Jalan Atoga-Mooat Terus Disorot

Diduga Jadi Sarang Korupsi


Tutuyan, ME

Jalan Atoga-Mooat yang menghubungkan Kabbupaten Boltim - Kota Kotamobagu diduga menjadi sarang korupsi, bagi para kontrakor. Pasalnya, sudah Tiga tahun berturut–turut, jalan tersebut dikerjakan dan sudah menelan anggaran kurang lebih Rp 40 miliar.

 

Dari informasi yang berhasil dirangkum, jalan tersebut sejak 2011 mulai dilakukan pengerasan dengan anggaran Rp12 miliar lebih dan dikerjakan oleh PT.Lumbung Berkat Indonesia (LBI). Selanjutnya, pada 2012 juga dilakukan pengaspalan jalan melalui Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) sebesar kurang lebih Rp18 miliar yang dikerjakan oleh PT Dinasti.

 

Dalam jangka waktu dua tahun, pengaspalan jalan Atoga ini kembali rusak disebabkan oleh kwalitas pekerjaannya yang kurang baik, dengan menelan anggaran yang cukup besar. Yang harusnya dilihat dari besaran anggaran, maka ruas jalan Atoga – Mooat sudah sangat layak dan menghasilkan kwalitas jalan yang baik. Sayangnya, itu tak nampak pada kondisi jalan saat ini, terbukti jalan tersebut kembali dianggarkan pada 2013 ini dengan anggaran yang lumayan besar, yakni Rp10,8 Miliar lebih dan dikerjakan oleh PT Lelem Jaya.

 

Hal ini mendapat tanggapan keras dari berbagai kalangan. Menurut aktifis pemerhati Bolaang Mongondow Raya (BMR), Erwin Makalunsenge menduga bahwa ini sudah ada permainan tingkat elit dengan pihak perusahaan yang mengerjakan. Terbukti, selang Tiga tahun berturut – turut, jalan tersebut selalu dikerjakan dengan nominal anggaran yang tergolong sangat besar. “Kami heran, kok setiap tahun dianggarkan untuk diaspal.? Anggarannya juga lumayan besar. Inikan aneh, jangan – jangan ada permainan. Atau bisa jadi, kontraktor yang mengerjakannya yang tidak mempunyai niat baik,” ketus Makalunsenge.

 

Lanjutnya, ia meminta agar pekerjaan jalan tersebut dapat diawasi oleh pihak berwajib. Agar, jika ada kekeliruan dalam pekerjaan tersebut, maka dapat diketahui siapa yang main ‘curang’ dalam pekerjaan proyek Atoga – Mooat. “Kan kasihan, anggaran yang cukup besar dihabiskan untuk pekerjaan jalan, yang saban tahun selalu dianggarkan. Sehingga ada baiknya, jika pengerjaan jalan tersebut turut diawasi oleh pihak berwajib, yakni kepolisian ataupun kejaksaan dalam hal ini,” tegasnya.

 

Kepala Dinas PU Boltim, Minderd Mawu mengaku jika pekerjaan jalan Atoga – Mooat adalah kesalahanya tidak diawasi sebaik mungkin. Alhasil kondisi jalan, belum lama dikerjakan, sudah harus diperbaiki lagi. Namun, Minderd berjanji, untuk pekerjaan di 2013 ini, pihaknya akan memaksimalkan pekerjaan pemadatan bace B landasan pondasi atas dan pondasi bawah dalam pekerjaan. “Kami akan terus mengawasi dan memaksimalkan pekerjaan pemadatan bace B landasan pondasi atas dan pondasi bawah. Sebelum itu dilakukan maka saya belum akan mengeluarkan rekomendasi pengaspalan kepada kontraktor,” janjinya. (Rahman Igirisa)

 

Foto : Jalan Atoga-Mooat.



Sponsors

Sponsors