Wisata Tanjung Woka Jadi Sengketa
Tutuyan, ME
Tanjung woka adalah salah satu potensi wisata di kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang terletak di Dodap Pantai sekitar 7KM dari Ibu Kota Tutuyan, kini menjadi permasalahan antara desa dodap pantai, dodap induk dan dodap mikasa. Pasalnya, obyek wisata yang terletak di dodap pantai sekitar 500 meter kearah selatan ini, oleh warga Dodap Induk dan Dodap Mikasa ingin mereka kelolah bersama dengan Dodap Pantai, namun hal ini mendapat penolakan warga Dodap Pantai.
Alasannya mereka, karena wisata tanjung woka berada di wilayah Dodap, pante. "Pokoknya kami tidak setuju bila tempat wisata tanjung woka ini dikelola oleh 3 Desa,"ujar warga Dodap pantai. Selain itu warga Dodap Induk dan Dodap Mikasa mengatakan, keinginan mereka untuk mengelola bersama wilayah ini karena sebagian besar warga Dodap Induk dan Mikasa mempunyai kebun cengkeh dan kelapa di wilayah tanjung woka.
"Kami bukan ingin mensabotase wilayah tanjung woka ini, akan tetapi untuk menjaga bersama kenyamanan pengunjung di tempat wisata ini, apalagi sebahagian besar warga Dodap induk dan mikasa mempunyai lahan cengkeh dan kelapa di wilayah ini, dengan begitu apa salahnya kalau obyek wisata ini kita kelolah bersama, apalagi desa kami adalah pintu masuk menuju lokasi tanjung woka," ungkap warga Dodap Induk yang tidak mau nama mereka di sebutkan.
Ditambahkannya, sebagaimana yang di sampaikan oleh Bupati Boltim, Sehan Landjar, disetiap sosialisasi aparatur pemerintahan desa bahwa obyek wisata tanjung woka wajib di kelola oleh 3 (tiga) desa, yakni Dodap Induk, Dodap Mikasa dan Dodap Pantai. "Sudah beberapa kali kami menghadiri rapat dengan Bupati bahwa wisata tanjung moka harus di kelola oleh 3 desa, bahkan Bupati sampaikan bentuk pengurus dodap pantai sebagai ketua, dodap induk sebagai sekretaris dan mikasa sebagai Bendahara, agar warga yang berada di 3 desa," tambahnya.
Yesril kakunse asal dodap pantai adalah pemilik lahan yang jadi tempat wisata tanjung woka ini saat dimintai keterangan terkait dengan lahannya dijadikan tempat wisata mengatakan, dari 4 bersaudara mereka yang mempunyai lahan ini tidak keberatan dengan lokasi ini dijadikan tempat wisata, yang terpenting bagi mereka adalah kebersihan dan keamanan yang perlu dijaga, juga sebagai tuan rumah yang baik perlu menjaga keamanan demi lancarnya para pengunjung bukan bukan dijadikan permasalahan seperti ini.
"Saya menginginkan bahwa lokasi ini jadi tempat wisata agar warga dari tiga desa ini ada ketambahan penghasilan, bukan dijadikan permasalahan seperti ini, apalagi di kelolah oleh 3 desa seperti yang di sampaikan oleh Bupati disetiap pertemuan antar desa supaya lebih terjaga keamanannya, saya sebagai pemilik lokasi setuju bila dikelolah oleh 3 desa,"pungkasnya. (Rahman Igirisa)
Foto : Wisata Tanjung Woka.



































