Bom Aktif Sepanjang 1 Meter Ditemukan Di Gunung Potong
RATAHAN, ME : Pekerja proyek pelebaran ruas jalan Minahasa Tenggara (Mitra) di kawasan gunung potong dikejutkan dengan penemuan sebuah bom di lokasi pelaksanaan proyek tersebut, Kamis (26/06/2014) siang.
Bom yang di duga kuat masih dalam keadaan aktif tersebut ditemukan oleh Maikel Panambunan, salah seorang petugas operator proyek yang saat itu sementara melakukan penggalian tanah dengan menggunakan alat berat jenis eksavator sekira pukul 13.00 WITA.
“Awalnya saya mengira benda itu hanya seng bekas. Namun saat di gali menggunakan eksavator ternyata cukup keras. Curiga, akhirnya saya pun turun dan melihatnya dari dekat,” tutur Panambunan.
Kecurigaannya pun sangat tepat. Saat dilihat dari dekat, benda yang ditemukannya sangat mirip dengan sebuah bom dengan panjang sekitar 1 meter. Diapun memutuskan untuk memberitahu teman-teman pekerja proyek lainnya yang akhirnya langsung berinisiatif menghubungi aparat kepolisian setempat.
“Karena takut kami pun langsung menghentikan pekerjaan sementara dan segera menghubungi aparat kepolisian setempat,” ujarnya.
Sementara, sejumlah aparat kepolisian yang langsung mendatangi lokasi, langsung memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi ditemukannya bom tersebut untuk mencegah warga mendekati benda tersebut.
“Memang benar benda yang ditemukan itu adalah bom. Kalau di lihat dari jenisnya, kemungkinan besar bom jenis torpedo. Namun di lihat dari kondisi fisiknya yang sudah dalam keadaan berkarat, kemungkinan besar bom ini adalah sisa amunisi perang dunia kedua yang dijatuhkan dari pesawat tempur namun gagal meledak,” ujar Kapolsek Urban Ratahan, Kompol Hotma Manossoh.
Karena di duga kuat masih dalam keadaan aktif, aparat kepolisian pun langsung menghubungi Satuan Gegana Polda Sulut untuk datang mengamankan benda tersebut.
Akibat adanya penemuan bom ini, aktifitas proyek pelebaran jalan di lokasi ini terpaksa dihentikan untuk sementara waktu sambil menunggu petugas dari Satuan Gegana Polda Sulut melakukan pengamanan di lokasi. (Jeksen Kewas)



































