Foto: Harley Benfica Mangindaan (Kiri) dan Godbless Sofcar Vicky Lumentut (kanan).
VICKY-AI RESMI BERSANDING KEMBALI?
DIISUKAN JEMPUT BERSAMA SK DI DPP
Manado, ME
Pusat pemerintahan Kota Tinutuan gempar. Godbless Sofcar Vicky Lumentut dan Harley Benfica Mangindaan, resmi bersanding kembali di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado. Rumor Vicky-Ai part two itu berkembang luas di Kantor Walikota Manado, Senin (13/7).
Duo incumbent di ibukota Provinsi Sulawesi Utara itu dikabarkan tengah berada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Keduanya diisukan akan menjemput Surat Keputusan (SK) sebagai calon walikota dan calon wakil walikota Manado dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Kabar burung Vicky-Ai jilid dua itu jadi trending topic pergunjingan di kalangan PNS Manado. Pro dan kontra menyembul. Itu menyusul tensi tinggi yang telah ikut menyeret para abdi negara ke rana politis.
“Kami dengar Pak Wali (Vicky, red) dan Wawali (Ai, red) lagi sama-sama jemput SK pencalonan di DPP Demokrat. Katanya keduanya, akan disandingkan lagi di Pilkada Manado,” beber sejumlah PNS Manado, yang meminta namanya untuk tidak diberitakan.
“Kalau itu sampai terjadi, tentu akan lebih bagus. Supaya tidak ada lagi kubu-kubuan yang sering berdampak pada tugas-tugas keseharian,” sambung beberapa abdi negara yang umumnya dari kaum perempuan itu.
Mereka tak memungkiri sering dihantui kegamangan kala melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara. “Kalau ikut kegiatan Pak Walikota dibilang pro Pak Wali. Begitu juga ikut kegiatan Pak Wawali di bilang pendukung Wawali. Malah ada yang sebut plin plan. Padahal itu memang sudah tugas kita. Jadi serba salah,” keluh mereka lagi.
“Bukannya mau masuk ke rana politik praktis. Tapi kalau Pak Wali dan Pak Wawali maju bersama lagi, tentu akan kami dukung. Kan sudah terbukti, keduanya berhasil membangun Manado,” kunci para PNS itu secara kompak sambil menebar senyum.
Pun begitu, ada pula PNS yang kurang sepakat. “Lebih baik, Pak Wali dan Wawali, maju sendiri-sendiri sebagai calon walikota. Imej yang ada dibenak publik saat ini, keduanya akan bertarung. Apalagi masing-masing pendukung sudah saling menyerang serta menciptakan isu kurang sehat. Bisa saja ketika keduanya menyatu, banyak pendukung yang menolak. Itu bisa merugikan keduanya,” tanggap salah satu PNS senior di Manado.
“Kecuali, keduanya mampu meyakinkan pendukungnya serta bisa merangkul tim-tim pemenangan yang sudah terlanjur terbentuk,” kunci pamong yang juga enggan namanya dipublis.
EFEK IMBA
Peluang Vicky-Ai diusung kembali di Pilkada Manado, menganga lebar. Itu menyusul sikap politik Jimmy Rimba Rogi untuk maju bertarung dalam pesta demokrasi di Kota Tinutuan, pasca Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengizinkan mantan narapidana bisa mengikuti pilkada.
Figur sang Panglima, sebutan Imba, dianggap masih sangat berpengaruh di Manado. Mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulut serta eks Walikota Manado itu, dinilai memiliki kemampuan untuk mempersatukan kekuatan Beringin di Ibukota Provinsi Sulut.
“Bisa saja DPP mengusung kembali pasangan Vicky-Ai di Pilwako Manado. Faktor Imba akan maju di Pilkada Manado itu sangat berpengaruh,” tanggap Taufik Tumbelaka, salah satu pemerhati politik pemerintahan Sulut kepada media ini tadi malam.
“DPP Demokrat pasti akan hitung-hitungan. Mengingat dari 9 Pilkada di Sulut, peluang terbesar Demokrat untuk menang ada di Kota Manado,” sambung jebolan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.
Vicky dan Ai disebut sebagai figur yang sangat potensial. “Vicky itu merupakan kader terbaik Demokrat. Selain sebagai Ketua DPD Demokrat Sulut dan incumbent, Vicky saat ini selalu nangkring ditempat teratas dalam setiap survei calon walikota. Baik dinomor urut satu atau dua. Jadi beliau layak mendapat hak istimewa dari partai,” urai Taufik.
Serupa dengan Ai. “Sedangkan Ai itu bukan kader demokrat. Tapi ia sudah sangat populer. Apalagi, ada nama besar EE Mangindaan di belakangnya. Salah satu petinggi di Partai Demokrat. Hasil survei pun sangat meyakinkan. Ai juga selalu berada diurutan pertama dan kedua. Jadi ia juga sosok yang potensial,” terangnya lagi.
“Jadi sinyalemen DPP akan menyandingkan kembali Vicky-Ai itu sangat berpeluang terjadi. Itu kemungkinan untuk mengantisipasi majunya Imba. Politik kan dinamis,” sambung Taufik.
Sosok Imba dinilai merupakan ancaman serius di Pilkada Manado. “Jika Imba benar-benar maju, maka pertarungan di Pilkada Manado pasti akan sangat sengit. Apalagi, bila Imba disandingkan dengan calon wakil walikota yang juga populis. Akan sulit memprediksi siapa pasangan calon yang akan menjadi pemenang nanti. Suka atau tidak suka, Imba itu masih banyak disukai masyarakat, meski bekas narapidana,” papar putra Gubernur pertama Sulut itu.
Pun begitu, ada ganjalan yang akan dihadapi, bila Vicky-Ai kembali disandingkan. Mengingat ada oknum-oknum pendukung di kedua kubu yang sudah terlanjur saling sering serta melakukan kampanye-kampanye hitam. “Pertarungan politik Vicky-Ai sudah masuk ke wilayah yang kurang sehat atau sedikit diluar koridor. Ada isu-isu negatif yang dilempar masing-masing oknum pendukung ke publik. Itu bisa bisa berdampak bila keduanya disatukan lagi,” ujarnya.
Ancaman itu bisa diantisipasi, bila keduanya mampu meyakinkan pendukungnya masing-masing. Utamanya kepada pendukung yang fanatik. “Sekaligus jadi ujian bagi keduanya bila benar-benar diusung satu paket lagi. Dan itu harus dilakukan secepatnya,” timpalnya.
Ia pun sulit memprediksi, pasangan calon pemenang di Pilkada Manado bila Imba akan maju. “Apalagi, PDIP juga ngotot untuk rebut kemenangan di Pilkada Manado. Ibukota Provinsi sudah jadi target utama Moncong Putih. Tentu mereka juga akan mengusung kader potensial. Jadi sekali lagi, Pilkada Manado tahun ini akan sangat sengit dan panas,” kata Taufik berapi-api. “Itu semua tinggal tergantung ada strategi yang akan dimainkan partai. Mana yang unggul, itu yang berpotensi jadi pemenang,” kuncinya
DPD RESTUI
Desas-desus yang menyebut Vicky-Ai sama-sama berangkat ke DPP Partai Demokrat terjawab. DPD Partai berlambang bintang mercy ikut membenarkan.
“Ya, Pak Vicky dan Bung Ai ada ke DPP,” ungkap Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulut, Marthen Manuel Manoppo, kala dikonfirmasi, Senin (13/7) siang.
Ia pun tak menampik, peluang Vicky-Ai akan disandingkan kembali oleh DPP di Pilkada Manado. “Feeling saya seperti itu. Karena itu juga merupakan harapan dan keinginan dari kader,” bebernya lagi.
Disinggung soal isu, Vicky-Ai ke DPP untuk menjemput SK pencalonan sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota dari Demokrat, Marthen belum bisa memastikannya. “Saya akan coba konfirmasikan dulu ke Pak Ketua (Vicky, red). Kalau sudah ada jawaban, akan saya beritahukan sebentar,” tandasnya.
Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Wakil Ketua DPRD Sulut itu, tak kunjung menyampaikan hasil konfirmasinya ke media ini. Berulang kali dihubungi via telepon genggam tadi malam, tak direspon.
Sementara Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Manado, Fecky Gandey kala dimintai keterangan terkait hal yang sama, enggan mengomentari lebih jauh. “Sebaiknya dikonfirmasikan ke DPD saja. Mereka yang lebih berkompeten. Mengingat setiap SK yang turun ke DPP, itu melalui DPD dahulu baru ke DPC,” singkatnya.
Pun begitu, Gandey menyebut Ai tengah berada di Manado. “Setahu saya, Wawali (Ai, red) ada di Manado. Saat ini beliau ada di Kampung Merdeka Manado,” timpalnya.
Harley Ai Mangindaan ketika dikonfirmasi via short message services (SMS) menjawab pendek. “Saya di Manado,” singkat Ai tanpa mau menanggapi lebih jauh. Sementara Vicky Lumentut sendiri, hingga berita ini naik cetak belum dapat dikonfirmasi. (media sulut)



































