Jalan Perkebunan Tangkunei Putus, Warga Berharap Bantuan Pemerintah


AMURANG, ME : Jalan perkebunan Desa Tangkunei Kecamatan Tumpaan, hingga kini belum bisa diakses karena wilayah tersebut dilanda banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu.

 

Hukum Tua Desa Tangkunei, Vekky Karundeng, mengatakan, sejak diterjang banjir dan longsor, jalan yang merupakan jalur keluarnya hasil pertanian ini tidak bisa diakses. Parahnya lagi tidak ada jalan alternatif selain jalan tersebut.

 

"Saat ini kita sedang bergotong royong memperbaiki jalan tersebut, agar bisa dilalui lagi. Mau tidak mau harus diperbaiki karena ini satu-satunya akses jalan untuk membawah hasil pertanian warga," ujar Karundeng, Selasa (11/2/2014).

 

Hampir setiap minggu kata dia, warga harus bergotong royong memperbaiki jalan tersebut. Tapi harus bagaimana lagi, jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang harus diperbaiki.

 

"Jalan tersebut merupakan jalur sentra produksi pertanian. Semua hasil pertanian cengkih, kopra dan padi diangkut melalui jalan ini," terangnya.

 

Ia menuturkan, sambil berharap bantuan Pemerintah daerah, upaya perbaikan terus mereka lakukan yakni pembuatan tanggul disisi jalan dengan menggunakan dana swadaya masyarakat.

 

"Atas inisiatif warga, disisi jalan telah dibuat tanggul penahan, dananya pun masih swadaya sendiri belum ada bantuan dari Pemerintah," ujarnya.

 

"Jika hanya mengandalkan swadaya masyarakat tentu tidak akan cukup. Untuk itu saya telah memasukan proposol di Dinas PU. Saya berharap prosposal tersebut dapat ditindak lanjuti agar perbaikan jalan tersebut cepat selesai," tambah Karundeng. (Jerry Sumarauw)

 

Foto : Warga Desa Tangkunei Gotong Royong membuat tanggul penahan jalan perkebunan



Sponsors

Sponsors