Foto: Ilustrasi.
Said Sebut Wakil Bisa Jadi Penentu Kemenangan di Pilwako Bitung
Bitung, ME
Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2015 yang dilakukan secara serentak di Indonesia, desember mendatang. Kota Bitung masih disibukkan dengan siapa calon walikota (cawali). Mereka belum masuk siapa yang akan menjadi wakilnya, semua figur masih sibuk memburu kendaraan politik.
Padahal, sosok wakil merupakan figur tak kalah penting dalam meningkatan elektabilitas, dan popularitas. Hal ini mampu mempengaruhi kemenangan. Kelebihan figur wakil bisa menutupi kelemahan cawali yang akan diusung, bahkan menjadi penentu kemenangan. Hal ini disampaikan pemerhati politik adrian Said kepada manadoexpress.co, Kamis (27/7).
Menurutnya, waktu tersebut harus digunakan semua figur yang ingin bertarung. Untuk itu, setiap calon walikota harus bisa menentukan siapakah pasangannya dengan baik.
“ Salah memilih pasangan bisa menjadi bencana bagi calon walikota. Hal ini juga berlaku bagi calon wakil, mereka harus jeli untuk menerima tawaran sebagai wakil,” ujarnya.
Menurutnya, calon walikota diharapkan mawas diri dan selektif dalam menentukan pasangannya. " Salah memilih akan menyesal lima tahun, karena harapan kemenangan di depan mata hilang dari pandangan. Realitas politik ini harus disadari semua kandidat bakal calon walikota, untuk memilih pasangan yang bisa diterima masyarakat.
Saat ini beberapa figur calon walikota yang sangat potensial untuk menang cukup banyak, baik politisi seperti Maurits Mantiri (MM), Hendrik K. Luntungan (HKL), Aryanti Baramuli Putri (ABP), dan Pricilla Cindy Wurangian (PCW) Sedang dari birokrat, ada incumbent wakil walikota Bitung M. J. Lomban, dan Sekretaris Kota Bitung Edison Humiang serta kalangan pengusaha seperti Hengky Honandar, Anthonius Supit, Stefanus Pasuma dan Lina Utiarachman.
“Kemungkinan nama tersebut masih bisa berubah dan bertambah. Hal ini ditentukan peluang dan ruang koalisi yang dibangun. Apakah akan melebar atau menyempit. Sementara untuk independen ruang politik masih sangat terbuka lebar, namun peminatnya sangat minim. mereka harus memenuhi persyaratan administrasi dan lolos verifikasi faktual,” paparnya.
Menurutnya, Calon wakil walikota yang mempunyai peluang maju adalah dari kalangan birokrat. Mesin jaringan pemerintahan dan pengalaman selama menjadi pejabat. Menjadi modal utama dalam penggalangan suara. Kekuatan birokrasi dinilai mampu menembus seluruh desa - desa dan kecamatan. Ini menandakan bahwa, calon wakil walikota dari pemerintahan memiliki basis sosial dalam melengkapi kemenangan.
“Jika kita membedah kekuatan calon wakil walikota di masyarakat, tentunya kita perlu membedah mulai dari latar belakang, track record dan basis sosialnya. Jika calon walikota salah dalam memilih pasangannya. Maka akan berdampak pada peluang dan probabilitas kemenangan. Calon wakil walikota yang dipilih jangan sampai melemahkan, tetapi harus bisa menguatkan calon walikotanya,” ujarnya.
Ia pun menambahkan beberapa figur yang potensial dikalangan birokrat seperti Fabian Kaloh (Asisten I), M. Yusuf Sultan (Mantan Kepala Lapas Klas II Bitung), Yoke Senduk (Sekretaris DPRD Bitung), dan Arnold Karamoy (Kadis Perhubungan) kota Bitung. Dikalangan politisi ada Yondries Kansil, Lukman Lamato, Gunawan Pontoh, Superman Boy Gumolung dan Victor Tatanude sedangkan untuk kalangan pengusaha yaitu Maya Dundu, Laurensius Supit dan Dameria Lumempouw Hutagaol.(Ray)



































