ANCAMAN BANTENG HITAM
Manado, ME
Amukan banteng moncong putih di wilayah Nyiur Melambai belum berhenti. Hasrat untuk memerahkan Sulawesi Utara masih menggebu. Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) serentak Desember jadi target ‘pembantaian’ lawan-lawan yang coba menghadang. Strategi perebutan kekuasaan di daerah yang belum diduduki banteng pun mulai dimatangkan. Kader dan simpatisan potensial ditempa untuk bertarung.
Gerak membangun kekuatan guna menegaskan kekuasaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di jazirah utara selebes terus dipacu. Momen konferensi cabang (Konfercab) dan konferensi daerah (Konferda) yang baru dihelat pekan lalu, jadi salah satu titik patahan tuk memicu ‘tsunami’ politik di Sulut.
Nada ‘ancaman’ ditebar pemegang ‘mapatu’ PDIP Sulut. Optimisme meraih kemenangan di pemilihan gubernur (Pilgub) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 7 Kabupaten/Kota di Sulut, dianggap realistis.
“PDI Perjuangan dapat memenangkan Pilkada Gubernur Sulut Desember 2015 mendatang,” lontar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut periode 2015-2020, Olly Dondokambey, akhir pekan lalu.
Raihan 449.675 suara yang berhasil digondol calon wakil rakyat PDIP daerah pemilihan Sulut pada pemilihan umum (Pemilu) legislatif 2014 lalu merupakan indikator kuat kemenangan PDIP nanti.
“Kita optimis menang. Kalau perolehan suara di Pemilu Legiaslatif 2014 lalu berhasil kita pertahankan maka PDI Perjuangan pasti menang di Pilkada Gubernur,” tandas Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP ini.
Kader-kader banteng hitam yang kini duduk di kursi legislatif dan top eksekutif pun diminta kerja maksimal. Buktikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kursi Sulut 1 dan tongkat kepemimpinan di daerah
Kota Manado, Bitung, Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Timur dan Bolaang Mongondow Selatan, pasti dipegang.
“Kepemimpinan partai di daerah telah terjadi penyempurnaan sehingga setiap yang terpilih harus menjadi tulang punggung partai. Semua yang terpilih akan menghadapi tugas berat di awal kepemimpinan di tahun 2015, untuk berjuang dalam Pilkada. Sebagai partai ideologis kita membutuhkan kekuasaan, karenanya target kita adalah Pilkada mendatang,” tandas Olly.
Apresiasi dan optimisme atas potensi yang kini mengisi gerbong PDIP Sulut, ikut ditegaskan Ketua DPP PDIP, Mindo Sianipar. PDIP Sulut memiliki kapasitas yang kuat dalam perpolitikan Indonesia, sehingga sangat tepat jika kader potensial dapat diperhitungkan dalam pentas politik sampai tingkat nasional.
“PDI Perjuangan Sulut, memiliki kapasitas dalam dinamika perpolitikan hingga nasional, sehingga Ketua Umum ibu Megawati mengingatkan seluruh kader, simpatisan, pendukung untuk merapatkan barisan mensukseskan kepemimpinan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo,” aku Mindo di sela-sela pelantikan pengurus DPD PDIP Sulut akhir pekan lalu.
Misi besar menghadapi pesta demokrasi di Provinsi dan 7 Kabupaten/Kota lainnya, merupakan tugas penting yang harus diemban PDIP Sulut. “Momen itu harus dijadikan target politik sebagai wujud jawaban untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.
PDIP SIAP JARING KADER DAN SIMPATISAN POTENSIAL
Olly Dondokambey bertarung tanpa lawan di Konferda PDIP Sulut, Jumat (6/3). Dalam agenda partai yang digelar di Hotel Peninsula Manado tersebut, Ketua DPD PDIP Sulut periode sebelumnya itu didukung bulat oleh DPC-DPC PDIP se-Sulut.
Anggota DPR RI dapil Sulut itu melenggang mulus untuk menakhodai DPD PDIP Sulut periode 2015-2020. Nyanyian harap didengungkan, kiranya dengan kepegurusan yang baru ini dirinya dapat bekerja semakin maksimal menjalankan tugas partai.
“Dalam menyambut Pilkada-Pilkada di wilayah Sulut yang sudah tidak lama lagi digelar, PDI Perjuangan akan melaksanakan konsolidasi partai kembali dalam rangka menyusun rencana kerja serta akan melakukan seleksi-seleksi kader partai, simpatisan-simpatisan partai,” beber Olly.
"Kongres PDIP akan dilaksanakan di Bali tanggal 8-12 Maret. Setelah kongres tinggal menunggu juklak (petunjuk pelaksanaan) untuk melakukan proses penjaringan. Mudah-mudahan harapan masyarakat Sulawesi Utara sama yang akan diputuskan oleh PDI Perjuangan," jelasnya.
SUMENDAP DISANDINGKAN DENGAN DONDOKAMBEY
Analisa politik berbagai kalangan mengikat tali simpul, PDIP akan memasangkan dua kader internal untuk bertarung di arena Pilgub Sulut. ‘Jatah’ 13 kursi di Gedung Cengkeh dan capaian perolehan suara yang diraih PDIP Sulut di Pemilu Legislatif 2014 lalu, cukup menjawab amanat Undang-Undang Pemilu soal 20 persen kursi di DPRD Provinsi dan 30 persen perolehan suara. Analisa publik itu mulai diperkuat signal yang dilepaskan internal PDIP Sulut.
Olly Dondokambey tak terbendung. Arus dukungan bagi jagoan PDIP itu untuk bertarung di Pilgub Sulut, mengalir deras. Para kader dan simpatisan partai melontarkan komitmen untuk mendukungnya sebagai calon tunggal yang akan diusung untuk menunggangi Banteng Moncong Putih.
PDIP Sulut optimis siap bertarung dan memenangkan Olly Dondokambey. Sementara, kader terbaik PDIP Sulut lainnya merupakan calon yang paling layak untuk mendampinginya sebagai calon Wakil Gubernur.
“Menjelang pemilihan Gubernur tahun ini, PDIP sangat siap untuk mengusung calon yang akan bertarung. Figur bapak Olly Dondokambey menjadi harga mati yang akan bertarung di Pilgub mendatang dari PDIP,” kata Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Steven Kandouw.
Teka-teki soal siapa yang nantinya bakal diusung PDIP untuk mendampingi Olly Dondokambey, dijawab Kandouw. Figur Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap dianggap tepat.
“Sosok yang sangat tepat untuk mendampingi pak Olly adalah bapak James Sumendap. Beliau merupakan kader partai terbaik yang saat ini dimiliki oleh PDIP,” tandas Kandouw yang dikenal sebagai Ketua DPRD Sulut.
PARA KETUA DPC TEGASKAN SIAP MAJU DI PILKADA
Kepercayaan yang baru diberikan untuk memotori gerak banteng moncong putih di wilayahnya, memompa semangat dan kepercayaan diri para Ketua DPC untuk bertarung di Pilkada. Sikap itu ditegaskan mereka usai acara pelantikan akhir pekan lalu, di hotel Grand Kawanua Manado.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan seluruh kader PDIP Kota Bitung yang telah mempercayai kembali saya sebagai ketua DPC PDIP Bitung," ucap Maurits Mantiri, Ketua DPC PDIP Kota Bitung.
"Ini merupakan suatu kepercayaan dan saya siap untuk menjalankan amanah yang diberikan kepada saya. Untuk Pilkada Bitung nanti, saya sangat siap untuk maju sebagai calon Walikota dari PDIP dan semua kader mendukung saya untuk bertarung nanti," ujar Wakil Ketua DPRD Kota Bitung ini penuh optimis.
Penegasan yang sama diungkapkan Ketua DPC PDIP Boltim, Medy Lensun. Dukungan yang diberikan kader, simpatisan PDIP baginya untuk menjadi calon Bupati Boltim, dipastikan akan direspon positif.
Ketua DPC PDIP Bolsel, Herson Mayulu, juga dipastikan akan tetap diusung PDIP sebagai calon Bupati Bolsel. Arus dukungan yang mengalir dari kader dan simpatisan PDIP membumbung untuk memastikan sang petahana tetap memegang kendali di Bolsel hingga 5 tahun ke depan.
Sementara, Sompie Singal, meyakinkan dirinya akan diusung PDIP dalam Pilkada Minut, walau tidak duduk sebagai Ketua DPC PDIP Minut.
"Saya dengan profesional langsung mengundurkan diri untuk penetapan Ketua DPC, walaupun telah menerima SK DPP. Ini langkah yang paling elegan saya ambil, dan setelah itu ternyata saya juga dipercayakan untuk menjadi Wakil Ketua DPD PDIP Sulut," ungkap Bupati Minut itu.
MANADO JADI TARGET PENTING
PDIP hanya meraih kursi terbanyak kedua di DPRD Manado setelah Partai Demokrat. Meski demikian, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu memiliki ambisi memenangkan Pilkada di Manado.
"Kami pasang target menang di Manado. Jika kami sudah rebut kekuasaan, maka misi partai untuk mensejahterahkan rakyat bisa kita wujudkan," jelas Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey ketika membuka Musancab se-Kota Manado, Senin (2/3).
PDIP bisa meraih kemenangan jika memilih figur yang tepat. "Siapapun calon yang bisa membawa kemenangan, itu yang akan diusung. Kendati bukan kader banteng moncong putih," terang legislator Senayan itu.
Olly mengklaim, selama ini partainya tak salah memilih calon yang akan diusung pada Pilkada. "Sudah terbukti, tujuh kabupaten dan kota di Sulut dikuasai oleh PDI Perjuangan," lugas Olly.
Ketua DPC PDIP Manado, Richard Sualang, sangat optimis siapa pun calon yang diusung di Pilkada Manado akan mampu merebut simpati masyarakat. Proses penjaringan calon sebentar lagi akan dilakukan.
"Cukup banyak nama yang dinilai partai sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota," ujar putra mantan Ketua PDIP Sulut, Freddy Harry Sualang ini.
PDIP KANS SAPU BERSIH
Kekuatan yang kini dimiliki PDIP Sulut merupakan jaminan besar untuk menyapu bersih 8 ruang Pilkada di Sulut akhir 2015 nanti. Ambisi yang besar untuk mengusai Sulut menjadi faktor pendorong untuk mewujudkan mimpi itu.
“PDIP menang secara nasional, termasuk di Sulut. Kader-kader terbaiknya kini mengisi kursi legislatif dan eksekutif. Ini salah satu garansi bagi kemenangan PDIP di Pilgub dan Pilkada di tujuh Kabupaten dan Kota yang ada,” nilai pengamat politik Sulut, Frangky Mantiri.
PDIP kini menjadi partai yang paling siap menghadapi Pilkada. “Konsolidasi sudah semakin kencang. Proses penjaringan mulai berjalan. Praktis, waktu yang panjang bisa dimanfaatkan PDIP untuk memperoleh jagoan terbaik yang akan diusung dalam Pilkada nanti,” ujarnya.
“Apalagi partai Golkar yang bisa menjadi pesaing utama kini sedang diguncang prahara. Persoalan itu jelas membuat Golkar melemah dan kehilangan banyak waktu untuk mempersiapakn kekuatan di Pilkada. Saat energi Golkar terkuras mengurusi masalah internal, PDIP justru semakin terbang tinggi,” sambungnya.
PDIP dipastikan solid dalam memenangkan calonnya di Pilkada. “Seluruh potensi dan kekuatan PDIP pasti akan digunakan untuk merebut kemenangan. Kader dan simpatisannya akan saling menopang untuk mewujudkan itu. Strategi bisa bersaing tapi mesin pendobrak dan amunisi perang, mungkin masih unggul PDIP,” kata Mantiri.
“Ini jelas akan menjadi ancaman serius bagi calon-calon yang akan diusung partai lain maupun calon independen yang akan maju,” kuncinya. (rikson karundeng)



































