6 ‘Barol’ Panaskan Kota Cakalang


Bitung, ME

Konstelasi politik di Kota Cakalang semakin memanas. Sejumlah jagoan yang diprediski bakal menggantikan Hanny Sondakh di kursi Bitung 1, mulai melakukan manuver politik. Gerak zig-zag untuk memukau para pemegang ‘mapatu’ partai terus diperagakan, beriringan dengan tarian untuk menarik simpati publik.

Pengamat politik Ir Lexy Nayoan, kepada media ini mengatakan, di mata masyarakat Kota Multi Dimensi ada sejumlah figur yang layak memimpin Kota Bitung ke depan.

"Pertama, Hengky Honandar SE yang berlatar belakang sebagai pengusaha. Saya nilai pantas untuk menjadi pemimpin nanti mengingat daerah ini merupakan sentral perekonomian di Sulut dan beliau tahu persis apa yang akan dilakukan,” nilainya.

Ir Maurits Mantiri yang sudah dikenal masyarakat dengan kiprahnya selama dua periode sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bitung, merupakan nama berikut yang harus dihitung.

“Ia dikenal sangat getol memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa membedakan suku, agama dan RAS sehingga mampu merebut hati masyarakat, terutama para wong cilik. Ia juga aktif dalam keagamaan karena telah beberapa kali menjabat sebagai Penatua dan sudah pasti bakal diusung PDIP karena beliau juga adalah Ketua DPC PDIP Kota Bitung,” ulas Nayoan.

Ferry Jubintoro atau yang lebih dikenal dengan Teng Hun, salah satu kandidat Walikota yang juga berlatar belakang sebagai pengusaha. Ia figur yang layak diperhitungkan.

“Namun dari kabar yang beredar, beliau terganjal dengan restu orang tuanya yang tidak mengijinkan dirinya untuk terjun dalam dunia politik sehingga beliau berkomitmen hanya akan mendukung calon yang se-visi dan misi dengan dirinya,” ungkapnya.

Nama berikutnya adalah MJ Lomban. Figur Wakil Walikota incumbent  yang sudah dikenal luas warga Kota Bitung.

“Sayangnya hingga kini beliau belum memiliki kendaraan politik untuk dikendarai dalam pemilihan Walikota nanti. Ketenarannya akan percuma ketika tak ada partai politik yang mengusung,” ujar Nayoan.

Anthonius Henk Supit, peraih suara terbanyak dalam pemilihan legislatif waktu lalu juga bakal menjadi saingan berat bagi para kandidat calon Walikota nanti. Selain sebagai politikus, dia juga dikenal punya kedekatan dengan warga tanpa pandang bulu.

“Sebagai Wakil Ketua Partai Nasdem Kota Bitung, Supit sudah dipastikan mendapat dukungan dari partai besutan Surya Paloh ini. Meski mereka hanya mampu menempatkan 4 Legislator di DPRD Bitung,” kata Nayoan menganalisa.

Figur terakhir yang mencuat, Cindy Wurangian. Legislator Sulut itu diketahui telah mendaftarkan dirinya ke partai Gerindra sebagai calon Walikota dengan didukung penuh Ketua DPD II Partai Golkar, Baby Palar, yang juga merupakan ibundanya.

"Posisi papan dua nanti saya menilai lebih baik diambil dari kalangan birokrat. Ada sejumlah nama yang baik untuk menjadi pendamping seperti, Drs Edison Humiang yang saat ini sebagai Sekretaris Kota Bitung dan telah terbukti mampu membawa daerah ini untuk meraih ratusan penghargaan serta meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK,” nilainya.

“Beliau juga adalah satu-satunya perwakilan etnis Nusa Utara di daerah ini yang duduk di tampuk kepemimpinan Pemkot Bitung, juga sebagai pimpinan Ikatan Kerukunan Sangihe Sitaro Talaud (IKSSAT) Kota Bitung,” sambungnya.

Kemudian ada nama Fabian Kaloh SIP MSi, Asisten Bidang Pemerintah Kota Bitung. Selain sebagai birokrat, dia juga matang di organisasi, baik gereja maupun berbagai ormas.

“Terbukti Kaloh mampu memimpin Brigade Manguni Indonesia Kota Bitung selama dua periode, Ketua Orlok ORARI Kota Bitung, bahkan beliau masuk dalam urutan kedua setelah Walikota Hanny Sondakh untuk kategori tokoh paling dikenal masyarakat lewat poling yang dilakukan salah satu lembaga survey Sulut,” beber Nayoan.

Sekretaris DPC PDIP Bitung, Aldo Nova Ratungalo, kepada media ini mengatakan jika partai berlambang banteng gemuk tersebut sepakat hanya mengakomodir satu nama sebagai calon Walikota.

"Itu merupakan kesepakatan bersama seluruh pengurus di semua tingkatan, baik PAC, Ranting maupun anak ranting dan itu adalah harga mati bagi kami," jelasnya.                               

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Bitung, Hanny Ruru menjelaskan, partainya juga hanya akan mendukung satu nama.

"Hingga kini memang belum ada keputusan resmi terkait aturan yang dikeluarkan tentang perubahan pencalonan keluarga dekat incumbent, dalam hal ini Walikota. Karena untuk PD sendiri ada Hengky Honandar yang bakal masuk bursa namun terganjal aturan karena beliau adalah ipar Walikota," kata Ruru.                   

Hal lain diungkapkan Ketua DPC Partai Gerindra Bitung, Drs Lexy Maramis. Menurutnya, Gerindra membuka diri menerima figur dari partai lain.

"Peluang untuk pencalonan tunggal dari Gerindra sangat kecil karena hanya mampu menempatkan 4 personil pada DPRD. Untuk itu kami perlu dukungan partai lainnya sehingga kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi partai lain yang tentunya mempunyai visi dan misi dengan Partai Gerindra," tutup Maramis. (drim"s jandri moningka)



Sponsors

Sponsors