"Rencana HPN 2013 di Sulut Lebih Baik Dibatalkan"

Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan Belum Tuntas


Manado, ME
Aksi kekerasan terhadap tiga wartawan Sulut oleh sekelompok orang di parkiran Corner Club, Bahu, Manado beberapa pekan lalu terus diusut pihak kepolisian. Kendati demikian, belum tuntasnya penanganan kasus tersebut memicu reaksi dari kalangan wartawan senior Sulut.

Joppie Worek mendesak agar kasus tersebut secepatnya dituntaskan. Apabila kasus tersebut tidak kunjung selesai ditangani pihak kepolisian hingga akhir tahun ini, Joppie meminta agar pelaksanaan Hari Pers Nasional tahun depan di Sulut dibatalkan. "Jika kasus itu tidak dituntaskan, rencana pelaksanaan HPN di Sulut lebih baik dibatalkan!" tegas mantan Pemimpin Redaksi dua Koran harian yang sempat menyapa pembaca Sulut, Telegraf dan Koran Rakyat itu.

Senada dikemukakan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Yoseph Ikanubun. "Suatu hal yang ironi jika Sulut menjadi tuan rumah hari raya kaum pers sementara kasus kekerasan 0terhadap pekerja pers belum dituntaskan," tanggap Ikanubun. "Karena itu, kami minta agar kasus tersebut secepatnya dituntaskan agar tidak menjadi preseden buruk terhadap jaminan keamanan bagi pers Sulut," tandasnya.

Diinformasikan, Sulut memang ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2013 mendatang. Kegiatan yang dijadwalkan 4 - 7 Februari  itu rencananya dibuka secara langsung oleh Presiden SBY.

Sayangnya, di tengah-tengah persiapan jelang perayaan hari kebesaran pers nasional itu, kekerasan terhadap pekerja pers Sulut meletup.
Beberapa waktu lalu, Risky Pogaga, wartawan harian Media Sulut, Hendra Lumanauw, wartawan harian Koran Manado, dan Bryan Sondakh, wartawan salah satu media online Sulut, kritis akibat pengeroyokan sekelompok orang. (tr-1)    

 

Foto: Aksi unjuk rasa pekerja pers Sulut di monumen zero point Manado beberapa waktu lalu terkait kasus penganiayaan tiga wartawan. (ms/sonny dinar)



Sponsors

Sponsors