DPRD Papua Barat Belajar Pengembangan Hortikultura di Sulut


Manado, ME

Daerah Sulawesi Utara (Sulut) diakui sebagai daerah produksi hasil tanaman hortikultura. Tanah Papua ikut menerima dampak dari hal tersebut. Berbagai jenis sayuran asal Sulut pun intens masuk ke daerah ini.

Fakta itu diungkapkan para personil Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat, ketika menggelar kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Sulut, Senin (22/6).

Para wakil rakyat Papua Barat diterima langsung Wakil Ketua DPRD Sulut, Marthen Manopo dan anggota DPRD Sulut, Ferdinand Mangumbahang, Kepala Dinas Pertanian serta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulut.

“Di sektor pertanian, Sulut sangat maju dalam mengembangkan sayur-sayuran seperti kol, wortel, kentang. Karena itu, kami selaku mitra kerja bidang terkait, ingin mendengarkan dari Dinas Pertanian Sulut bagaimana cara mengelola dan mengembang lahan pertanian agar kami dapat mengembangkan di daerah kami. Di Papua banyak lahan yang belum dikelola,“ ungkap anggota Komisi II DPRD Papua Barat, Bob T Retuadan SH MH.  

“Sementara, pemasaran sayur ke Papua dari Manado lumayan signifikan tingkat penjualannya,“ sambung Bob.

Kepala Dinas Pertanian Sulut, Johanis Palenewen pun menjelaskan soal potensi hortikultura di Sulut. “Penanaman sayur di Sulut berada di dataran tinggi seperti yang ada di desa Rurukan Tomohon, Boltim dan Minsel. Daerah ini merupakan daerah penghasil sayur-sayuran dan itu dikelola petani,“ paparnya.

Berbagai hal terkait pengembangan hortikultura di Sulut dipaparkan Palenewen dan pimpinan DPRD Sulut.

Di akhir pertemuan itu, Wakil Ketua DPRD Sulut, Marthen Manopo, mengaku sangat berterima kasih untuk dewan provinsi Papua Barat yang datang ke Sulut untuk tukar pendapat menganai pertanian dan kelautan.

“Tujuan Komisi II DPRD Papua Barat ini untuk sharing dan tukar pendapat  mengenai dunia pertanian, perikanan dan kelautan yang ada di Sulut,“ jelas legislator Sulut asal Nusa Utara, Ferdinand Mangumbahang.

Hadir dalam pertemuan ini, Ketua Komsi II DPRD Papua Barat, Ir Max Hehanusa, anggota komisi Surung H Sibarani SH, Mugiyono, Jhon Dimara, Bob T Retuadan SH MH, Ir Ridwan Usman, Daniel Rumbawer, Hi Ibrahim Pokko, Yonahes Pati golo, staf persidangan dan Kasubag Setwan DPRD Papua Barat. (joyke watania)



Sponsors

Sponsors