PERUATI Gelar Konsultasi Nasional 'Teologi Rahim'
Respons Persoalan Kemanusiaan dan Ekologis
Tomohon, ME
Cengkraman persoalan kemanusian, lingkungan dan alam (ekologis) terhadap dunia, terus menjadi keprihatinan berbagai kalangan, di antaranya Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (PERUATI). Merespons persoalan-persoalan tersebut, Badan Pengurus Daerah (BPD) PERUATI Minahasa kembali menggelar serangkaian aktivitas kampanye.
Agenda ini diawali dengan kegiatan Konsultasi Nasional bertema ‘Teologi Rahim’ dan sub tema ‘Menghadirkan Allah Yang Penuh Rahmat dan Belas Kasih Kepada Semua Ciptaan-Nya’, 28 - 29 Mei, di Jemaat GMIM Imanuel Walian Tomohon.
“Tujuan kegiatan ini dalam rangka HUT PERUATI ke-18. Pesertanya mewakili BPD PERUATI Bolmong, Gorontalo, Sangihe, Sitaro, Sumba, Jabodetabek, Banggai Kepulauan dan anggota-anggota PERUATI Minahasa, para teolog dan mahasiwa teologi,” terang Ketua Panitia Konsultasi Pdt Rita Dalos M.Teol, Sekretaris Pdt Linda Giroth M.Teol dan Bendahara Pdt Marlyn Wongkar S.Th.
Ketua Pengurus Pusat PERUATI, Pdt Ruth Awondatu-Wangkai M.Th menjelaskan, Teologi Rahim merupakan pengembangan wacana pemikiran teologi di Indonesia untuk merespons masalah-masalah kemanusian juga lingkungan dan alam. “Itu juga konter terhadap teologi konvensional atau tradisional yang cenderung tidak kontekstual. Tema dan sub tema konsultasi ini digagas dari berbagai perspektif: biblis, teologi feminis, teologi rahim, Lesbian Gay Bisexual and Transgender (LGBT), perspektif budaya Minahasa, katolik,” paparnya.
“Kita juga akan menggelar lokakarya ‘Membaca Alkitab Dengan Mata Baru’ 30-31 Mei di kompleks perumahan bapak Olly Dondokambey, Keluarga Dondokambey-Tamuntuan di Kolongan Kalawat. Puncak perayaan HUT akan digelar pencanangan ‘green village’ di jemaat GMIM Syalom Paniki Atas. Kita juga akan gelar ibadah bersama jemaat dengan menggunakan liturgi bernuansa ekologis. Ini bentuk dari kepedulian PERUATI untuk melestarikan alam dalam bentuk kampanye,” tambah Ketua BPD PERUATI Minahasa ini.
Konsultasi yang mengkaji tema ‘Teologi Rahim’ dari berbagai perspektif ini menghadirkan pembicara dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) seperti, Wakil Sekum Pdt Liesje Tamuntuan-Makisanti S.Th M.Si dan Sekretaris Eksekutif Departemen Perempuan dan Anak Pdt Chrisye Gosal STh. Dari perspektif LGBT Pdt Drs Stephen Suleeman Th.M dosen STT Jakarta, perspektif Teologi Feminis Anna Marsiana dari Asian Women's Resource Centre for Culture and Theology (AWRC), perspektif masyarakat adat Pdt Emmy Sahertian dari Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), perspektif biblis Perjanjian Baru Pdt DR Lientje Pangaila-Kaunang, Perjanjian Lama Pdt DR Sintje Marentek Abram, persepektif budaya Denni Pinontoan dan Fredy Wowor dari Mawale Movement, perspektif Katolik DR Ricardo Renwarin pr, perspektif perempuan dan LSM Dra Jull Takaliuang dari Yayasan Suara Nurani. (rikson karundeng)
Foto: Peserta dan pemateri Konsultasi Nasional Teologi Rahim di Tomohon.



































