Cabup Dari Partai Besar Dinilai Lebih Berpeluang


Amurang, ME

Perhelatan akbar pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa Selatan (Minsel) memang dalam perhitungan politis. Pengamatan yang mengalir dari para praktisi mewarnai perjalanan menuju waktu pelaksanaan Pilkada.

Penilaian yang disuarakan pun beragam. Ada yang menilai semua calon memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pertarungan tersebut. Namun sebagian lagi menilai, calon-calon yang di usung oleh partai besar kans unggul dibandingkan dengan calon partai gabungan atau independen.

Seperti penilaian Mouretz Tampi SIP, salah satu pemerhati politik Minsel. Dirinya lebih ke opsi kedua. Menurutnya, calon yang di usung oleh partai besar berpotensi lebih unggul karena memiliki infrastruktur pemenangan yang lebih memadai.

“Hal ini positif asalkan partai besar pendukung memiliki komitmen politik yang kuat. Dalam pengertian, semua kader partai harus memperjuangkan calon yang diusungnya," ujarnya.

Memang diakuinya hal ini dapat menjadi permasalahan bagi internal partai, sehingga tidak jarang menjadi blunder politik.

“Karena bisa saja calon yang di usung tidak di terima di tataran akar rumput, namun dipaksakan oleh elit partai karena kepentingan tertentu,” imbuh Tampi.

Hal ini menurutnya bisa saja terjadi di PDI Perjuangan dan Demokrat yang sangat terbuka dalam hal rekrutmen calon.

“Makanya untuk memperkuat kaderisasi partai, saya pikir alangkah baiknya jika memang kader partai yang diusung. Karena biasanya lebih diterima di tataran akar rumput,” celetuknya.

Meski begitu, kedua partai tersebut bisa saja mengusung calon yang bukan kader partai. Mengingat salah satu kelemahan PDI Perjuangan dan Demokrat adalah menyangkut ketersediaan kader potensial. Kader yang ada sekarang belum mampu menampilkan pencitraan yang positif walaupun punya potensi.

“Jika di lihat dari kondisi ini. memang lebih baik mencari figur di luar partai. Asalkan mampu disosialisasikan dengan baik sampai ke akar rumput," lanjut Tampi.

Sederet figur di luar partai terbuka dan siap di pinang. Sebut saja Drs Ramoy Markus Luntungan (RML) dan Drs Asiano Gammy Kawatu MSi (AGK).

Menurutnya, mereka harus secepatnya dipinang agar punya waktu yang cukup untuk disosialisasikan kepada kader. Apalagi mengingat Golkar sudah fokus dengan calonnya.

"Intinya, lebih ideal jika partai-partai besar ini mengusulkan calon masing-masing dan tidak berkoalisi. Karena potensi yang ada sangat disayangkan untuk diabaikan. Pertama, akan menguntungkan masyarakat karena punya lebih banyak pilihan politik. Kedua, kepentingan partai akan lebih terakomodir," tandasnya. (revel maliangkay)



Sponsors

Sponsors