Krisis Air Bersih Tondano Diduga Jadi Lahan Bisnis Oknum-Oknum di PDAM Minahasa


TONDANO, ME : Krisis air bersih yang terjadi di Tondano selang sepekan terakhir ditengarai jadi lahan bisnis PDAM Minahasa. Pasalnya, saat jaringan air bersih tidak beroperasi, mobil tangki air PDAM justru berkeliaran menjual air bersih kepada masyarakat.

 

Situasi ini tak pelak menimbulkan tanda-tanya. "Ini aneh. Saat air mati, PDAM justru menjual air bersih dengan mobil tangki. Kami selaku pelanggan merasa sangat dirugikan," tutur Merry, IRT asal Watulambot, kepada Manado Express siang tadi (11/1/2013).

 

Tak tanggung-tanggung, oknum-oknum petugas PDAM yang berkeliaran dengan mobil tangki memungut bayaran puluhan ribu per pelanggan. "Satu tangki dihargai sekitar 150 ribu rupiah," ungkapnya.

 

Harusnya menurut Merry, saat pelanggan tidak dapat menikmati air bersih lantaran masalah di jaringan perpipaan, PDAM wajib menyuplai air dengan mobil tangki. "Harusnya tidak perlu bayar. Hal-hal seperti ini harusnya sudah jadi kewajiban dan konsekuensi PDAM. Sekarang justru sebaliknya. Kita selaku pelanggan justru yang dieksploitasi," gerutu Merry lagi.

 

Diinformasikan, beberapa wilayah di pusat Kota Tondano yang ditengarai mengalami krisis air bersih saat ini diantaranya Rinegetan, sebagian Wawalintouwan, Rerewokan, Watulambot, Wewelen, dan Sasaran. Diketahui, air bersih yang disuplai ke wilayah-wilayah ini berasal dari pompa PDAM Minahasa yang terletak di kawasan Lewet, Rinegetan. (tim-me)



Sponsors

Sponsors