PERANG SAUDARA


Manado, ME

Tanah Wenang semakin memerah. Tensi politik meningkat drastis. Langkah serius yang baru diperagakan sejumlah figur populis di Ibukota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di hadapan penyelenggara pesta demokrasi dan publik Nyiur Melambai, jadi pemantik. 5 pasang ksatria resmi mengarahkan titik bidikan ke kursi top eksekutif Kota Manado. ‘Perang saudara’ tak disa dihindari. Sejumlah ‘anak sedarah’ dipastikan saling jegal di arena pertarungan.

Terjawab sudah siapa-siapa kandidat yang akan bertarung di Pemilihan Walikota (Pilwako) Manado 9 Desember mendatang. Koalisi partai politik (parpol) seperti Golkar - PAN -PPP,  mengusung pasangan  Jimmy Rimba Rogi-Bobby Daud, PDIP-Nasdem mendorong Hanny Joost Pajouw (HJP) - Tonny Rawung (ToRa), Gerindra - Hanura menggandengkan Harley Mangindaan - Jimmy Asiku dan Partai Demokrat-PKPI menetapkan pasangan Vicky Lumentut-Moor Bastian. Tampil sebagai calon perseorangan, Markus Polantung-Robert Pardede.

Seluruh partai koalisi tersebut memenuhi syarat lebih dari 8 kursi keterwakilan di DPRD Manado. Golkar (5)-PAN (4) - PPP (1), PDIP (5)-Nasdem (3), Gerindra (5)-Hanura (4) dan Demokrat (9) - PKPI (1) Seluruh kandidat pun telah melakoni tahapan pendaftaran di KPU Manado pada injury time, Selasa (28/7). Diawali dengan HJP-ToRa, Imba- BoDa, Ai-Asiku, pasangan perseorangan Markus Polantung-Robert Pardede dan dikunci Lumentut-Bastian.

Komisioner KPU Manado, hadir lengkap menyambut para kandidat dan pimpinan partai pengusung. Penyelenggara memastikan, seluruh persyaratan calon kandidat sudah dinyatakan sah.

“Forum sidang pendaftaran Pilwako sesuai yang diharapkan. Nanti penetapan calon, sesuai aturan dan tahapan akan dilakukan 24 Agustus nanti,” terang Ketua KPU Manado, Euginius Paransi.

Kandidiat calon yang merupakan anggota DPRD Manado, nantinya  perlu mengurus pengunduran diri. "Syarat dukungan 20 persen parpol dan 20 persen di DPRD yang untuk Manado ada 40 anggota sehingga sebanyak 8 kursi diambil. Mereka para calon kandidat sudah memenuhi syarat. Itu termuat dalam PKPU Nomor 12 Tahun 2015. Aturan untuk mengundurkan diri bagi anggota DPRD akan dilakukan seanjutnya," jelasnya saat memimpin sidang.

"Selesai pendaftaran para calon kandidat akan melakukan pemeriksaan kesehatan sampai 1 Agustus," kuncinya.


TIGA PASANGAN BERTEMU SAAT MENDAFTAR
Prediksi membludaknya masyarakat di KPU Manado, akhirnya terbukti. Kehadiran tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota secara bersamaan, jadi pemicu. Jimmy Rimba Rogi – Boby Daud, Harley Mangindaan-Jimmy Asiku dan Vicky Lumentut- Mor Bastian berpapasan di momen yang sama. Ribuan massa pendukung pun memadati lokasi pendaftaran.

Menariknya, ketiga pasangan calon tersebut berbaur bersama di halaman kantor KPU dan sekitarnya. Walau demikian, kondisi keamanan tetap terkendali. Aparat keamanan terlihat bersiaga dan menjaga ketat kantor KPU Manado.

“Harusnya, suasana kebersamaan ini tetap nampak. Pilihan boleh berbeda mar samua kan demi Kota Manado yang lebih baik. Pendukung juga musti saling menjaga,” kata Yorry Mantidas, warga Wanea.


LANGKAH AWAL HJP-TORANG MELAYANI MANADO
PDIP didukung Partai Nasdem, mendaftarkan Hanny Joost Pajouw (HJP) dan Gregorius Tonny Rawung (Torang) sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota ke KPUD Manado, Selasa (28/7). Pasangan ini diantar langsung Ketua DPD PDIP Sulut yang juga calon Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. Hadir pula Ketua Partai Nasdem Kota Manado, Gilbert Eman, bersama kader dan seluruh pendukung pasangan calon.

Nyanyian optimisme pun bergema. Pendaftaran HJP-Torang di KPU merupakan langkah awal menuju kemenangan. "Kami percaya kalau Tuhan berkenan maka kami HJP dan Torang akan menjadi harapan warga Manado jadi pasti dan menjadi yang paling melayani di Manado," tutur HJP. 

Banteng moncong putih meyakini, penunggangnya merupakan yang terbaik. “HJP-Torang adalah pilihan terbaik dari PDIP bersama Nasdem.  Kami berharap, yang terbaik itulah yang akan didapatkan seluruh warga Manado dari Pilkada nanti,” harap Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey.


IMBA-BOBBY PASANGAN YANG DIRINDUKAN
Jimmy Rimba Rogi dan Bobby Daud mendaftar sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Manado. Kehadiran pasangan calon kepala daerah  ini di KPU manado, didampingi sejumlah pimpinan partai pengusung, di antaranya Ketua DPD Golkar Manado Danny Sondakh, Sekretaris DPW PAN Sulut Ayub Ali dan pimpinan PPP.

Nampak pula ratusan kader ketiga partai tersebut bersama warga masyarakat yang mendukung majunya kembali JRR, yang akrab disapa Imba, untuk memimpin Kota Manado kedua kalinya.

“Saya berterima kasih kepada semua partai pendukung yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya dan pak Bobby Daud sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota. Terima kasih juga kepada semua pendukung yang relah mengantar saya sat mendaftar. Saya dan pak Bobby akan berjuang bersama rakyat Manado untuk membangun kota kita tercinta,” ujar Imba.

Pasangan ini diyakini akan memenangkan pertarungan nanti. Alasannya, calon Walikota dan Wakil Walikota dari Partai Golkar dan PAN tersebut sangat populis dan terbukti diinginkan warga Kota Manado.

“Pak Imba terbukti masih sangat disenangi warga Kota Manado. Dukungan yang datang secara konkrit menjadi bukti. Panglima (julukan Jimmy Rimba Rogi, red), sosok pemimpin yang dianggap tepat untuk memimpin Manado,” kata politisi Partai Golkar, Kristovorus Decky Palinggi.

Pendamping Imba juga dianggap tepat. Track record-nya bisa jadi jaminan. “Bobby Daud sangat tepat untuk mendampingi pak Imba sebagai calon Walikota. Figur pak Bobby yang sekarang ini menjabat sebagai Ketua DPD PAN Manado, saat ini juga duduk sebagai anggota dewan Kota Manado. Kepercayaan rakyat itu sudah dua periode,” papar personil DPRD Sulawesi Utara tersebut.

“Ini membuktikan figur beliau memang tepat. Apalagi pak Bobby merupakan keterwakilan dari warga muslim Kota Manado. Beliau merupakan salah satu tokoh yang disengani dari umat muslim,” tandas KDP.


AI YAKIN BERSAMA JIMMY
Harley Mangindaan-Jimmy Asiku optimis membangun Kota Manado menjadi lebih baik. Usungan Partai Gerindra dan Partai Hanura ini mendaftar ke KPU Manado sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota, Selasa (28/7).

“Saya siap bertarung di Pilkada tetapi tetap menjalankan tugas sebagai Wakil Walikota karena belum selesai masa jabatan. Tentu saja hubungan saya dengan siapapun semuanya baik-baik saja," jelas Ai, sapaan akrab Harley Mangindaan Mangindaan, yang didampingi istri tercinta Seyla Kudati saat mendaftar.

Apa yang belum selesai dikerjakan, ke depan bersama Jemmy Asiku akan dioptimalkan dan dibenahi. “Saya yakin dan mampu tapi yang pasti bersama warga Kota Manado untuk siap optimalkan pembangunan di Kota Manado,”  tutur Mangindaan.

Semboyan ‘torang samua bersaudara’ harus menjadi perekat dalam menghadapi Pilkada serentak di Kota Manado.

“Jadi tidak ada cerita harus menjelekan calon lain. Kita semua bersaing sehat dan teman-teman dan relawan saya dan Jimmy Asiku tetap yakin dan tenang memenangkan Harley Mangindaan dan Jimmy Asiku,” ujarnya.

Bersama Harley Mangindaan, Jimmy Asiku siap memenangkan Pilkada Manado 2015 nanti untuk melayani seluruh warga Kota Manado.

“Kita sudah sepakat siap bersama karena tadi juga sudah melalui proses dalam tahapan pendaftaran sesuai ketentuan KPU,” pungkas Asiku.  


DIDAMPINGI MOR, GSVL SIAP LANJUTKAN
Pemagang mapatu Partai Demokrat Sulut, GS Vicky Lumentut (GSVL) akhirnya dipercayakan DPP Partai Demokrat untuk menunggangi Bintang Mercy dalam Pilkada Manado bersama pendampingnya Mor Bastian. SK DPP Partai Demokrat diteken oleh Susilo Bambang Yudhoyono, pada Selasa 28 Juli 2015 dini hari.

Nada optimis meraih sukses dalam pesta demokrasi nanti dan penegasan komitmen untuk mendorong Manado terus bergerak dalam laju pembangunan, menggema. Di tangan GSVL-MB, Kota Manado akan tetap dipertahankan menjadi kota yang menyaingi kota-kota besar lainnya di Indonesia.

8 Program andalan yang telah dijalankan GSVL sebagai Walikota akan terus dilanjutkan. “Saya akan melanjutkan 8 program yang sudah dilakukan dengan melakukan perbaikan. Pertahankan yang sudah bagus dan kita akan tingkatkan yang masih kurang,” lugas GSVL.

“Saya ingin Kota Manado menjadi semakin cerdas. Karena itu, pendidikan dan kesehatan menjadi bagian yang perlu diperhatikan khusus,” sambungnya.

Sorakan para pendukungnya mengaminkan lontaran komitmen GSVL-MB. “Lanjutkan. Lanjutkan membangun Manado ke arah yang lebih baik. Kita optimis, kesejahteraan dan kesuksesan akan dinikmati warga Kota Manado di tangan GSVL-Mor Bastian. Manado harus cerdas,”  teriak Falandy Limpele.


BEREBUT PENDUKUNG
Pertarungan ‘saudara sedarah’ tak terhindarkan. Pilihan jalan harus membuat mereka berbeda di gelanggang Pilkada Manado. Calon partai Golkar, Jimmy Rimba Rogi dan jagoan PDIP yang merupakan kader Golkar, Hanny Joost Pajouw (HJP), harus saling berduel. Kandidat Partai Demokrat, GS Vicky Lumentut (GSVL) dan putra pimpinan DPP Partai Demokrat, Harley Mangindaan, tak bisa menghindari pertarungan. Saling berhadapan harus jadi pilihan untuk membuktikan siapa yang terbaik.

“Imba dan HJP terikat kuat di Golkar. Walau Imba yang diusung Golkar, massa Beringin pasti terbelah. HJP yang anggota Fraksi Golkar di DPRD Sulut, mungkin tak menginginkan situasi ini terjadi tapi pilihan sulit yang diambil membuatnya harus bertarung melawan Panglima,” nilai pengamat politik Sulut, Franky Mantiri.

“Suara partai Demokrat juga bisa terpecah. Kekuatan partai akan mengalir ke GSVL dan Ai. Walikota dan Wakil Walikota incumbent usungan Partai Demokrat sebelumnya, yang sebenarnya bisa menghindari persoalan ini jika meyatu kembali. Namun pilihan juga harus membuat mereka saling berhadapan. Tinggal waktu yang akan membuktikan siapa yang terbaik,” terangnya.

Kondisi ini akan membuat pertarungan menjadi imbang. Strategi yang dimainkan akan menjadi penentu kemenangan. “Imba, HJP, GSVL dan Ai, semuanya kans menang. Masing-masing punya massa militan. Kalau massa pendukung terurai rata, tinggal strategi yang akan menentukan kemenangan,” urai Mantiri.

“Namun fakta saling merebut pendukung di internal Golkar dan Demokrat tak akan juga terhindarkan. Ini jelas berpotensi gesekkan, memanaskan masing-masing kubu. Tapi potensi itu justru harus mampu diolah agar bisa dimanfaatkan untuk meraih pendukung terbanyak. Harus diakui, Demokrat dan Golkar pemenang di Manado. Jadi massanya juga banyak dan jelas menentukan,” kuncinya. (media sulut)



Sponsors

Sponsors