Buyat Selatan Ditetapkan Kampung Tangguh Nusantara
Kotabunan, MX
Kampung Tangguh Nusantara (KTN) yang berada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali diresmikan. Pasca Desa Liberia Timur, Kecamatan Modayag diresmikan, kali ini giliran Desa Buyat Selatan, Kecamatan Kotabunan ditetapkan sebagai KTN oleh Kepolisian Resor (Polres) Boltim.
Agenda yang dihelat di Puskesmas Desa Buyat Selatan, Kamis (13/8) itu, diresmikan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim, Sonny Warokka dan didampingi Kapolres Boltim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam acara peresmian launching kampung tangguh itu, Kapolres Boltim Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Irham Halid menuturkan, Desa Buyat Selatan dipilih sebagai kampung tangguh didasarkan pada kriteria.
"Desa Buyat Selatan memiliki lahan persawahan dan perkebunan yang luas yang telah digunakan oleh warga desa untuk bercocok tanam. Desa Buyat Selatan satu-satunya desa di Indonesia yang menggunakan lantai tehel untuk menjemur padi. Itu yang membuat kami pilih Buyat Selatan sebagai pilot projek kampung tangguh di Kecamatan Kotabunan," papar Irham.
Ia menjelaskan, kepolisian meluncurkan program kampung tangguh ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Kabupaten Boltim.
“Kami bersyukur hingga saat ini Kabupaten Boltim masih mempertahankan zona hijau atau bebas Covid-19. Ini perlu dipertahankan," ucapnya.
Irham pun bersyukur, karena sejak ada Polres di Boltim situasi dan kondisi atau kamtibmas di Boltim tetap kondusif.
“Jangan sampai Boltim terjadi tauran. Ini perlu kita jaga bersama,“ imbuhnya.
Sementara itu, Sekda Sonny Warokka mewakili Bupati Boltim Sehan Landjar menyebutkan, Desa Buyat Selatan sebagai kampung tangguh nusantara sudah tepat. Dilihat dari kondisi yang ada, di Buyat semuanya ada. Persawahan, perkebunan, laut bahkan pertambangan pun ada.
“Semua potensi ada, sehingga sangat tepat jika Buyat Selatan ditetapkan sebagai kampung tangguh,“ sebutnya.
Selaku pemerintah, Warokka menekankan kepada masyarakat desa Buyat, agar berupaya mengembangkan ketahanan pangan dengan upaya peningkatan hasil pertanian lokal.
“Pemerintah daerah mengarahkan warga Buyat untuk lebih berupaya meningkatkan hasil pertanian dengan menambah luas lahan perkebunan yang ada," terangnya.
Terkait penanganan Covid-19, Sekda Boltim mengapresiasi kepada semua pihak, karena di Sulawesi Utara (Sulut) hanya Boltim yang bisa mempertahankan zona hijau.
“Dari 500 lebih Kabupaten di Indonesia, ada 102 Kabupaten/kota yang masuk zona hijau atau bebas Covid-19, salah satunya Boltim. Tidak mudah mempertahankan zona hijau. Ini karena koordinasi semua pihak berjalan baik," tuturnya.
Setelah selesai memberikan sambutan, Kapolres, Sekda bersama Perwira Penghubung, Asisten II Pemkab Boltim, Ramlah Mokodompis dan Anggota DPRD Boltim Samsudin Dama memberikan bantuan kepada masyarakat Buyat. Kemudian melakukan Pencanangan Kampung Tangguh Nusantara yang ditandai dengan gunting pita oleh Sekda.
Selanjutnya, menanam padi secara simbolis, melepas ribuan bibit ikan mujair dan ikan nila di telaga Buyat dan terakhir Kapolres bersama Sekda melihat langsung tempat jemur dan gilingan padi milik keluarga Pakaya. (Gazali Ligawa)



































