Gerindra Tomohon Jadi 'Pemeran Utama'

Polemik Calon Wawali Kian Berdistorsi


Tomohon, ME

Panggung politik Kota Bunga kian menarik perhatian. Mata para pengamat pun, seakan tak ingin berpaling. Telinga para penikmat terus tertuju di Kota Tomohon. Aktor-aktor politik Kota Bunga mulai memainkan perannya.

 

Jelang sederetan pesta demokrasi, atmosfir politik Kota Bunga tak kunjung surut. Suhu panas yang tercipta, dianggap masih betah menyelimuti Kota Religius. Berlangsung dengan tensi tinggi, para petarung terus mengayun-ayunkan senjatanya.

 

Teranyar, politisi Kota Bunga mulai memainkan dua skenario diatas pentas. Skenario Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif belum rampung, polemik Calon Wakil Wlikota Tomohon pun meloncat ke permukaan.

 

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dianggap jadi pemeran utama. Dilematika pencalonan Wakil Walikota, ditengarai membuat partai berlambang kepala burung garuda ini, diambang keretakan.

 

Ini dimulai dari genderang perang yang ditabuh Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Piet Arabaa. Langkah yang ditempuh Gerindra dianggap salah besar. Partai yang mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden ini, dianggap tidak layak mengajukan calon.
Alasannya, saat pencalonan Walikota dan Wakil Walikota Jefferson SM Rumajar SE dan Jimmy F Eman SE Ak (J2) pada Pemilukada tahun 2010 lalu partainya bukan partai pengusung.

 

“Awalnya kami memang mendukung pasangan ini. Tapi, oleh Dewan Pembina Partai Gerindra yakni Hashim Djojohadikusumo, meminta agar menarik dukungan tersebut dan mendukung pasangan Linneke S Watoelangkow-Jemmy Wewengkang,” terang Arabaa.

 

Kabar keretakan Gerindra Kota Tomohon dinilai semakin jelas. Pasalnya, seorang figur calon Wakil Walikota yang diusulkan, terkesan enggan mendampingi Eman dalam menahkodai Kota Tomohon.

 

Wenny Lumentut SE, calon Wakil Walikota Tomohon yang diusulkan Partai Gerindra, malah mengeluarkan pernyataan bernadabantahan. Kepada Media Sulut, Lumentut yang kini sibuk dengan urusan bisnis, secara tegas mengaku tak berambisi untuk menjadi pejabat publik di Kota Bunga.

 

“Saya tidak menolak penugasan partai, tapi tidak mau,” ujarnya.

 

Justru Lumentut secara blak-blakan meminta agar Walikota Tomohon Jimmy Eman SE Ak tidak memilih dirinya. “Sebaiknya pilih orang lain saja," ujar Lumentut. "Saat ini saya tidak berambisi menjadi pejabat publik karena masih banyak tugas nasional yang harus diselesaikan di luar daerah,” timpal mantan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tomohon ini.

 

Kekisruhan internal Partai Gerindra Kota Tomohon, ikut dikritisi oleh Danny Tular Pengamat Politik Pemerintahan Kota Bunga. Tular mengaku mendukung pernyataan Arabaa tentang pencalonan Wakil Walikota. Dukungan terhadap pasangan Rumajar-Eman kala itu, dinilai hanya bersifat pribadi. Bukan atas nama partai.

 

"Setahu saya kicauan Arabaa itu benar," ungkap Tular. "Dukungan kepada pasangan calon Rumajar-Eman hanya datang dari pribadi Arabaa," beber Tular.   "Arabaa waktu itu jadi tim sukses," terangnya.

 

Jika kondisi Partai Gerindra terus diterpa badai, dikhawatirkan keretakan partai kini didepan mata.

 

Hantaman demi hantaman yang dilemparkan, dianggap dapat meruntuhkan tembok citra partai berlambang kepala burung garuda ini. "Ini bahaya," tegas Tular. "Jika ketua DPC saat ini tidak bisa melakukan terobosan-terobosan untuk dapat keluar dari masalah ini, tak menutup kemungkinan, Gerindra Kans Retak," pungkas Tular.

 

Diketahui, setelah mendapat rekomendasi langsung dari Prabowo Subianto, Partai Gerindra telah mengajukan dua nama calon Wakil Walikota Tomohon. Nama Ferdinand Mono Turang S.Sos dan Wenny Lumentut SE, diusulkan sebagai Calon Wawali Tomohon.

 

Foto : Lambang Partai Gerindra dan Ferdinand Mono Turang S.Sos.



Sponsors

Sponsors