PPI Amurang Rawan Pencurian
Tidak Ada Lampu Penerangan Saat Malam Hari
AMURANG, ME : Lampu penerangan di Pangkalan Pelabuhan Ikan (PPI) yang juga merupakan Kompleks Pelabuhan Perikanan Amurang tidak menyala lagi. Padahal warga, lebih khusus nelayan sangat mengharapkan adanya lampu penerangan dipelabuhan tersebut saat malam hari.
Menurut warga, lampu yang dipasang hanya jadi pajangan saja karena tidak pernah dinyalakan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Minsel sebagai instansi yang berwenang, terkesan cuek dengan hal ini. Saat malam hari, tindakan pencurian sering terjadi ditempat ini lantaran tidak adanya lampu penerangan.
"Saat malam hari, ditempat ini sering sekali terjadi pencurian. Banyak nelayan mengeluh karena peralatan kapal hilang dicuri orang. Mereka berani mencuri karena kondisi pelabuhan gelap gulita," ungkap Yos Paputungan, warga Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Timur, Jumat (7/3/2014).
Dia berharap, DKP dapat memaksimalkan pengelolaan Pelabuhan Perikanan dimalam hari, salah satunya dengan lampu penerangan di pelabuhan agar dinyalakan setiap malam. Hal ini untuk menghindari pencurian dan bahaya bagi pengguna pelabuhan pada malam hari.
"Tersedianya sarana lampu penerangan saat malam hari, tentunya dapat mendukung keamanan warga saat melakukan aktifitas. Saat malam gelap gulita, bila tidak berhati-hati bisa terjadi kecelakaan," harapnya.
Kepala DKP Minsel, Brando Schumaker, saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan, lampu penerangan pelabuhan tersebut tidak bisa dinyalakan, karena daya listrik tidak mampu menjangkau seluruh instalasi lampu yang ada.
"Kami sudah berupaya tapi daya listrik tidak mampu. Untuk menyalakan seluruh lampu ini, harus ada penambahan daya. Untuk penambahan daya kami tidak ada anggaran," jelas Schumaker, Kamis (6/3/2014).
Ia menambahkan, sebenarnya dalam pebahasan lalu, usulan tersebut sudah disampaikan ke DPRD Minsel. Namun dalam pembahasan usulan tidak diakomodir.
"Kita sudah usulkan tapi anggarannya belum disetujui DPRD, kita akan lihat nanti, mungkin di anggaran perubahan," ujarnya. (Jerry Sumarauw)



































