Dinasti Politik Juga Ada di Sulut
Manado, ME - Tren hadirnya dinasti politik Gubernur Provinsi Banten Ratu Atut dan keluarganya rupanya bukan hanya terjadi di daerah Banten. Hal serupa juga terjadi di Sulawesi Utara. Gubernur Sulu Sinyo Harry Sarundajang punya banyak anggota keluarga yang menduduki posisi strategis di pemerintahan.
Di Sulut, seluruh anggota keluarga Sinyo minus istrinya kini juga menjabat posisi yang mumpuni, baik di organisasi besar maupun di dunia perpolitikan. Tercatat pada 2014 mendatang, seluruh anggota keluarganya mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi.
Pertama, anak tertua dari Gubernur Sulawesi Utara 2 periode ini, Ivan Sarundajang, baru saja dilantik menjadi Wakil Bupati Minahasa, setelah pada pemilihan akhir tahun 2012 kemarin menang. Ivan Sarundajang sendiri diusung oleh PDI Perjuangan.
Selain Ivan Sarundajang, Vanda Sarundajang, juga anak kandung Sinyo Harry Sarundajang, sudah terlebih dahulu mengorbit ketika pada tahun 2009 kemarin berhasil lolos sebagai anggota DPR RI. Tahun 2014 ini, Vanda Sarundajang kembali dicalonkan PDIP menjadi anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Utara.
Anak ketiga Sarundajang, Fabian Sarundajang, juga tercatat sebagai calon anggota DPD wilayah pemilihan Sulawesi Utara untuk periode 2014. Fabian Sarundajang sendiri baru terjun ke dunia politik. Namun, kariernya di beberapa organisasi di Sulawesi Utara cukup mentereng.
Sebelum menjadi Bendahara Umum KNPI Pusat, Fabian Sarundajang awalnya adalah Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara. Ia juga sempat menjadi Ketua KPSI-PSSI Sulawesi Utara.
Adapun anak keempat Sarundajang, Eva Sarundajang, pada tahun 2014 mendatang juga turun ke dunia politik. Namun, dibandingkan kakak-kakaknya, Eva memilih jalur DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari daerah pemilihan Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara. Dia juga maju lewat PDIP.
Uniknya, di keluarga Sinyo Harry Sarundajang ini, walaupun anak-anaknya adalah kader PDIP, sang ayah merupakan kader Partai Demokrat. Bahkan tercatat saat ini Sarundajang senior tengah mengikuti konvensi calon presiden dari partai berlambang Mercy tersebut.
Pengamat pemerintahan bersih Kota Manado, Terry Umboh, mengatakan dinasti yang dibangun oleh Gubernur Sulawesi Utara merupakan hal yang biasa terjadi di dunia perpolitikan semenjak kepemimpinan Presiden Soeharto.
Menurut Umboh, tak hanya di tingkat provinsi, di tingkat kabupaten dan kota di Sulawesi Utara juga terjadi hal-hal demikian.
"Saya contohkan, Bupati Bolaang Mongondow periode 2001 hingga 2011, Marlina Moha Siahaan, di mana suaminya, Syamsudin Kudji Moha, menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bolmong dan juga Ketua DPRD Kota Kotamobagu. Sementara anaknya jadi anggota DPR RI," kata Umboh.
Menurut Umboh, selama dinasti tersebut mampu menciptakan kesejahteraan untuk masyarakat, tidak perlu dipertanyakan, melainkan justru didukung.
"Nah, yang jadi tidak baik ketika dinasti ini menggerogoti uang rakyat dan masyarakat tambah miskin. Itu yang perlu kita singkirkan," Umboh menambahkan.(tempo.co)
Foto : Foto bersama keluarga besar, saat Gubernur Sulut ujian terbuka promosi Doktor di Universitas Gadjah Mada Februari 2011.(Ist)
Editor : Chres



































