Sompi Sempat Khawatir, Kandoli Tidak

Insiden Pesawat Lion Air di Bandara Sam Ratulangi Manado


Bupati Minahasa Utara (Minut), Sompie Singal khawatir untuk terbang dengan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT775 tujuan Jakarta, Senin (30/9/2013) kemarin. Ketika ditemui di Ruang Tunggu Bandara Sam Ratulangi Manado, Sompie mengaku ragu untuk melanjutkan perjalanan. "Nanti mau lihat dulu kalau mau berangkat atau tidak," ujar Singal. 

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT775 tersebut batal berangkat karena penumpang membuka paksa pintu darurat ketika pesawa tersebut sudah berada di landasan pacu. Tindakan itu dilakukan karena protes penumpang kepada pilot dan pramugari tidak digubris. 

 

Penumpang yang panik memprotes tidak berfungsinya AC di ruang kabin pada saat pesawat siap terbang. Beberapa jam kemudian manajemen Lion Air menerbangkan penumpang JT775 dengan dua pesawat penganti yaknj JT777 dan JT737. Sementara penumpang yang sudah terdaftar di kedua pesawat tersebut dialihkan ke JT775 yang sudah diperbaiki.

 

 

Mengetahui bahwa pesawat yang mereka tumpangi merupakan pesawat yang gagal berangkat pada pagi sebelumnya, sejumlah penumpang mengaku ketar-ketir. 

 

"Saya mau tunggu dulu teman, apakah dia mau terbang atau tidak, jadi ragu juga," tambah Singal. 

 

Berbeda dengan Singal, Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Ronald Kandoli tidak mempersoalkan pesawat apa yang akan dinaikinya untuk berangkat ke Jakarta. "Saya tetap berangkat, tidak jadi masalah," katanya singkat dan menuju ruang keberangkatan. 

 

Kedua pejabat daerah tersebut akan menaiki pesawat Lion Air JT 775, setelah otoritas Bandara Sam Ratulangi Manado menyatakan pesawat pintu darurat ini dinyatakan layak terbang. 

 

Sementara itu diperoleh informasi bahwa Manajemen Lion Air berjanji akan memberi uang kompensasi sebesar Rp 300.000 per orang untuk seluruh penumpang penerbangan JT775 tujuan Manado ke Jakarta yang mengalami insiden kemarin.(kpc)



Sponsors

Sponsors