Diduga Limbah Batubara Milik PT. AMR Cemari Terminal Peti Kemas Bitung


Bitung, ME

Sejumlah pekerja di Terminal Pelabuhan Peti Kemas Kota Bitung mengeluhkan debu limbah batu bara yang terbawa angin dari balik tembok milik PT Agro Makmur Raya (AMR).

Para pekerja mengaku, sudah dua bulan bekalangan ini mengganggu aktivitas pekerj di areal Terminal Peti Kemas Kota Bitung dengan limbah batubara tersebut. “Sudah dua bulan ini kami “menikmati” debu batu bara milik PT AMR yang beterbangan setiap hari dan hingga saat ini belum ada tindakan dari perusahaan untuk mencegah debu tersebut,” kata salah satu pekerja di Terminal Peti Kemas beberapa waktu lalu.

Salah satu pekerja bernama Amir, mengaku sejumlah rekannya terkena penyakit flu dan Ispa akibat debu limbah batu bara milik PT AMR yang beterbangan setiap hari ke areal Termina Peti Kemas.

Bahkan, hingga kini sejumlah pekerja masih menderita flu akibat debu batu bara. “Kami sudah menyampaikan masalah itu ke management Terminal Peti Kemas dan katanya mereka akan mencari waktu untuk menemui management PT AMR terkait debu limbah batu bara yang mencemari areal terminal,” katanya.

Ditempat terpisah, Kepala BLH Pemkot Bitung, Jeffry Wowiling saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu soal dugaan pencemaran yang dilakukan PT Agro Makmur Raya (AMR). “Saya tidak tahu dan belum menerima laporan soal dugaan pencemaran yang dilakukan PT. AMR terhadap areal Terminal Peti Kemas,” kata Wowiling, Minggu (9/8).

Wowiling mengatakan pihaknya akan turun ke lapangan bersama tim sambil membawa alat pengukur molekul. “Saya akan berkordinasi dengan pihak kecamatan dan langsung membawa alat untuk mengukur polusi udara dilokasi,” katanya.

Sementara itu, pihak PT AMR sendiri belum memberikan tanggapan soal dugaan debu limbah batu bara yang beterbangan ke Terminal Peti Kemas. Mengingat nomor telepon milik Humas PT AMR yang biasanya digunakan untuk melakukan konfirmasi tak dijawab.(Ray)



Sponsors

Sponsors