PPI Amurang Jarang Difungsikan
AMURANG, ME : Pangkalan Pelabuhan Ikan (PPI) Amurang, Minahasa Selatan (Minsel) jarang difungsikan. Tempat yang seharusnya menjadi transaksi para nelayan dan pemborong ikan ini tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Tidak sedikit dana yang dianggarkan pemerintah untuk membiayai pembangunan PPI ini. Dari pantauan Manado Express, tempat tersebut hanya dijadikan sebagai tempat beristirahat siang warga.
"Pemerintah dalam hal ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Minsel seharusnya menjaga dan dimanfaatkan tempat ini. Sayang kalau tidak fungsikan," kata Denny, nelayan asal Kelurahan Kawangkoan Kecamatan Amurang Barat.
Diungkapkannya, DKP seharusnya serius memaksimalkan tempat tersebut, karena menurut dia jika fasilitas ini difungsikan, akan sangat membantu nelayan dalam memasarkan hasil tangkapan mereka.
"Biasanya, hasil tangkapan langsung dibawah kepasar untuk dijual tapi harganya tidak stabil. Kalau fasilitas ini difungsikan, harga ikan pasti dapat terkontrol karena disini tidak ada permainan harga," ungkapnya.
Ia menambahkan, aset Pemkab ini jangan hanya dibiarkan saja, melainkan segera difungsikan atau dikelola lagi agar tempat tempat bisa menjadi sumber PAD bagi daerah.
"Sebagai nelayan kami berharap tempat tersebut dimanfaatkan lagi supaya tidak terkesan mumbazir. Sayangkan, sudah dibangun dengan anggaran ratusan juta terus tidak dimanfaatkan," kata Denny.
"Kalau nanti ada retribusi, tidak masalah. Itu sudah kewajiban kita untuk membayarnya karena saya tahu itu merupakan sumber PAD bagi Minsel," kunci Denny. (Jerry Sumarauw)



































