Pers-Min Wadahi Diskusi Bedah Buku 'Memerdekakan Tou Minahasa'


Tondano, ME : Stand Komunitas Pers Minahasa (Pers-Min) di lokasi Pameran Pembangunan di Stadion Maesa Tondano, Kamis (7/11/2013), diramaikan oleh kehadiran sejumlah aktivis, tokoh agama, akademisi, pemerhati dan pegiat kebudayaan di Minahasa yang diundang dalam acara diskusi bedah buku yang berjudul "Memerdekakan Tou Minahasa".

 

Diskusi yang disponsori oleh Komunitas Pers Minahasa (Pers-Min), bersama Gerakan Minahasa Muda (GMM), Gerakan Mahasiswa (GEMA) Minahasa, dan Mawale Movement ini bertujuan untuk menelaah hasil karya tulis tersebut dari berbagai sudut pandang.

 

Rickson Karundeng, yang memandu jalannya diskusi yang juga merupakan salah satu penulis buku tersebut mengawali acara dengan memperkenalkan secara singkat tentang buku yang diberi judul "Memerdekakan Tou Minahasa" ini. “Secara keseluruhan, isi buku ini terdiri dari 14 catatan yang ditulis oleh 14 penulis muda Minahasa yang menuangkan buah pikir dan rasa kepedulian mereka terhadap kebudayaan di Minahasa,” jelas Rickson.

 

Karya tulis pemikir-pemikir muda Minahasa ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah peserta diskusi yang hadir. Pendeta DR Jonly Lintong Sth, tokoh agama yang menjadi peserta diskusi mengungkapkan rasa kagumnya terhadap buku tersebut. Dia pun mengapresiasi keberanian dan kreatifitas para penulis yang menuangkan buah pikir mereka secara fakta dan kritis mengungkapkan realitas yang terjadi untuk kebudayaan di Minahasa saat ini.

 

“Sebagai seorang yang berlatar belakang pendeta, tentunya saya menanggapi buku ini dari perspektif theology. Filosofi yang terkandung dari judul buku ini sangat dalam dan sesuai dengan realita. Karena jika kita melihat dari fakta-fakta empiris, tidak ada satu pun bangsa yang dikatakan telah 100 persen merdeka. Dan satu hal yang saya yakini dengan iman Kristiani saya yaitu kemerdekaan hanyalah anugerah yang diberikan oleh Allah,” kata Lintong.

 

Sementara itu, Elvis Mingkid, SH, budayawan Minahasa yang hadir saat itu, juga memberikan pandangannya terhadap judul buku tersebut. Menurutnya pemilihan kalimat yang menjadi judul dari buku ini secara keseluruhan sudah menggambarkan isi dari buku tersebut.

 

“Dilihat dari judulnya "Memerdekakan Tou Minahasa, jelas sudah menggambarkan bahwa secara tegas buku ini mengatakan bahwa tou atau orang Minahasa hingga saat ini belum merdeka,” kata dia. “Nah pertanyaannya kita belum merdeka dari apa? Inilah yang harus kita pahami bersama yaitu warga Minahasa disadari atau tidak masih mengalami berbagai penjajahan, salah satunya yaitu penjajahan terhadap budaya Minahasa,” lanjut Mingkid.

 

Adapun 14 orang penulis dari buku “Memerdekakan Tou Minahasa” ini yaitu Matulandi Supit, Riane Elean, Daniel Kaligis, Ivan Kaunang, Greenhill Weol, Meidy Y. Tinangon, Yanny Marentek, Rikson Karundeng, Denni Pinontoan, John F. malonda, Venly Massie, Ruth Wangkai, Bodewyn Talumewo, Sofyan Jimmy Yosadi

 

Penulis : Jeksen Kewas



Sponsors

Sponsors