Aset Pemekaran Siap Diserahkan


Tutuyan, ME

Aset hasil pemekaran Kabupaten Bolaang Mongondow dalam waktu dekat akan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

 

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Aset Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Boltim, Jimmy Paendong, mengatakan, semenjak beberapa kali tidak menemukan titik temu dalam pembahasan atas verifikasi aset milik Pemkab Bolmong yang akan diserahkan ke Boltim. Akhirnya, Pemkab Bolmong mengalah dan menerima hasil verifikasi yang dilakukan pihaknya.

 

"Dengan begitu panjangnya proses pengalihan aset dari Pemkab Bolmong Ke Boltim Akhirnya Pihak Pemkab Bolmong mengalah dan menerima daftar aset yang telah kita verifikasi di lapangan," ujar Jemmy, Senin (30/9/2013).

 

Tahapan penyerahan aset berjalan sangat panjang sejak ditandatanganinya surat keputusan penyerahan aset oleh Bupati Bolmong Salihi Mokodongan tertanggal 19 Desember 2012. Pasca ditetapkan penghapusan aset oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmong.

 

"Penyerahan Aset dari Bolmong ke Boltim Direncanakan akan diserahkan saat ulang tahun Boltim pada empat Oktober. Pihak kami masih menunggu persetujuan Bupati terhadap agenda tersebut," jelas Jemmy.

 

Selama ini terjadi perbedaan pendapat antara pemkab Bolmong dengan pihaknya terkait jumlah aset. Pasalnya, daftar aset yang disodorkan pemkab Boltim nilainya mencapai Rp 40.591.598.546 namun setelah dilakukan beberapa kali verifikasi justru hanya mencapai Rp 35.646 405.408.

 

Jemmy merincikan dari 129 bidang tanah yang nilainya Rp 4,6 miliar yang disodorkan 4 bidang diantarnya tidak ditemukan dan 3 bidang tanah sedang bermasalah.

 

"Tanah yang akan diterima ada seratus dua puluh tiga bidang yang sekitar empat milyar lebih," ungkap Jemmy.

 

Sedangkan peralatan mesin atau kendaraan disodorkan senilai Rp 5 499 356 719. Namun hampir sebagian besar sudah tidak ada dan rusak yang nilainya mencapai Rp 3 963 171 899. Beberapa diantaranya adalah aset pemerintah pusat.

 

"Untuk Gedung dan bangunan disodorkan seratus sembilan puluh sembilan unit dengan nilai mencapai sebelas koma empat miliar. Setelah diverifikasi dua unit tidak ada atau aset pemerintah pusat senilai tiga puluh sembilan koma lima juta. Jadi akan kita terima ada seratus sembilan puluh empat unit atau senilai sebelas koma empat miliar," beber Jemmy.

 

Jemmy menambahkan untuk aset jalan, irigasi dan jaringan disodorkan sebanyak 162 unit senilai Rp 18 941 632 311. Namun 54 unit diantaranya sudah tidak ada sehingga untuk aset ini hanya senilai Rp 17,9 miliar.

 

"Kami melakukan pengecekan hingga ke desa-desa terpencil untuk mengecek aset tersebut. Sebab jika memasukkan aset yang rusak atau hilang akan sangat berpengaruh pada neraca keuangan pemkab Boltim yang akan berdampak negatif bagi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke depan," terang Jemmy. (Rahman Igirisa)

 

Foto: PDAM ini salah satu aset Boltim.



Sponsors

Sponsors