Kawasan Pesisir Pantai Timur Akan Dijadikan Wilayah Konservasi
Tondano, ME
Pesona eksotik pesisir Pantai Timur Minahasa yang kaya akan keaneka-ragaman Terumbu Karang dan Satwa Laut, menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap wisatawan yang berkunjung ketempat ini. Tercatat sedikitnya 600 wisatawan yang setiap tahun datang berkunjung untuk menikmati keindahan pantai yang berada di kecamatan Kombi tersebut.
Untuk itu, dalam rangka meningkatkan potensi dari kawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa berencana akan menetapkan daerah pesisir pantai timur ini sebagai wilayah konservasi. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Minahasa, Ir Ariffin Kyai Demak saat diwawancarai Manado Express, Rabu (11/09/13) di ruang kerjanya.
“Wilayah pesisir pantai timur merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki daerah Minahasa, baik itu dari hasil laut, maupun kawasan wisatanya yang kaya akan aneka ragam terumbu karang dan satwa laut yang langka misalnya Penyu laut. Untuk itu potensi yang ada di kawasan ini akan lebih ditingkatkan yaitu dengan cara mendesaign lokasi-lokasi disekitarnya sebagai wilayah konservasi,” ujarnya.
Dijelaskannya, ada beberapa titik lokasi yang akan ditetapkan sebagai wilayah konservasi, diantaranya lokasi penangkaran Penyu. Menurutnya, kawasan tersebut pantas dilindungi mengingat kawasan ini menjadi tempat hidup dari species langka, misalnya Penyu. Dari 6 species Penyu Laut yang ada di Indonesia, 4 diantaranya hidup di kawasan ini.
“Nantinya akan dibentuk tim kerja dari instansi-instansi terkait untuk menunjang dan memback-up program-program tersebut. Untuk pencanangannya, akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Minahasa yang jatuh pada tanggal 5 November mendatang,” paparnya.
Saat ditanya apakah program tersebut tidak akan menggangu aktifitas warga sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, dia mengatakan bahwa lokasi tersebut akan ditata sedemikian rupa, agar supaya kegiatan perikanan dapat berjalan terus menerus.
“Kan wilayah nelayan untuk menangkap ikan ditengah laut, sedangkan untuk wilayah konservasinya hanya dibagian pesisir saja. Jadi ini tidak akan mengganggu aktifitas nelayan untuk menangkap ikan. Namun tetap akan ditata agar supaya prosesnya berlangsung lancar dan tidak merugikan warga sekitar,” tukasnya. (Jeksen Kewas)
Foto : Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Minahasa, Ir Ariffin Kyai Demak Saat Diwawancarai Wartawan Manado Express.



































