Rujukan Pasien Dengan Mobil Pribadi Terlalu Beresiko
LANGOWAN, ME : Terkait soal tidak beroperasinya kendaraan ambulance milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan sekitar 6 bulan belakangan ini, sehingga membuat pasien rujukan di RS tersebut harus menggunakan mobil pribadi atau sewaan, mendapat perhatian khusus dari masyarakat Sulawesi Utara, khususnya dari kalangan pemerhati kesehatan.
Maxi Momongan, pemerhati kesehatan Sulut mengatakan, pasien yang di rujuk dengan menggunakan kendaraan yang bukan ambulance terlalu beresiko tinggi. Itu dikarenakan mobil pribadi tentunya tidak memiliki fasilitas kesehatan yang sama seperti halnya yang dimiliki mobil ambulance.
Apalagi lanjut dia, tentu saja bila seorang pasien ketika harus di rujuk ke Rumah Sakit lain, kondisi pasien tersebut bisa dikatakan gawat karena memerlukan penanganan medis yang lebih intensif ke Rumah Sakit lainnya.
“Nah, bagaimana coba bila harus menggunakan mobil pribadi atau sewaan yang fasilitas oksigennya saja tidak ada. Apakah pihak rumah sakit tersebut mau bertanggung-jawan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena diakibatkan minimnya penanganan medis dalam proses rujukan,” kata dia.
Selain itu, melihat kondisi tersebut yang sudah cukup lama terjadi, diapun menilai baik dari pihak RSUD Noongan maupun Dinas Kesehatan Provinsi Sulut tidak mau mengambil sikap dan sengaja menelantarkan kondisi tersebut. Padahal menurutnya kendaraan operasional ambulance sangat penting di suatu Rumah Sakit karena itu menyangkut keselamatan nyawa seseorang.
“Saya harap pihak rumah sakit maupun dinas kesehatan Sulut harus segera menyikapi hal ini. Karena ini menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat umum, dan nyawa pasien menjadi taruhannya,” tukasnya. (Jeksen Kewas)
Foto : Rusak, Ambulance RSUD Noongan ini dibiarkan diruang terbuka.



































