Foto: Chres Paendong.
Tak Akomodir Kader Yang Diusulkan, PKPI Bitung 'Pecah'
Bitung, ME
Keputusan Dewan Pimpinan Nasional PKP Indonesia (DPN PKPI) yang menetapkan pasangan calon Walikota Hengky Honandar, SE dan Wakil Walikota Fabian Kaloh, untuk maju dalam pertarungan dalam pilkada Bitung, ternyata tidak mendapat dukungan dari seluruh pengurus yang ada. Hal ini diungkapkan Ketua Penjaringan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung DPK PKPI Kota Bitung, Chres Paendong saat berada dikantor KPUD Kota Bitung, Minggu (26/7).
Ia mengatakan, DPN PKPI tidak menghargai tahapan tim penjaringan yang telah bekerja keras menjaring pasangan calon walikota dan wakil walikota yang sudah diusulkan ke DPW PKPI dan DPN PKPI.
”Saya sangat kecewa dengan keputusan itu yang seharusnya mengakomodir kader partai yang potensial untuk bisa bertarung dalam pilkada tetapi justru yang keluar bukan kader partai. Dari keputusan itu kemudian hampir semua pengurus PAC PKPI di kecamatan dan kelurahan tidak mendukung keputusan tersebut. Jadi, kedepan kita akan lihat apakah kader PKPI semuanya mendukung atau tidak dengan keputusan tersebut. Ini telah terjadi perselingkuhan politik tingkat tinggi," ucapnya.
Lanjut Paendong, hanya ada satu PAC yang bakal mendukung pasangan Hengky Honandar-Fabian Kaloh. Sedangkan tujuh PAC lainnya, kata dia, bakal berpaling ke pasangan calon lain karena menganggap pasangan Honandar-Kaloh bukan kader PKPI yang direkomendasikan partai.
“Saya pastikan, dukungan delapan PAC terhadap pasangan Honandar-Kaloh yang telah direkomendasikan DPN sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota Bitung dari PKPI tidak bulat karena faktor kekecewaan," katanya.
Dirinya menambahkan, PAC yang nantinya mendukung pasangan Honandar-Kaloh hanya PAC Lembeh Utara sedangkan PAC lainnya bakal terbagi. “PAC Madidir sendiri hingga saat ini masih ngambang dan belum menentukan sikap, bakal mendukung pasangan mana ?” tutupnya.(Ray)



































