Pelayanan Rujukan di RSUD Noongan Dikeluhkan
Ambulace Rusak, Pasien Terpaksa Rujuk Pakai Mobil Pribadi
LANGOWAN, ME : Pelayanan yang optimal merupakan dambaan bagi setiap pasien yang datang berobat ke Rumah Sakit. Namun tidak demikian yang dirasakan sebagian pasien yang datang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan beberapa waktu terakhir ini.
Pasalnya, sudah semenjak enam bulan terakhir ini, tiga unit mobil ambulance yang dimiliki Rumah Sakit tersebut belum bisa beroperasi seperti biasanya karena mengalami kerusakan mesin. Akibatnya, beberapa waktu terakhir ini pasien yang datang berobat ke Rumah Sakit tersebut, terpaksa harus menggunakan jasa mobil sewaan dan mobil pribadi bila mendapat rujukan rawat ke Rumah Sakit lain.
Melihat kondisi ini, beberapa keluarga pasien yang mengantar keluarga maupun kerabatnya ke Rumah Sakit ini mengaku tidak nyaman dengan pelayanan di tempat tersebut. Mereka menilai, seharusnya instansi milik pemerintah yang memfasilitasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat ini harus maksimal dalam semua pelayanan termasuk kesiapan kendaraan operasionalnya.
“Ini menyangkut keselamatan nyawa dari setiap pasien yang datang berobat ke rumah sakit ini. Satu detik saja terlambat mendapatkan perawatan, nyawanya bisa melayang. Harusnya setiap rumah sakit wajib siapkan mobil ambulance agar jika ada pasien yang harus di rujuk cepat, tidak harus tertunda-tunda karena harus sibuk mencari kendaraan sewaan terlebih dahulu,” kata Naldy, keluarga pasien yang pernah berobat di RS tersebut.
Selain itu diharapkannya, pihak RSUD Noongan dapat segera mencari kebijakan khususnya dalam hal operasional kendaraan ambulance agar kondisi ini tidak berlarut-larut dan pelayanan rujukan untuk pasien di RS tersebut dapat lebih optimal.
“Jika ketidak-nyamanannya terus dibiarkan seperti ini, maka pastinya akan berpengaruh nanti pada menurunnya kepercayaan masyarakat untuk datang berobat ke rumah sakit ini. Pihak RSUD Noongan harus mencari kebijakan agar menyediakan kendaraan ambulance,” ujarnya.
Sementara itu, pihak RSUD Noongan ketika dikonfirmasi terkait hal ini menjelaskan bahwa soal rusaknya mobil ambulance milik RS tersebut, pihaknya sudah pernah berkali-kali melakukan perbaikan. “Sudah sering diperbaiki dan biasanya kendaraan tersebut dapat beroperasi lagi. Namun baru beberapa hari digunakan kendaraannya mogok lagi. Begitu seterusnya,” jelas Dirut RSUD Noongan melalui Kepala Tata Usaha Maxie R Reppie.
Dijelaskannya pula, pihak RSUD sempat mengambil kebijakan untuk menyewa mobil ambulance dari RS lain. Namun kendalanya, tarif yang di pasang pihak RS lain terlalu tinggi mencapai Rp 800 ribu.
“Memang bisa juga disewa dari RS lain. Namun tarifnya terlalu tinggi dan otomatis akan lebih memberatkan keluarga pasien. Makanya sering kami sarankan untuk menyewa kendaraan pribadi agar biayanya lebih murah,” ujarnya sambil berharap pada APBD Perubahan nanti, anggaran pengadaan mobil Ambulance baru bisa tertata. (Jeksen Kewas)
Foto : Rusak, Ambulance RSUD Noongan ini dibiarkan diruang terbuka.



































