Harianto Suratinoyo : Jadikan Pilcaleg Sebagai Pembelajaran Berdemokrasi
AMURANG, ME : Pesta demokrasi Pemilihan calon legislatif (Pilcaleg) 2014 tinggal menghitung hari. Aroma persaingan mulai ditunjukan para Caleg. Namun tidak demikian bagi Harianto Suratinoyo.
Menurut dia, ajang ini seharusnya dijadikan proses pembelajaran dalam berdemokrasi. Dirinya sangat berharap, agar pesta demokrasi yang dilaksanakan lima tahun sekali ini tidak dikotori dengan tindakan yang kontra produktif.
"Harus jadi perhatian semua pihak agar kita ciptakan Pemilu yang berkwalitas dengan menjauhi tindakan seperti intimidasi dan politik uang," kata Harianto, yang juga merupakan Caleg partai Gerindra dapil 5 Minsel, Kamis (3/4/2014)
Dia mengatakan, jika tidak diperhatikan, maka kedua hal tersebut akan mencederai demokrasi itu sendiri. Apalagi bila disertai dengan ancaman, seperti pengakuan sejumlah guru dan kepala sekolah belum lama ini.
"Bagaimana kita membangun bangsa ini kalau pesta demokrasi dirusak dengan hal-hal seperti itu," jelas Rian, sapaan akrab Harianto.
Selanjutnya dia menuturkan, perlu kebesaran hati dari semua pihak untuk membiarkan masyarakat termasuk PNS agar dapat memilih sesuai dengan hati nurani dan keinginan sendiri tanpa ada penekanan.
Dengan demikian Pilcaleg dapat berjalan jujur dan adil serta melahirkan anggota legislatif yang benar-benar diinginkan masyarakat. Karena untuk menciptakan Pilcaleg yang bersih ujur dan adil, itu merupakan tanggung jawab semua pihak.
"Saya mengharapkan KPU maupun Panwaslu agar dapat memberikan jaminan terciptanya pesta demokrasi yang berkwalitas, tanpa ada paksaan untuk memilih Caleg tertentu," tukas Rian. (Jerry Sumarauw)



































