Foto: Istimewa.
Distributor Semen Tiga Roda Dituding Tidak Manusiawi
120 Buruh Kehilangan Pekerjaan
Bitung, ME
120 buruh pelabuhan yang bekerja mengangkut Semen Tiga Roda di Pelabuhan Bitung kehilangan pekerjaan karena diberhentikan sepihak PT Duta Sulut Sejahtera, selaku distributor semen Tiga Roda. Senin (9/3), 120 buruh pengangkut semen ini terpaksa menganggur karena pemilik barang secara sepihak menghentikan mereka bekerja mengangkut semen dan hanya menggunakan kendaraan truk dari dermaga Pelabuhan Bitung menuju gudang di luar pelabuhan.
Sejumlah buruh yang berhasil ditemui di Pelabuhan Bitung mengatakan akan menuntut pihak PT Duta Mitra Optimal selaku distibutor Semen Tiga Roda yang menghentikan secara sepihak para buruh ini.
“Kasihan para buruh ini diberhentikan secara sepihak, padahal mereka sudah bekerja mengangkut semen Tiga Roda sudah 15 sampai 20 tahun, perusahaan distributor semen tiga roda ini tidak manusiawi, kalau perusahaan tidak mengerjakan kembali mereka silahkan saja, tetapi setidaknya para buruh ini diberikan kompensasi atau pesangon, sebab ratusan buruh ini punya keluarga anak isteri,” ungkap Syam Panai selaku pimpinan perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL).
Panai yang juga anggota DPRD Bitung pun mengatakan, jika tuntutan buruh ini tidak digubris oleh pihak perusahaan atau distributor, maka pihaknya akan membawa persoalan ini ke DPRD untuk dilakukan hearing.
“Ya kalau tidak PT Duta Mitra Optimal tetap pada pendiriannya, maka biarlah kami akan menempuh jalur lain antara lain ke DPRD,” tandasnya saat bertemu dengan Rahmat salah satu pimpinan dari distributor semen Tiga Roda.
Sementara itu Manager Pelayanan Barang dan Aneka Usaha (PBAU) PT pelindo Bitung, Victor Mantiri mengatakan, PT Pelindo tidak bisa berbuat apa-apa sebab, penghentian para buruh itu dan merobah sistim yakni barang diangkit langsung dari dermagan ke luar gudang luar pelabuhan, adalah kehendak dari pemilik barang.
Dari pantauan wartawan media ini, pengakutan semen Tiga Roda kemarin oleh kendaraan langsung dari dermaga ke gudang luar pelabuhan, dikawal oleh oleh sejumlah polisi. Bahkan kendaraan tronton yang mengakut semen yang masih diparkir diarea pelabuhan juga dijaga oleh polisi bersenjata.
Baik pihak Pelindo maupun Perusahaan Ekspedisi menyebutkan penjagaan polisi itu karena ada surat perintah (Sprint) dari Kapolres Bitung.(tim me).



































