangan Banawaslu Sulut tapi Panwas Manado.
Malonda pun menyarankan para jurnalis meminta jawaban langsung dari Ketua Panwas Manado yang saat itu sedang melakukan konsultasi di kantor Bawaslu.
PANWAS PASTIKAN TELAH ADA KEPUTUSAN
Panwas Manado sadar keputusan soal Jimmy Rimba Rogi kini hangat dibicarakan masyarakat. ‘Kegusaran’ publik itu dipastikan segera terjawab.
“Menyangkut pak Imba (sapaan akrab Jimmy Rimba Rogi, red) yang sekarang ini sedang menjadi perbincangan di masyarakat, termasuk media, itu memang kami rasakan. Jadi mengenai status pak Imba, proses yang kami jalankan, upaya-upaya yang telah kami lakukan untuk supaya masalah ini bisa terselesaikan dengan baik,” terang Ketua Panwas Manado, Sjane Walangare.
“Kami sangat bersyukur karena pada hari ini (Selasa, 19/10), kami boleh mencapai satu puncak, ketika kami sudah bisa menyelesaikan pekerjaan kami dan kami berharap kami sudah bisa mengeluarkan hasil mengenai status calon pak Jimmy Rimba Rogi tentang keikutsertaannya dalam Pilkada ini,” bebernya.
Masyarakat maupun pasangan calon (paslon) lain diharapkan bisa menerima keputusan Panwas dengan lapang dada. “Kami hanya berharap, apapun yang menjadi putusan kami Panwas Kota Manado, kiranya masyarakat pada umumnya dan para paslon pada khususnya untuk dapat menerima hasil kami,” pintanya.
Resistensi dipastikan akan meledak. Namun Panwas Manado menjamin keputusan yang diambil sudah sesuai aturan dan tanpa intervensi pihak manapun.
“Memang dari hasil kami ini akan ada yang merasa tidak nyaman ataupun merasa tidak puas dengan hasil keputusan kami. Kami hanya berharap bahwa kami ini melakukan yang terbaik,” tandasnya.
“Bukan karena seseorang, bukan karena kelompok, atau bukan karena siapapun. Apalagi karena intervensi dari salah satu paslon atau intervensi dari siapapun, oleh kelembagaan atau pun kekuatan politik manapun. Jadi kami mau menyatakan di sini, kami melakukan secara independen, kami melakukan secara bersih. Tidak ada intervensi dari manapun,” tegasnya.
Panwas berharap, apapun yang dihasilkan, ke depan merupakan hasil yang terbaik yang boleh diberikan kepada masyarakat Kota Manado.
Walangare berjanji, keputusan resmi Panwas Manado akan disampaikan ke publik, Rabu (21/10). Namun, pengumuman resmi itu juga belum dilakukan karena berbagai alasan.
PANWAS MANADO DIDUGA DIINTERVENSI
Langkah penuh keraguan yang diperagakan Panwas Manado terkait kasus Imba, diduga akibat tekanan eksternal yang kuat menghantam lembaga ini.
“Kalau Panwas berpikir sudah melakukan proses sesuai aturan yang ada, kenapa harus ragu mengambil keputusan. Sikap Panwas ini justru yang menimbulkan keraguan publik. Jangan-jangan tekanan yang begitu kuat yang membuat mereka demikian,” nilai pengamat politik Sulut, Marino Lapian.
“Masyarakat tentu berharap Panwas bisa tetap menjaga independensi. Tak dipengaruhi kekuatan manapun yang berkepentingan dengan keputusan mereka,” sambungnya.
Apapapun rekomendasi Panwas ke KPU Manado dipastikan memantik reaksi pro-kontra. “Jika keputusannya Imba bisa tetap melanjutkan pertarungan di Pilwako Manado, pasti ada pihak-pihak yang menolak. Tapi jika memutuskan Imba harus terhenti, reaksi perlawanan lain juga akan muncul. Maknya, Panwas sebaiknya melangkah sesuai amanat aturan agar tidak bermasalah nanti,” kata Lapian.
BEDA PENDAPAT DI PANWAS MANADO
Tanda tanya soal langkah lanjut pasangan Jimmy Rimba Rogi dan Bobby Daud (Roda) di arena pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Manado sebelumnya sempat terjawab. Roda dikabarkan telah menggelinding mulus di track menuju kursi top eksekutif Manado. Kabar yang kemudian dipastikan ‘hoax’ itu sempat dilontarkan Komisioner Panwas Manado, Stanley Walandou.
Panwas menurutnya telah mengeluarkan rekomendasi. Hasil itu menegaskan jika putusan KPU Manado beberapa waktu lalu yang meloloskan paslon Jimmy Rimba Rogi-Bobby Daud sudah sesuai ketentuan perundang- undangan yang berlaku. Pernyataan itu memberi isyarat jika tak ada halangan yang menghadang Jimmy Rimba Rogi untuk maju sebagai calon Walikota.
"Panwas sudah melakukan pleno dan hasilnya sudah diberikan kepada KPU Manado. Tanyakan saja langsung ke KPU seperti apa tanggapan mereka atas rekomendasi itu," tutur Walandouw, Sabtu (10/10).
Pernyataan itu kemudian dibantah Ketua Panwas Manado, Sjane Walangare. Informasi tersebut dipastikan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Kita (Panwas) masih belum selesai, masih sementara mempertimbangkan banyak hal. Jadi kita cuma minta, apapun yang beredar di luar sana, itu belum merupakan keputusan Panwas,” tepis Walangare, Minggu (11/10).
Koordinasi dengan semua pihak terkait masih terus dilakukan Panwas Manado. “Jadi itu belum rampung karena masih mempertimbangkan banyak hal. Sebaiknya kita hati-hati dalam hal ini. Jadi kesimpulan kita belum rampung. Katanya sudah fix, itu tidak benar. Kita masih saling koordinasi sana-sini,” ungkapnya ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Keputusan final dipastikan ada di tangan Panwas Manado namun kisah akhir itu belum dilakoni. Kasus Jimmy Rimba Rogi masih dikonsultasikan ke berbagai pihak. “Kita sudah konsultasi bersama ke Bawaslu Sulut dan Bawaslu RI. Mereka sudah memberikan pertimbangan tapi keputusan ada pada kita Panwas Manado. Apakah seperti apa sebentar yang akan kita putuskan mengenai surat pelimpahan itu, apakah akan ditindaklanjuti seperti apa, kewenangan itu ada pada kami,” jelas Walangare.
Keputusan akhir tidak berdasarkan voting. ‘Sentuhan’ pihak-pihak eksternal dipastikan tidak ada. “Tidak ada voting-voting. Kita berdasarkan aturan, sesuai perundang-undangan. Sejauh ini tidak ada intervensi, tekanan, ancaman dari pihak manapun. Sejauh ini kita menjaga integritas. Biasa intervensi ada mungkin ketika kita sudah tidak punya integritas,” tampiknya.
Kabar itu juga ditepis pihak KPU. KPU Kota Manado menampik jika surat resmi buah pleno tersebut sudah di tangan mereka.
"Mana suratnya, sampai saat ini kami belum menerimanya," ungkap Ketua KPU Manado, Euginius Paransi, ketika dikonfirmasi Minggu (13/10).
Rekomendasi Panwas masih dinanti KPU Manado hingga kini. KPU sendiri siap selalu menjawab panggilan Panwas Manado untuk menerima rekomendasi tersebut.
"Kalau akan diserahkan itu wajar dan kami siap menerimanya," pungkasnya.
Sebelumnya, Paransi memastikan pihaknya sudah melaksanakan aturan ketika memutuskan Jimmy Rimba Rogi layak menjadi calon Walikota dan ia berserta Bobby Daud berhak menjadi salah satu kontestan dalam Pilwako Manado. "Kita sudah sesuai dengan prosedur," kata Paransi.
Sinyal positif didapatkan ketika melakukan konsultasi dengan KPU RI beberapa waktu lalu. “Awalnya kami mengira akan disalahkan tapi nyatanya tidak. Mereka mendengar semua penuturan kami," beber Paransi.
Walau demikian, KPU Manado menanti dengan pasrah rekomendasi Panwas manado. Apapapun keputusannya, hasil rekomendasi yang diberikan akan dilaksanakan. "KPU pasti patuh dengan rekomendasi yang akan diberikan Panwas," jelasnya. (joyke watania)



































