Sempat Terhenti, Aktivitas PT PGE di Tompaso Kembali Normal


TOMPASO, ME : Setelah sempat terhenti selama empat hari, aktivitas PT Pertamina Gheotermal Energy (PGE) di Desa Tember Kecamatan Tompaso akhirnya kembali normal.

Aktivitas perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan panas bumi ini memang sempat di hentikan oleh warga Desa Tempang Dua pada Senin (02/06/2014) karena warga menilai proyek tersebut tidak memiliki izin operasional.

Pun upaya pertemuan yang dilakukan antara pihak PT PGE bersama warga Tempang Dua pada Selasa (03/06/2014) tak berhasil mencapai titik temu.

Perusahaan tersebut akhirnya kembali beroperasi setelah pihak Pemerintah Daerah (Pemda) bersama pihak Kepolisian Resort Minahasa melakukan mediasi dengan warga pada Kamis (05/06/2014).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Minahasa, Drs Donal Wagei saat dikonfirmasi ManadoExpress.com mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga terkait izin operasional proyek tersebut.

“Memang awalnya warga menuntut izin operasional perusahaan tersebut untuk ditunjukkan. Nah sesuai tuntutannya, kami pun telah menunjukkan surat izin-nya kepada warga. Jadi perusahaan tersebut berhak untuk beroperasi di wilayah tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, Pemda bersama aparat Kepolisian juga sudah memberikan penegasan kepada warga terkait pelaksanaan proyek tersebut. Bahkan aparat kepolisian sudah ditugaskan untuk melakukan pengamanan di lokasi pelaksanaan proyek tersebut.

“Proyek ini kan memiliki keuntungan bagi masyarakat yaitu dalam penyediaan energi listrik. Apalagi beberapa waktu terakhir ini daerah kita mengalami krisis listrik sehingga sering terjadi pemadaman. Jadi justru ada keuntungan bagi masyarakat,” terang Wagei.

Apalagi menurut dia, hingga saat ini pelaksanaan proyek tersebut tidak menunjukkan dampak buruk bagi masyarakat misalnya pencemaran lingkungan. Untuk itu diapun sangat berharap masyarakat sekitar dapat memahami dan bekerjasama dengan baik.

“Apabila nanti memang ada dampak buruk bagi lingkungan warga atau ada hak-hak warga yang belum direalisasikan sebagaimana kesepakatan dengan pihak perusahaan, maka laporkan kepada kami dan pasti akan kita bahas bersama pihak perusahaan. Kalau soal izin sudah kami tunjukkan, jadi tolong warga dapat bekerjasama dengan baik,” tukasnya.

Sekedar informasi, aksi boikot warga terhadap pelaksanaan proyek PT PGE di lokasi tersebut bukan baru kali ini terjadi. Beberapa bulan silam, warga Desa Tember pun pernah melakukan aksi serupa. Namun semua kembali normal setelah ada kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan. (Jeksen Kewas)

Foto : Demo yang dilakukan masyarakat Tember beberapa waktu lalu.



Sponsors

Sponsors