Pembangunan TPI di Loyow Mubazir
NUANGAN, ME : Belum beroperasinya tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Loyow Kecamatan Nuangan Bolaang Mongindow Timur (Boltim) membuat Nelayan kesulitan menjual hasil tangkapan, demikian dikatakan tokoh pemuda kecamatan nuangan Lees Saleh. Menurutnya salah satu menyebab belum beroperasinya TPI didesa Loyow tersebut, dikarenakan belum dibangunnya pelabuhan dikecamatan nuangan.
"Itu menandakan tidak matangnya perencanaan di DKP Boltim. Pembangunan TPI tersebut jika dibangun bersamaan dengan pelabuhan selaku infrastruktur penunjang pasti sudah beroperasi saat ini, kalau seperti ini kan bangunannya jadi mubazir, terbukti sudah memasuki tahun ke tiga belum beroperasi," terang Saleh.
Warga Loyow Jhony menambahkan, sejak dibangun TPI 2011 lalu, proyek tersebut sudah bermasalah sebab tidak selesai dikerjakan oleh pihak ketiga, setelah selesai dikerjakan tahun berikutnya, hingga kini TPI tersebut belum dioperasikan.
"Belum dioprasikannya TPI, warga tak bisa melakukan penjualan di dalam karena pagarnya masih dikunci," katanya.
Padahal profesi warga yang berada di desa tersebut sebagian besar berprofesinya adalah nelayan. Sehingga keberadaan TPI tersebut sangat dibutuhkan untuk menjadi lokasi penjualan hasil tanggapan.
"Ikan yang ditangkap terpaksa hanya untuk konsumsi sendiri. Padahal ini bukan hanya berguna bagi kami disini tetapi semua nelayan di Nuangan bisa menjual ikannya disini juga," bebernya.
Jhony menuturkan kalau pun dijual maka hanya diperjualbelikan kepada warga di desanya. Padahal jika sudah dioperasikan akan banyak warga yang datang membeli ikan ke TPI tersebut.
"Jika sudah ada lokasi penjualan maka nelayan juga akan lebih serius menambah jumlah hasil tangkapan. Otomatis penghasilan kami akan meningkat," jelasnya.
Disorotinya, proyek yang diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Utara pada akhir tahun lalu. katanya, keberadaan TPI tersebut berada ditengah perkampungan warga, tidak seperti didaerah lain yang ditempatkan di pinggiran pantai.
"Kami kuatir lama-lama, justru menganggu warga baik limbah maupun baunya," katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Boltim,Iksan Pangalima mengakui belum dioperasikannya TPI tersebut. Disebabkan menunggu Pembangunan Pendaratan Ikan (PPI) dipantai desa tersebut sekaligus akses jalan menuju pantai itu belum ada.
"Belum ada pelabuhan pendaratan ikan jadi belum bisa dioperasikan dan juga kita terkendala akses jalan yang belum di kerjakan,"ujarnya. (Rahman)



































