Pembangunan Jembatan Bailey Tomohon-Manado Terhalang Cuaca


TOMOHON : Pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Kota Tomohon dan Manado terhalang oleh cuaca yang tidak menentu. Dari dua jembatan bailey yang direncanakan selesai dalam dua hari, baru satu yang rampung sedangkan satunya masih dalam perakitan, Rabu (22/1/2014).

 

Adapun bailey adalah jembatan rangka baja ringan berkualitas tinggi, yang mudah dipindah-pindah, sangat strategis dalam menunjang pembangunan di pelosok daerah yang sulit dijangkau. Pemasangannya pun sangat cepat untuk membantu daerah-daerah rawan bencana alam.

 

Namun, sulitnya medan dan terjalnya longsoran tanah menjadi kendala awal dalam pengadaan peralatan pembuatan jembatan.  Jembatan darurat di Km 15 Desa Tinoor, Kota Tomohon, hingga kini masih terus dikerjakan pasukan Denzipur bersama Dinas PU Balai Jalan. Jembatan yang memiliki panjang 24 meter ini diharapkan bisa segera digunakan warga pengguna jalan pasca ambles karena longsor yang terjadi pekan lalu.

 

Selanjutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala proses pembuatan jembatan berbahan baja ini. Proses pengantaran bahan pun harus melewati jalan di Minahasa Selatan yang harus ditempuh sekitar 3 jam dari Kota Manado hingga tiba di lokasi longsor.

 

Dandim 1302 Minahasa Letkol Teguh Heri Susanto mengatakan jembatan bailey hanya mampu dilewati kendaraan berbobot di bawah 10 ton. Operasional jembatan akan diawasi oleh polisi dan dinas perhubungan.

 

Sementara itu, jembatan bailey yang berada di Km 13 Tambulinas kini sudah bisa dilalui. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat yang terjebak saat longsor pun sudah dievakuasi.(mtv)

 

 



Sponsors

Sponsors