Perang Bendara Parpol Mulai Marak


TUTUYAN, ME : Meski sudah disosialisasikan kepada pengurus Partai Politik (Parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu), dan para Calon Legislatif (Caleg) mengenai tata cara pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) ditempat-tempat umum, namun pemasangan APK tetap saja dilakukan, seperti pantaun Manado Express di ibu Kota Boltim, Tutuyan dan Kotabunan, dimana hampir semua rumah terlihat sudah mulai perang bendara partai, diantaranya berdera partai PPP, bendera Demokrat, bendera PDIP, bendera Golkar dan yang terbanyak adalah bendera PAN.

 

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Boltim, Chandra Modeong, bahwa pemasangan APK yang mulai marak dilakukan ini menunjukan bahwa mereka tidak taat pada KPU.

 

"KPU diminta, supaya segera menertibkan pemasangan bendara Parpol disetiap rumah, sebab ini jelas-jelas melanggar aturan. Jika tidak, maka HANURA juga akan melakukan hal yang sama, " tegas Modeong.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Boltim, Hendra Damopolii SE, ketika dikonfirmasi Jumat (25/10/2013), mengatakan bahwa terkait pemasangan APK tersebut, pihaknya akan segera menyurat kepada Pimpinan-pimpinan Parpol.

 

"Isi surat tersebut, menegasakan bahwa, kepada pengurus Parpol dan Caleg, diminta supaya segera menurunkan bendara partai, termasuk pemasangan APK yang lainnya. Dan jika tidak diindahkan, maka KPU, akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim, dalam hal ini Kesbangpol, Sat Pol PP untuk menurukan bendara partai yang dipasang sembarangan tempat, sesuai dengan Peraturan KPU nomor 15 tahun 2013, tentang pemasangan APK di zonasi terlarang," tegas Damopolii.

 

Foto : Ilustrasi.

 

Penulis : Rahman Igirisa

Editor : Chres



Sponsors

Sponsors