PU: Jalan di Sulut Rusak Parah, Perlu Anggaran Tambahan Rp 75 Miliar
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga memerlukan anggaran tambahan untuk perbaikan jalan di Sulawesi Utara yang rusak parah akibat terjangan banjir dan longsor.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Djoko Murjanto menyebutkan, banjir yang terjadi di Sulut pada dua pekan lalu mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan sehingga perlu penanganan mendesak.
Untuk 'menutupi' kebutuhan tersebut, pihaknya membutuhkan dana tambahan sedikitnya Rp 45 miliar untuk penanganan permanen dan penanganan mendesak untuk tanggap darurat (pasca bencana) sebesar Rp 30 miliar.
"Kita sudah mengusulkan anggaran itu. Tanggapan sudah dalam proses. Ini kebutuhan mendesak. Rusak jalannya perlu perhatian khusus," kata Djoko usai jumpa persnya di Kementerian PU, Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Dia menjelaskan, di ruas Manado-Tomohon misalnya, ada 16 titik dari total 32 titik yang perlu segera mendapatkan penanganan.
Djoko menambahkan, perbaikan dilakukan dengan pemasangan jembatan bailey dan gorong-gorong. Perbaikan juga dilakukan pada ruas jalan Airmadidi-Tondano, Manado-Tumpuaan, Tomohon-Kawangkoan serta jalan Ring Road.
"Manado memang wilayah yang paling parah rusak akibat banjir selain Pantura, Kudus," cetusnya.(dtc/ch)



































