Resmikan Bumdesmart Motongkad Utara, Landjar Minta Dikelola Secara Profesional


Motongkad, MX

Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar meresmikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Lonsiow, Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Senin (8/6). Bumdesmart tersebut melayani penjualan sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat.

Ketua Bumdes Motongkad Utara, Roli Mamonto mengatakan, Bumdes Lansiow didirikan pada tanggal 25 Mei 2014 lewat Peraturan Desa (Perdes) Nomor 2 Tahun 2014, yang sudah dirubah dengan Peraturan Desa Nomor 3 Tahun 2019.

"Pada tahun 2014, Bumdes Lonsiow mendapat dana bantuan dari Pemkab Boltim melalui dana hibah dengan jumlah 25 juta rupiah sebagai modal awal. Dengan adanya modal awal tersebut, Bumdes Lonsiow mulai bergerak di bidang usaha pertanian,” katanya.

“Pada tahun 2019 pengelolah Bumdes Lonsiow telah menyampaikan laporan pertanggung jawaban di hadapan Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atas pegelolaan dana Bumdes yang bersumber dari Pemkab sebesar 25 juta rupiah dan berkembang menjadi kurang lebih 52 juta rupiah," terang Mamonto.

Ia menjelaskan, pada tahun 2019 pengelola Bumdes Lonsiow mengusulkan kembali kepada Pemdes melalui proposal, usulan permohonan penyertaan modal usaha melalui Dana Desa (DD). Usulan tersebut disetujui oleh Pemdes Motongkad Utara sebesar kurang lebih Rp 94 juta.

Dengan adanya modal usaha itu, pada tanggal 14 November 2019 usaha tersebut kembali beroperasi, menjual barang yang ditangani langsung oleh pengurus Bumdes. Seiring waktu berjalan, di akhir Desember 2019 unit usaha ini telah mendapatkan keuntungan sebesar kurang lebih Rp. 7,5 juta.

"Sebagaimana yang telah diatur dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Bumdes Lonsiow, bahwa laba yang didapat dari hasil usaha akan diperuntukkan dalam tiga hal, setelah dipotong biaya operasional kegiatan. Penambahan modal usaha sebesar 20 persen, pemberian pendapatan asli desa sebesar 20 persen, dan untuk pembayaran kesejahteraan pengurus Bumdes sebesar 60 persen," paparnya.

Mamonto juga menyebutkan, untuk lebih memacu usaha tersebut, Bumdes Lonsiow kembali mengusulkan penambahan modal usaha sebesar kurang lebih Rp. 360 juta. Dana itu untuk membuka usaha penjualan sembilan bahan pokok masyarakat atau sembako. Usaha inilah yang telah diresmikan oleh Bupati Sehan Landjar.

Lebih lanjut dijelaskannya, kehadiran Bumdes Lonsiow yang bergerak dalam penjualan sembilan bahan pokok tersebut, mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Hal itu nampak dari hasil rekapitulasi penjualan sebelum adanya peresmian, yaitu penjualan pada tanggal 22 Mei sampai dengan 7 Juni atau 15 hari kerja, hasil penjualan mencapai kurang lebih Rp. 94 juta.

Mendapatkan dukungan dari Pemdes Motongkad Utara, Mamonto mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih kepada Pemerintah Desa Motongkad Utara, yang terus mendukung keberadaan Bumdes Lonsiow," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Boltim Sehan Landjar saat meresmikan Bumdesmart Lonsiow Motongkad Utara mengungkapkan, pendirian dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa adalah perwujudan dari pengelolaan ekonomi produktif desa yang dilakukan secara koorperatif, partisifatif, emansipatif, transparansi, akuntabel dan sustaniabel. Oleh karena itu, perlu upaya serius untuk menjadikan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa dapat berjalan secara mandiri, efektif, efisien dan profesional.

       

Pada kesempatan itu, Sang Motivator menyampaikan, pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan. Tentu harapannya pertumbuhan Bumdes ini harus menjadi pilar terdepan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri.

"Pembangunan ekonomi bukan dari kota ke desa, melainkan harus mengembangkan dari desa ke kota. Itu yang disebut dengan ekonomi kerakyatan," jelas Landjar.

Ia mengatakan, bumdes-bumdes ini akan menjadi ikon-ikon pertumbuhan ekonomi daerah.

"Karakter dengan potensi daerah harus dikembangkan dengan pola ekonomi," sebutnya.

Bupati juga mengatakan, Pemda Boltim terus berupaya untuk mempercepat pengembangan Bumdes di setiap desa. Tidak hanya menginginkan keberadaan Bumdesmart semakin diperbanyak. Selain itu,  ia juga meminta agar Bumdesmart dapat dikelola secara profesional.

"Produk yang dijual, tentu harus dikemas dengan baik dan kualitas. Produknya harus premium. Pengelolaannya harus dengan prinsip 3 M. Manusia, manajemen, modal dan tentunya pengelolanya harus punya integritas yang mampu secara manajerial,” terangnya.

Bupati Landjar menyarankan, Bumdesmart tidak membunuh usaha kios-kios di masyarakat. Papan identitas usaha Bumdesmart dibuat semenarik mungkin dengan tulisan, warna, dan logo yang harus bercirikan Boltim, serta ditempatkan di titik yang tepat agar mudah terlihat. Tak hanya itu, ia juga meminta disediakan tempat duduk dan meja untuk pengunjung.

Diketahui, saat acara peresmian tersebut, Bupati Sehan Landjar didampingi Camat Motongkad Iwan Tololiu, dan dihadiri Kepala Desa (Sangadi) se-Kecamatan Motongkad, serta beberapa staf khusus Bupati yaitu Sehan Mokoagow yang juga tokoh masyarakat setempat, Yosep Sikopong dan Faisal Landjar. (Gazali Ligawa)



Sponsors

Sponsors