IPM Boltim Terpuruk


TUTUYAN, ME : Keprihatinan atas rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bolaang MongondowTiur (Boltim), disuarakan Irfan Mokoagw SE. Bagi Irfan, dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang jumlahnya mencapai ratusan miliar rupiah, seharusnya IPM akan tinggi, tapi justru kenyataannya sangat terpuruk.

 

“Kabupaten Boltim saat ini menduduki peringkat kedua dari bawah setelah kabupaten Bolsel dalam peningkatan IPM di Sulawesi utara (Sulut). Padahal kita ketahui bersama bahwa APBD Boltim terbilang cukup banyak. Dengan peringkat IPM terendah kedua, membuktikan bahwa ada sesuatu yang salah dalam mengelola Kabupaten Boltim,” ujar Irfan.

 

Ia mencurigai, ada hal-hal tertentu yang menjadi penyebab peringkat IPM Boltim rendah, meski sudah ditunjang dengan dana APBD yang cukup banyak. “Penyebabnya ada dua. Pertama konsep pengelolaan pembangunannya yang boleh jadi tidak tepat. Kemudian kedua, implementasi yang memang kurang serius. Padahal dengan sumber dana yang cukup besar, APBD yang cukup lumayan, seharusnya kita bisa berbuat banyak untuk meningkatkan IPM. Mungkin itu penyebabnya,” ujar Irfan.

 

Sementara itu, pemerhati Boltim Rustaman Paputungan mengatakan, dirinya sangat menyesali IPM Boltim yang berada di peringkat kedua terbawah di Sulut. “Saya belum tahu jelas kalau IPM menempati  peringkat kedua terbawah. Namun kalau memang ini terjadi, itu sangat memalukan. Ini jelas kegagalan pemerintah. Ini adalah hal terburuk di Boltim, karena sekarang Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah kita sangat banyak. Tapi kenapa IPM-nya terbawah kedua. Saya sebagai warga Boltim tentu sangat kecewa,” ujar Rustaman.

 

Dia berharap Pemkab mampu membawa IPM Boltim menjadi tertinggi. Atau setidaknya kata dia bisa meningkat dari saat ini. “Pemerintah seharusnya mampu benar-benar mengelola PAD untuk tingkatkan IPM. Sekarang bisa kita lihat pembangunan infrastruktur yang tidak merata, kemudian disektor pendidikan yang bisa dibilang masih ketinggalan. Hanya disektor kesehatan yang sedikit mengalami kemajuan. Ini menjadi PR bagi Bupati dan wakil bupati Sehan Landjar dan Medy Lensun, menjelang berakhir masa jabatan mereka,” ujar Rustaman.

 

Sementara itu, wakil bupati (wabup) Medy Lensun mengakui hal tersebut. Katanya, untuk tahun 2012, IPM Boltim memang terpuruk, jika dibandingkan dengan daerah lain di Sulut. “Memang saya akui kalau IPM kita masih sangat rendah. Tapi itu ditahun 2012. Kalau untuk tahun 2013 dan 2014 saya belum tahu. Mudah-mudahan saja sudah meningkat dari sebelumnya,” tutur Medy.

 

Untuk meningkatkan peringkat IPM Boltim lanjut Medy, ada beberapa hal yang akan dilakukan pihaknya. Diantaranya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. “Sektor pendidikan kita memang masih memprihatinkan. Meskipun fasilitas-fasilitas sudah dibangun tapi kesadaran anak untuk belajar bisa dikatakan masih kurang. Kalau disektor kesehatan sudah bisa dikatakan maju, apalagi ditunjang dengan fasilitas dan tenaga medis yang mumpuni. Itu adalah factor-faktor yang bisa mempengaruhi peringkat IPM kita,” terang Medy. (Rahman Igirisa)



Sponsors

Sponsors