Foto: Ilustrasi.
PETA PERTARUNGAN MENGKRISTAL
Manado, ME
Tarian strategi semakin menggeliat di tubuh partai politik yang siap bertarung pada pesta demokrasi Sulawesi Utara (Sulut) Desember 2015. Drama saling jegal di internal partai pun tak kalah sengit. Seiring, di permukaan peta nama-nama ksatria yang kans maju dalam arena pemilihan kepala daerah (Pilkada) mulai jelas terbaca.
Di arena perebutan kursi penguasa wilayah Nyiur Melambai, kekuatan Benteng memastikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Olly Dondokambey, sebagai satu-satunya kandidat calon Gubernur. Namun siap nama pendamping Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP itu belum pasti. Internal partai mendesak agar pasangan anggota DPR RI tersebut harus kader PDIP. Nama Ketua DPRD Sulut Steven Kandouw dan Bupati Sangihe Hironemus Makagansa pun mengencang.
“Kalau PDIP memilih calon eksternal partai, Wagub Djouhari Kansil, pengusaha sukses Hangky Arther Gerungan, berpeluang diakomodir,” kata pengamat politik, Franky Mantiri, Minggu (28/6).
Beringin yang bakal jadi lawan berat masih dibungkus kabut pekat. Walau memiliki peluang seperti PDIP untuk mengusung calon tanpa koalisi, Partai Golkar bisa terjegal. “Kalau berhasil mengusung, Ketua DPD Golkar Sulut yang juga Wakil Ketua DPRD Sulut, Stefanus Vreeke Runtu berpeluang. Kubu Aburizal Bakrie juga telah menegaskan dia calon satu-satunya Gubernur dari Golkar. Kalau pendampingnya masih kabur,” nilai Mantiri.
“Jika harus menyatu dengan kubu Agung Laksono, nama-nama seperti Maya Rumantir, Elly Engelbert Lasut, bisa saja terakomodir. Calon wakilnya ada Jerry Sambuaga,” sambungnya.
Di poros Demokrat, figur anggota DPD RI, Maya Rumantir menguat. Sementara di poros Gerindra ada nama anggota DPR RI Wenny Warouw. “Gerindra dan Demokrat harus koalisi kalau ingin mengusung calon. Namun jika calon seperti Maya Rumantir atau Wenny Warouw diusung, tetap harus diperhitungkan,” tandas Mantiri.
Jalur perseorangan, dipastikan tak akan ada peserta. Hingga batas waktu yang ditentukan, KPU Sulut memastikan tak ada pasangan independen yang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai kandidat.
“Saya menganalisa, siapa pun calon Gubernur yang akan diusung parpol, pasangannya akan sangat menentukan. Kalau melihat kekuatan suara, siapa yang akan menggandeng putra-putri asal Nusa Utara atau Bolaang Mongondow raya, kans menang,” kuncinya.
BANTENG HITAM MENONJOL DI BOLSEL
Perhelatan politik lima tahunan, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), makin menarik disimak. Terkini, PDIP dipastikan akan mengusung pasangan Bupati Hi Herson Mayulu dan Wakil Bupati, Inskandar Kamaru. Surat rekomendasi DPP PDIP bernomor 318/IN/DPP/VI/2015 tertanggal 27 Juni 2015, yang ditandatangani Ketua DPP Mindo Sianipar dan Sekjen Hasto Kristanto, memastikan hal itu.
“Benar surat DPP sudah ada. Ini tentu menjadi tanggungjawab bersama kader menjalankan apa yang sudah diputuskan DPP," jelas Ketua DPC PDIP Bolsel, Hi Herson Mayulu.
“Apa yang dipercayakan PDIP kepada saya sebagai calon Wakil Bupati adalah amanah yang siap diperjuangkan,“ sambung Kamaru.
Sementara, Partai Demokrat dan Golkar belum terlihat ada yang mengkristal. Sejauh ini baru tahap pendaftaran bakal calon di internal masing-masing.
“Masih sementara berproses. Apakah kita akan berkoalisi dengan Demokrat, semuanya tergantung DPP. Kita sebagai kader siap menjalankan perintah," ujar Ketua DPD II Golkar versi munas Bali, Abdul Razak Bunsal.
Wacana Koalisi Golkar-Demokrat diyakinkan Ketua DPC Demokrat, Yani Soeratinojo. Bintang Mercy siap duet bersama Beringin. "Kita siap ikut Pilkada," terang Yani serius.
Tali ikatan Golkar-Demokrat memang harus menyatu jika ingin menjadi peserta dalam Pilkada nanti. 3 kursi di DPRD Bolsel yang dipegang masing-masing, bisa jadi modal.
Kisah berbeda terjadi dalam koalisi Hanura, PAN, PPP dan Gerindra. Kepastian menjadi mitra dalam Pilkada semakin pasti. “Partai koalisi hampir mencapai kesepakatan untuk mengusung calon sendiri. Sudah hampir final pembicaraan kita, tinggal selangkah lagi kita sepakat," ungkap Ketua Gerindra Bolsel, James Lontoh, sambil tersenyum.
Di jalur perseorangan, satu-satunya kandidat yang memasukan syarat dukungan, pasangan Haris Kamaru dan Yusuf Mooduto, syarat dukungannya sementara diverifikasi. Pasangan ini sempat memicu polemik di tengah masyarakat. Warga mulai komplain, foto copy KTP mereka masuk dalam daftar dukungan namun mereka memastikan tak pernah memberikan copian KTP, apalagi mendukung calon independen.
Hitung-hitungan pengamat politik, Zainal Van Gobel, konstalasi yang ada memungkinkan Pilkada Bolsel hanya akan diikuti dua pasangan calon. "Itupun kalau independen bisa lolos berarti ada tiga pasangan tapi kelihatannya, independen sulit untuk lolos," jelas Zainal.
“Kalau itu yang terjadi, tentu pasangan Hi Herson Mayulu dan Iskandar Kamaru jadi lawan berat siapa saja," tandasnya.
PETA BOLTIM MULAI TERBACA
Para jagoan parpol di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai terbaca. Isyarat yang dilempar pengurus partai semakin jelas. Namun ada juga parpol yang masih ‘malu-malu‘ membeberkan siapa petarungnya dalam Pilkada nanti.
Seperti halnya PDIP. Kandidat papan 1 yang akan diusung sudah mulai terbaca secara kasat mata. Ketua DPC PDIP Boltim, Medy Lensun, menjelaskan PDIP Boltim sudah mengantongi dua nama bakal calon (balon) yang sebelumnya telah mendaftarkan diri dan lolos dalam berbagai tes yang dilakukan PDIP.
“Dua nama tersebut, Sam Sachrul Mamonto dan Herry Mamonto,” tutur Lensun melalui pesan singkat blackberry masanger (BBM), Minggu (28/6).
Nama mantan Ketua KPU Boltim yang kini duduk sebagai Ketua DPRD Boltim, Sachrul Mamonto, kini masih memimpin di atas. Politis PAN itu kans diusung PDIP.
“Ini masih ada prosesnya yang berlangsung di DPP dan nantinya akan ada surat keputusan yang turun kalau sudah ada kepastian. Kemungkinan pekan depan sudah ada SK-nya yang akan diserahkan melalui DPD,” terang Lensun yang hampir pasti bakal diusung sebagai calon Wakil Bupati .
Berbeda dengan partai matahari terbit. DPC PAN Boltim memastikan hingga kini belum ada tanda-tanda pengerucutan balon yang akan ditetapkan. Semua keputusan masih di tangan DPP dan DPW PAN.
“Kami hingga saat ini masih menunggu keputusannya. Siapa itu, saya sendiri belum tahu. Karena itu sudah ranahnya DPP,” aku Sachrul Mamonto.
Dalam proses penentuan balon, siapapun nanti yang akan diputuskan maka sudah itulah putusan terbaik partai. Apakah itu dari internal partai atau eksternal, pasti sudah melewati kajian-kajian dan pertimbangan matang.
“Nanti calon yang terpilih jika sudah putusan akan langsung di-SK-kan dari DPP,” tandasnya.
Diketahui selain PDIP dan PAN, Partai Hanura dan PKB sebelumnya juga sudah membuka pendaftaran bagi calon kepala daerah yang mengerucut kepada satu calon yakni Sehan Landjar. Namun Hanura sendiri telah memutuskan hubungan bersama Eyang (sapaan akrab Bupati Sehan Landjar, red) sehingga sampai sekarang belum ada pengganti yang akan diusung .
Partai Golkar, Demokrat dan Gerindra Boltim, juga belum dapat menentukan sikap dan masih menunggu keputusan DPP masing-masing untuk menentukan siapa calon yang pantas untuk bertarung pada Pilkada 2015 ini.
PILKADA MINSEL KANS HEAD TO HEAD
Dinamika politik di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) jelang Pilkada serentak 9 Desember 2015, kian menarik disimak. Kini para kandidat berebutan 'kendaraan politik' yang memang jadi syarat utama untuk dapat berkompetisi dalam ajang ini. Namun minimnya perolehan kursi sejumlah partai politik, nampaknya akan jadi kendala utama.
Sederet nama memang sempat mewarnai papan teratas bursa calon pemimpin Minsel. Sebut saja Ramoy Markus Luntungan (RML), Sonny F Tandayu, Jhon RM Sumual (JOS), Vence Tuela (VT), serta sang incumben Christiany Eugenia Paruntu (CEP). Namun kenyatannya, hingga saat ini belum satupun bakal calon yang mendapatkan kepastian akan mengendarai kendaraan mana.
Informasi yang berhasil dirangkum, Partai Demokrat dikabarkan telah memplot jagoan mereka, RML - JOS dengan dukungan fraksi Ampera di DPRD Minsel yang beranggotakan Partai Nasdem, Hanura dan PAN.
Jika Demokrat mendapat dukungan dari Fraksi Ampera, otomatis peluang partai Gerindra akan hilang.
“Partai Demokrat dan Hanura tidak bisa mencalonkan sendiri karena terganjal perolehan kursi di parlemen. Kedua partai ini harus mencari partai pendukung. Nah, jika Fraksi Ampera bergabung dengan Partai Demokrat, maka bisa dipastikan calon bupati nanti hanya dua yaitu RML-JOS dan CEP yang belakangan mendapat restu dari PDIP untuk mengendarai partai berlambang banteng gemuk ini,” papar pengamat politik, Hezky Liando, Minggu (28/6).
Sekretaris DPD PDIP Sulut, Franky Wongkar, dikabarkan bakal berduet bersama CEP. Legislator Sulut itu kini sedang ditempa untuk maju dalam Pilkada.
“Franky Wongkar akan diusung. Sekarang beliau sedang mengikuti Sekolah Partai bagi para kandidat yang dilaksanakan DPP PDIP di Jakarta,“ beber sumber di internal PDIP.
Pertarungan sengit antara dua kandidat, RML-JOS versus CEP-FW dipastikan terjadi.
“Head to head saya prediksi akan terjadi pada Pilkada Minsel. Ini sangat menarik, karena baru kali ini terjadi. Namun yang pasti para calon bupati bersama timnya harus memberikan pelajaran politik yang baik kepada masyarakat sehingga Pilkada Minsel berkualitas,” ujarnya.
Kekuatan parpol memang jadi pilihan utama para kandidat yang akan bertarung dalam Pilkada Minsel. Diketahui, pada tahap pendaftaran calon perseorangan beberapa waktu lalu, tidak ada satupun pasangan yang mendaftarkan diri ke KPU.
PDIP VS GERINDRA BAKAL TERSAJI DI MINUT
Kursi top eksekutif Minahasa Utara (Minut) akan seru diperebutkan kedua partai besar yakni, PDIP dan Gerindra. Praktis, kendaraan Partai Gerindra akan ditumpangi calon bupati Vonny Anneke Panambunan (VAP), yang memiliki peluang besar akan diusung partai berlambang kepala burung Garuda itu. Informasi yang dihimpun juga menyebutkan sejumlah partai lain seperti PKPI dan Hanura akan ikut merapat ke Gerindra.
Di sinilah akan terjadi head to head, antara Gerindra dan PDIP. PDIP sudah pasti akan mengusung calon tanpa harus ada koalisi partai. Namun pertarungan di internal PDIP untuk memperebutkan SK DPP, masih terjadi sampai sekarang.
Tiga pasangan calon sudah mengerucut, Sompie Singal-Peggy Mekel, Paul Nelwan-Adriana Dondokambey dan Yulisa Baramuli-Denny Lolong. Ketiga pasangan calon itu yang terus melakukan manuver politik guna mendapat restu partai.
Bisa saja di Pilkada Minut hanya menghadirkan 3 pasangan calon. Dari PDIP, Gerindra ditambah pasangan independen.
"Ketokohan VAP sangat berpengaruh dan kemungkinan sejumlah partai yang memiliki kursi di legislatif seperti Hanura, PKPI, Demokrat, Nasdem dan PKB akan bergabung dengan VAP. Tapi hal ini juga bisa bertabrakan bila koalisi Indonesia Hebat dipatenkan sampai di daerah," kata pengamat politik Minut, Pengky Marius.
Kalau sampai PDIP mengusung calon yang tepat, bisa terjadi persaingan ketat. Makanya VAP juga harus memilih papan dua yang qualified dan memiliki basis massa yang jelas.
"VAP kalau di Minut memiliki nilai jual yang tinggi. Di satu sisi juga PDIP tidak akan membiarkan kembali menelan kekalahan dalam Pilkada tahun ini. Makanya akan terjadi pertarungan yang seru," ucap aktivis Minut ini.
Pihak PDIP dan Gerindra sendiri masih belum bisa menyatakan siapa yang akan diusung partai. Ketua DPC Partai Gerindra, Herry Tombeng memastikan mekanisme partai masih tetap dijalankan sampai sekarang untuk penentuan dan pengusungan calon.
“Kalau VAP bisa memenuhi syarat dari Partai Gerindra, tentu akan diusung. Sampai saat ini Gerindra Minut belum bisa memastikan siapa yang diusung karena masih akan berkoordasi dengan DPP," ungkapnya.
Ketua DPC PDIP Minut, Denny Lolong, juga memastikan jika proses saat ini sudah ranahnya DPP.
"Kita tunggu saja siapa yang akan diusung. Pastinya figur terbaik dan siap memenangkan Pilkada Minut," terangnya.
PROGRES DI BITUNG
Partai Nasdem Bitung menunjukkan progres. Max J Lomban telah ditetapkan sebagai calon Walikota Bitung. Namun pasangnnya belum pasti. Kemungkinan Wakil Walikota akan disandingkan dengan sosok yang bakal ikut direstui teman koalisi Nasdem nanti.
Untuk PKPI, satu - satunya partai yang bisa mengusung calon Walikota tanpa koalisi, belum menetapkan calon tetapi berhembus isu PKPI akan merapatkan barisan untuk menyatu dengan PDIP.
“Nama yang mencuat untuk koalisi PKPI dan PDIP yaitu Maurits Mantiri-Maya Dundu atau Maurits Mantiri-Santi G. Luntungan,“ kata pengamat politik, Joyke Watania.
Dari Partai Demokrat ada nama Hendrik K. Luntungan. Gerindra menguat nama Aryanthi Baramuli dan Golkar memastikan kadernya Cindy Wurangian.
“Bisa dipastikan, Hanura, PAN, PPP dan PKB jadi primadona untuk dipinang agar berkoalisi dengan partai lainnya, demi mencukupi kuota agar bisa mengusung calon calon di Pilkada Desember mendatang,“ nilai Watania.
Kota Bitung mencatat sebagai daerah yang paling banyak ‘mengoleksi‘ calon perseorangan. 4 Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota dipastikan mendaftar. Masing-masing Stefanus B. Pasuma-Jan Karundeng yang mempunyai 22.692 dukungan, pasangan Linna Utiarachman-Petrus Singale dengan 22.533 dukungan, pasangan Michael Jacobus-Paulus Kumentas dengan 23.341 dukungan, serta pasangan Ridwan Lahiya-Maxmilian Purukan yang mengantongi 22.126 dukungan.
Keempat pasangan tersebut kini sedang menghadapi tahap verifikasi faktual yang dilakukan KPU Bitung. (media sulut)



































