DRAMA JEGAL BEREBUT KENDARAAN


Manado, ME

Jalur menuju pemilihan kepala daerah (Pilkada) semakin membara. Drama perebutan kursi singgasana dan jatah pendamping calon ‘mapatu’ kian tajam. Manuver tuk menerobos berbagai jalur menuju pengendali tongkat  kebijakan partai politik (parpol) lebih intens diperagakan. Adegan saling jegal tak terhindarkan. Teman karib di internal partai sekalipun jadi target untuk dilumpuhkan. Namun tak sedikit juga yang kini tinggal membuka tangan, berharap keajaiban ketika kelopak mata menjemput fajar.

Di ajang pemilihan gubernur (Pilgub), PDIP menjadi parpol  yang terlihat melangkah lebih maju. Calon gubernur (cagub) telah ditetapkan. Olly Dondokambey, Ketua Dewan Pimpinana Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Utara (Sulut) jadi pilihan satu-satunya. Namun siapa calon pendamping yang berhak bersanding dengan Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP itu, belum ada kata pasti.

Usai mendaftar secara resmi melalui tim penjaringan DPD PDIP Sulut, Kamis (2/7)-Sabtu (4/7), sejumlah kader banteng dan bakal calon (balon) eksternal harap-harap cemas. Menanti beberapa tahapan penjaringan lainnya, sembari bermimpi bisa berjalan beriringan bersama Olly Dondokambey di punggung banteng hitam. Beriringan dengan itu, komunikasi politik bersama petinggi PDIP dilakukan secara ketat.

“Kita tetap intens berkomunikasi dengan pak Olly Dondokambey dan para petinggi PDIP. Baik di DPD Sulut maupun di DPP,” ungkap salah seorang balon Wakil Gubernur yang mendaftar di PDIP, sembari meminta namanya disimpan.

Partai Golkar berhak mengusung jagoan namun kegalauan masih menyelimuti para kandidat. Konflik internal yang masih mendera membuat tembok ganjalan menghadang. Apalagi pihak penyelenggara Pilkada telah menegaskan tidak akan mengakomodir parpol yang masih bermasalah.

Partai Demokrat dan Gerindra juga belum bernafas lega. Walau hanya butuh beberapa kursi tambahan untuk bisa mengusung calon, keduanya tetap masih bekerja keras. Para balon yang mendaftar di dua kekuatan ini pun ikut-ikutan terjangkit ‘penyakit’ galau.

Di jalur independen, pasangan Jimmy Walewangko dan Teddy Manueke yang berhasil menang di sidang sengeta pemilu pun masih menanti ‘mujizat’. Kesempatan yang diberikan untuk memasukkan berkas syarat dukungan hari ini, tak otomatis membawa keduanya ke jajaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur di arena Pilgub. Tahap verifikasi masih menghadang.


BEREBUT PARPOL DI MINUT
Dari 7 Kabupaten/Kota yang akan menghelat Pilkada, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi salah satu yang paling panas. Kondisi itu semakin terlihat jelang parpol-parpol menetukan siapa nama yang akan diusung.

Calon yang ingin maju mulai memperebutkan kendaraan. Partai pengusung sampai harus melakukan berbagai strategi politik untuk membaca ulang peluang demi memenangkan pertarungan. Seperti yang diperagakan PDIP. Hingga kini banteng Minut masih menunggu penetapan pusat. Berhembus kabar, persaingan mulai mengkristal.  Sejauh ini tinggal dua pasang calon yang bersaing, Sompie Singal-Denny Lolong dengan Paul Nelwan-Adriana Dondokambey. Pengurus DPC PDIP Minut juga sampai saat ini belum berani memastikan siapa yang akan diusung partai.

"Kalau dari PDIP tunggu saja penetapan sampai tanggal 15 juli," ucap Ketua DPC PDIP Minut, Denny Lolong, Minggu (5/7).
Menarik juga disimak, sejumlah partai pengusung mulai mematenkan pasangan calon. Bisa dilihat di koalisi Hanura-PKPI yang mengarah ke penetapan Mahabarata (Masyarakat Harapkan Baramuli Tamengkel). Informasi mencuat, pasca Yulisa Baramuli tak diakomodir di bursa banteng moncong putih, dirinya langsung merapat dan menjalin komunikasi dengan Ketua Umum Partai Hanura dan PKPI. Sehingga walaupun pendaftaran Hanura-PKPI sudah ditutup akhirnya dibuka kembali, untuk menerima pendaftaran Tamengkel dan Baramuli. Keduanya langsung mendaftar di pusat.

"Pendaftaran itu sengaja kami buka kembali karena sudah ada instruksi pusat dan sebagai pengurus tentunya hanya menjalankan amanat pusat," ungkap Ketua DPC Partai Hanura Minut, Frans Matteuw.
Sabtu (4/7), Hanura-PKPI telah melakukan fit and proper test bagi pasangan calon yang akan menggunakan kendaraan kedua partai tersebut.

“Mekanisme penjaringan telah selesai dilakukan dan bagi bakal calon yang tidak ikut fit and proper test otomatis tidak bisa diakomodir,” terang Ketua PKPI Minut, Denny Sompie.

Sampai ditutup, sudah ada 6 kandidat yang ikut, yakni Vonny Anneke Panambunan, Denny Sompie, Yulisa Baramuli, Patrice Tamengkel, Harold Sampelan dan Itje Rumambi. "Tapi semuanya tinggal tunggu keputusan DPP dan hasil FPT ini akan diserahkan ke pusat," jelas Sompie.

Koalisi parpol lain juga sepertinya akan tersaji di Partai Gerindra yang telah menjalin komunikasi dengan Demokrat. Komunikasi ke arah koalisi sudah tercipta tapi keputusan berada di tingkat DPP.

“Kami berharap bila koalisi itu terjadi, Demokrat bisa kembali menjadi partai pemenang pilkada yang mencapai hattrick dalam Pilkada Minut,” kata Bendahara DPC Demokrat Minut, Denny Mawuntu.

"Bisa saja terjadi bila ada calon yang mampu menjamin kemenangan di Pilkada, dia itu yang akan diakomodir," jelasnya.


DI MANADO MERUNCING DAN MEMANAS
Siapa yang akan disodok sebagai Calon Walikota (Cawali) Manado dari sejumlah partai semakin terang. Memasuki pekan penentuan ini, parpol  semakin intens melakukan pendekatan sampai ke tingkat pusat. Begitu juga nama kandidat yang terusul semakin kencang berhembus.

Kubu PDIP kian mengerucut. Siapa jagoan akhir untuk dilibatkan dalam percaturan, meletup nama Richard Sualang dan Andrei Angouw di internal. Keduanya harus bersaing dengan figur eksternal, Hanny Joost Pajouw (HJP). Bahkan ada kabar internal partai menyebutkan, HJP sendiri ikut hadir dalam sekolah politik yang digelar DPP PDIP.

“Sampai hari ini (kemarin malam, red), belum ada kepastian siapa yang ditunjuk DPP,” ungkap Sekretaris DPC PDIP Manado, Novi Lumowa, Minggu (6/7).

SK baru akan dijemput di DPP beberapa hari ke depan. “Saya berkata fair saja bahwa siapa pun yang diusung partai belum ada jawaban pasti. Kemungkinan di tanggal 10-11 ini kami bisa saja datang menjemput SK di DPP,” katanya.

“Saya sendiri yang akan membawa calon kami ke KPU Manado dan sekarang belum ada di tangan,” ujarnya.

Sementara itu, potensi kandidat tiga srikandi Partai Gerindra mulai menebar keseriusan. Maudy Manoppo dan Telly Tjanggulung gesit ‘menggerus’. Besar kemungkinan, Manoppo sebagai Ketua DPC Gerindra Manado diusung. Tjanggulung sendiri akan didorong sebagai Wakil Walikota. Nama Esther Lambey kans tergusur karena dirinya diketahui mendaftar di PAN Manado.

Ketua Pemenangan Partai Gerindra, Mona Kloer, ketika coba ditanyai,  mengelak kalau hasilnya sudah ada. “Belum ada sampai sejauh ini. Tapi, jika informasinya telah ada pasti kita kasih,” janji Kloer.


KETIDAKPASTIAN DI BOLTIM
Drama kegalauan kuat membekap Kabupaten Bopaang Mongondow Timur (Boltim). Teranyar, para balon yang berniat maju nampaknya masih berdiri di posisi ‘bertahan’. Tak ada perubahan signifikan.


Dari informasi yang dirangkum, untuk petahana Sehan Landjar, semenjak terdepak dari partai Hanura, kini masih terus melakukan lobi-lobi di wilayah DPP. Menempel PAN, Gerindra bahkan Hanura yang telah menjegalnya.

Kabar pasti baru ada pada sosok Sachrul Mamonto dan Medy Lensun. Tiket dari PDIP telah dikantongi. Koalisi bersama PAN pun terbuka. Sementara untuk nama lainnya seperti Herri Mamonto, Sehan Mokoagow, Umar Mamonto, belum nampak secara kasat mata partai yang siap mengusung. Informasi internal Beringin, Sehan Mokoagow bakal maju melalui partainya sendiri, Golkar.

Selain PDIP-PAN, keputusan di ujung komunikasi antara sejumlah parpol belum terangkum. Seperti yang terlontar dari Ketua Nasdem, Ismail Mokodompit.  “Kami belum menentukan sikap mau berkoalisi dengan partai mana untuk mendukung calon siapa. Hanya saja jika terpaksa bisa terjadi menyerahkan 'kapal' namun tanpa penumpangnya. Kita masih melihat perkembangannya,” ujar Is.


BALON DI BITUNG MULAI RESAH
Para balon Walikota dan Wakil Walikota Bitung masih harap-harap cemas. Menunggu kepastian parpol yang menggantung nasib pencalonan mereka menuju Pilkada Desember mendatang. Hingga kini, baru partai Nasdem yang mengeluarkan rekomendasi. Itu pun masih menjadi buah pertentangan kader internal.

“Rekomendasi yang diberikan Nasdem kepada Max Lomban masih jadi polemik di internal DPD karena mayoritas kader masih ngotot untuk mencalonkan Anthonius Supit yang dianggap punya andil besar membesarkan partai Nasdem di Kota Bitung,” ungkap pengamat politik, Raynaldy Pratama.

Nasib setali tiga uang dialami juga para balon lainnya, Maurits Mantiri, Hendrik K. Luntungan dan Cindy Wurangian. “Maurits Mantiri tentunya berharap diakomodir PDIP. Hendrik Luntungan oleh Demokrat atau Gerindra dan Cindy Wurangian Golkar. Tapi sampai kini belum ada kepastian,” terangnya.

PDIP SIAP, PARGAP MENANTI DI BOLSEL
Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), PDIP sudah dipastikan mencalonkan kembali Hi Herson Mayulu. Diduetkan dengan Isknadar Kamaru. Kans kembali berjaya pun terbuka bagi banteng yang bisa mengusung tanpa koalisi. Apalagi pesaing utama sedang ‘keok’.

“Yang paling siap menghadapi Pilkada PDIP. Partai besar lainya (Golkar) masih menghadapi konflik internal," nilai pengamat politik, Zainal Van Gobel.

Koalisi gabungan Partai Hanura, PAN, PPP dan Gerindra tak mau kalah. Figur terbaik mulai disiapkan namun koalisi Harapan masih juga berkutat di wilayah lobi-melobi. “Masing-masing partai koalisi sementara melakukan lobi-lobi untuk menentukan siapa calon yang akan diusung. Untuk PAN sendiri, masih menunggu hasil survei internal," jelas Ketua DPD II PAN Bolsel, Ajas Yasin.

Nyanyian senada didengungkan Ketua DPD II Gerindra, James Lontoh. “Kesepakatan bersama sudah mendekati final tentang siapa figur yang akan dicalonkan. Intinya kita akan siapkan calon," jelas Lontoh serius.

Menarik untuk disimak adalah bakal calon jalur perseorangan. Pasangan Haris Kamaru dan Yusuf Mooduto. Keduanya telah memasukan dukungan namun nasib pasangan Haykim ini tergantung hasil verifikasi faktual yang akan berkahir Senin (6/7) hari ini. Maklum,  dukungan pasangan kedua figur ini justru banyak mendapat komplain masyarakat. Alasannya, warga tak pernah merasa memberikan dukungan tetapi justru copian KTP ada di dokumen dukugan. Terindikasi, ribuan KTP didapat dari copian saat pembangian jatah tabung elpiji 3 kg beberapa waktu lalu.
"Kita serahkan saja ke KPU. Nanti mereka saja yang memutuskan," tutur Haris Kamaru .


KOALISI BANTENG-BERINGIN MINSEL SULIT TERBENDUNG
Pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati tinggal dua pekan lagi. Namun, di Minahasa Selatan (Minsel)  baru koalisi PDIP dan Golkar yang telah memastikan usungannya. Nama incumbent Christiany Euginia Paruntu akan dipasangkan dengan Sekretaris DPD PDIP Sulut, Frangky Donny Wongkar.

Informasi yang berhasil dirangkum, pasangan CEP-FDW telah mendapat restu, baik dari DPP PDIP maupun DPP PG. Bahkan dari sumber yang layak dipercaya, pasangan tersebut telah mengantongi SK untuk berjibaku pada Pilkada Minsel.

“Ya, mereka memang telah mengantongi SK dari DPP PDIP dan ini merupakan hasil spektakuler karena untuk Minsel sendiri baru saat ini PDIP dan PG berkoalisi dalam Pilkada,” ungkap sumber yang merupakan salah satu pengurus DPC PDIP Minsel.

Poros kekuatan lain yang dibangun Partai Demokrat, Gerindra, Hanura, Nasdem, PAN hingga kini belum memastikan siapa calon yang akan diusung membendung keperkasaan CEP-FDW.

“Demokrat sendiri tetap akan mengusung pasangan calon untuk Pilkada nanti. Kami sementara menyeleksi berdasarkan apa yang menjadi kerinduan dan harapan rakyat,” ujar Gino Rumokoy, politisi senior Demokrat di DPRD Minsel.

“Di samping kader internal, ada juga kader eksternal yang memiliki kapabilitas dan kapasitas mumpuni untuk Minsel yang lebih baik ke depan. Memiliki visi dan misi yang terbukti mampu mengelolah kabupaten ini dengan benar,” tegasnya.

Disentil soal kebenaran wacana pargab untuk menyatukan mantan Bupati Minsel Ramoy Markus Luntungan dan Jhon R Sumual sebagai jagoan mereka, Rumokoy terkesan enggan memberikan komentar lebih. ”Kita lihat saja nanti. Yang pasti kami sudah siap,” tutup Rumokoy. (mediasulut)



Sponsors

Sponsors