KUBU SHS BURU DALANG DEMO DI KPK

KDP TAK GENTAR


Manado, ME

Polemik demo Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) yang dinahkodai Romy Rumengan di kantor KPK Jakarta, Selasa (20/1) lalu, kian meruncing. Gubernur Sulawesi Utara, Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang jadi sasaran tembak, bereaksi.

Tudingan 10 dugaan korupsi yang dilayangkan PAMI terhadap mantan Irjen Depdagri itu akan segera diproses hukum. Gubernur SHS melalui kuasa hukumnya akan segera melaporkan LSM PAMI beserta oknum Rumengan ke Polda Sulut. Termasuk indikasi adanya aktor intelektual di balik aksi demo PAMI di lembaga antirasuah akan diburu.

Elit pejabat di wadah birokrat besutan SHS pun komit untuk memback-up laporan itu. Nama Kristovorus Decky Palinggi (KDP) ikut terserempet. Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulut itu ditengarai ikut terlibat dalam aksi PAMI. Sejumlah data menyebutkan, mantan Ajudan Gubernur SHS ini sempat melakukan pertemuan dengan Romy Rumengan Cs di salah satu restoran terkenal di Jakarta, beberapa hari sebelum demo. Suasana pertemuan itu bahkan sempat diabadikan dalam sejumlah foto yang kemudian diposting jejaring sosial Facebook.

“Kita sudah buat laporan tertulis ke Kapolri soal tuduhan yang dilayangkan LSM PAMI terhadap Gubernur SHS di KPK. Tuduhan yang mereka sampaikan semua itu tidak benar dan hanya isu,” lugas kuasa hukum Gubernur SHS, Johanes Budiman SH, saat dihubungi media ini lewat telepon genggam, Selasa (27/1) malam, kemarin.

Selanjutnya, Budiman akan segera melaporkan gugatan itu ke Polda Sulut, sekembalinya dari Jakarta. “TKP-nya (tempat kejadian perkara, red) di Jakarta. Tapi aksi ini heboh di Sulut. Jadi kita akan melaporkannya ke Polda Sulut. Itu akan secepatnya kita laporkan,” beber Budiman yang mengaku masih berada di Jakarta.

Disinggung soal dugaan adanya sutradara dibalik aksi demo PAMI, termasuk indikasi keterlibatan KDP, Budiman masih enggan untuk menanggapinya. “Yang pasti, kita akan telusuri setiap informasi yang masuk,” singkatnya.

Tudingan PAMI dinilai sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap SHS. “Tuduhan dan fitnah itu tak akan membuat Gubernur SHS hilang sukacita. Gubernur tetap akan fokus membangun Sulawesi Utara,” timpal Budiman.

Penegasan senada dilontarkan Juru Bicara Gubernur SHS, Drs Jahja Rondonuwu. “Kasus ini akan kita kawal hingga ke persidangan. Tudingan LSM PAMI serta oknum Romy Rumengan kepada Gubernur, merupakan fitnah kepada pejabat negara. Itu merupakan tindak pencemaran nama baik,” tegas Kabag Humas Pemprov Sulut, Selasa kemarin.

Soal indikasi adanya keterlibatan KDP dalam aksi demo PAMI di KPK, akan dijadikan bahan masukan. “Kalau memang ada dugaan seperti itu, tentu kami akan minta ditelusuri oleh aparat penegak hukum. Itu ketika kasus itu sudah berproses secara hukum. Yang pasti, kita mau semua oknum yang terlibat dalam demo fitnah terhadap gubernur, harus diproses secara hukum,” timpalnya.

“Ini juga akan kita sampaikan ke Pak Gubernur, setelah beliau kembali menunaikan tugas negara di Negara Tiongkok,” tandasnya.

Serupa diungkapkan Kepala Biro Hukum Setdaprov Sulut, Marcel Sendoh SH. “Kasus ini sudah sementara berproses hukum. Itu ditangani oleh kuasa hukum, Pak Johanes Budiman. Tapi akan kita kawal,” singkatnya.

Sebelumnya Asisten 1 Setdaprov Sulut Drs Jhon Palandung, sempat menyebut telah mengetahui sutradara dibalik aksi demo PAMI di KPK yang dinilai menyerang Gubernur SHS.  "Kita akan lapor ke Polda Sulut. Kami sudah tahu siapa di belakang aksi ini. Kami akan melakukan penuntutan hukum terhadap Romy secara pribadi dan PAMI,” tegas Palandung dalam jumpa pers yang dilakukan Pemprov, pasca aksi demo PAMI di lembaga superbody belum lama ini.

Serupa disampaikan  Asisten III Setdaprov Sulut, Christiano Talumepa SH. "Tudingan Romy (PAMI) ini benar sudah merupakan unsur fitnah. Semua yang ditudingkan tidak terbukti secara hukum. Kami akan menuntut mereka secara hukum. Apalagi fitnah ini ditujukan kepada pejabat negara. Mereka harus bertanggung-jawab," tandasnya.

 

KDP AKUI BERTEMAN DENGAN ROMY

Kristovorus Decky Palinggi (KDP) kembali menampik indikasi keterlibatannya dalam aksi demo PAMI di kantor KPK yang menyerang Gubernur SHS. Pun begitu, Legislator Sulut yang kini sedang terseret dalam kasus dugaan ijazah palsu itu mengaku bersahabat dengan  Romy Rumengan, Ketua PAMI yang jadi koordinator demo SHS di gedung anti rasuah.

“Kalau bilang kita terlibat, kita tidak mungkin,” tepis suami Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu, saat dikonfirmasi, usai sidang Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kabupaten Minsel  di kantor DPRD Minsel, Selasa (27/1) kemarin.  “Sekarang kalau kita (saya, red) bilang kita punya masalah, kong orang lain juga terlibat, apa mereka bilang,” sambungnya.

Gubernur SHS disebut sebagai orang tuanya. “Itu (SHS,red) kita anggap kita punya orang tua. Masa kita mau bikin seperti itu,” katanya.

Ia pun menuding ada oknum tertentu yang bermain. “Ini ada orang yang mau memanfaatkan situasi,” tuduh politisi Golkar itu.

Disinggung soal pertemuannya dengan Romy Rumengan Cs sebelum aksi demo, KDP tiba-tiba bersuara keras. “Tulis baik-baik. Memang kita sudah tidak boleh berteman dengan orang lain. Kita dengan Romy itu berteman. Siapa yang mau marah, kalau kita berteman dengan Romy,” tegasnya berapi-api.

Ia pun sempat ‘menyerang’ Jimmy Tindi. “Tidak usah jauh-jauh. Jimmy Tindi itu berteman akrab dengan kita. Tapi dia (Jimmy,red) bage (pukul, red) kita di koran,” semburnya.

Pun begitu, KDP mengaku tak gentar dengan segala isu yang menyerangnya termasuk apa yang dilakukannya. “Kita tidak akan pernah takut selama kita benar,” tegas mantan Ajudan Gubernur SHS itu.

“Kita berteman dengan siapapun. Sekalipun penjahat atau apapun itu. Selama kita baik kepada mereka, mereka pasti senang kepada kita. Tapi sekarang kita ada bikin apa. Kita tidak bikin apa-apa,” tukasnya menutup pembicaraan.

Sebelumnya, KDP juga membantah terlibat dalam urusan PAMI. “Saya tidak terlibat dengan urusan PAMI. Saya lagi fokus urusan saya dan istri yang difitnah,” tandas KDP, Minggu (25 /1) malam.

“Sekarang kenapa kalian tidak tanya kepada mereka yang terlibat dengan urusan saya. Yang memaksakan agar saya ditangkap. Saya nyata-nyata tidak bersalah soal ijazah. Dengan adanya klarifikasi dari STIE itu sudah kuat bahwa saya tidak salah. Begitu juga dengan istri saya yang sudah ada klarifikasi dari Kementrian,” ketus suami Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu ini.

Politisi partai Golkar itu mengaku jika dirinya bukan seorang penjahat. “Kita bukan seorang penjahat dan koruptor. Masih banyak kasus yang kalian harus angkat. Saya juga punya lembaga dan media tapi saya tidak pernah berbuat jahat kepada orang. Kalau mereka yang berbuat jahat kepada kami, itu kami tau siapa di belakang semua ini,” sembur KDP.

“Saya berteman dengan siapa saja dan bertemu juga dengan siapa saja.  Apakah setiap pertemuan dengan orang harus merancangkan kejahatan? Torang pe otak bukan sama deng orang lain, setiap ketemu merancangkan kejahatan dan pembunuhan karakter. Maaf itu bukan torang pe sifat dan karakter,” kunci Palinggi.

Sementara, Ketua Umum PAMI, Romy Rumengan, ketika dikonfirmasi melalui nomor handphonenya di 08134007xxxx, belum bisa memberikan keterangan. Menurut informasi, saat ini dirinya sedang berada di Jakarta.

Seperti diketahui, dalam aksi demo Romy Rumengan bersama PAMI di kantor KPK Jakarta, Selasa lalu dan sudah tersebar dalam jejaring sosial, menyebutkan 10 dugaan korupsi yang mereka laporkan ke KPK, masing-masing, dugaan Gubernur SHS telah menjual  159 saham Bank Sulut ke  Mega Corporate,  Kasus Mami Pemprov tahun 2013,  kasus Stadion Kawangkoan,  Kasus Penjualan Pulau Bangka ke PT MMP,  Kasus gratifikasi tambang emas PT. MSM, Kasus pembebasan jalan tol Rp.120 miliar Manado-Bitung, Kasus tukar guling  Lahan Kawiley, kasus  Dana bantuan bencana dinas sosial tahun 2006-2007 untuk Kota Manado dan dialihkan ke Kabupaten Minut dan kasus indikasi pencucian uang.(tim me)



Sponsors

Sponsors