'Tuntul', Tradisi Turun Temurun Masyarakat


Tutuyan, ME

Ada pemandangan menarik menjelang hari raya idul fitri di Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Masyarakat mulai memasang lampu di depan rumah atau dikenal dengan nama 'monuntul' yang dilakukan oleh umat muslim.

 

Dari pantauan Manado Express, Senin (05/06/13) malam, tampak ribuan lampu-lampu kecil yang dalam bahasa Mongondow disebut 'Tuntul' menghiasi depan rumah warga. Cahaya lampu ini akan berlangsung hingga malam menjelang lebaran. "Memang hari ini adalah awal monuntul atau memasang lampu botol dan akan berlangsung selama 3 malam," jelas Rendi Mamonto, warga Kotabunan Barat.

 

Rendi menjelaskan, tradisi tersebut telah berlangsung turun temurun sejak lama oleh nenek moyang dan tradisi ini harus di jaga jangan sampai hilang dari umat muslim. Katanya, jumlah lampu yang dipasang bervariasi dan tergantung keinginan kita masing-masing. “Kalau suka sepanjang kintal tidak masalah,” jelas Rendi.

 

Sementara itu momen tersebut digunakan pemerintah Daerah (pemda) Boltim untuk melaksanakan lomba. Warga Desa kotabunan Barat misalnya, aktif mempersiapkan lomba Monuntul.

 

“Monuntul kali ini dilaksanakan semeriah mungkin oleh pemerintah desa melalui panitia yang telah dibentuk untuk meramaikan 3 hari terakhir bulan suci ramadhan. Lomba Monuntul ini sesuai himbauan pemerintah daerah,” jelas Paputungan.

 

Paputungan menjelaskan, untuk  Lomba  monuntul lampu hias tingkat desa dan mesjid se- Boltim. Pihaknya telah menyiapkan segala sesuatunya untuk memperindah lampu hias dengan sebaik-baiknya.

 

“Untuk monuntul kali ini kami menyiapkan sesuatu yang berbeda khususnya untuk Kotabunan Barat dengan membuat lampu hias dengan gelas aqua dengan menggunakan minyak kelapa  di kasih pewarna makanan warna kuning, merah, hijau dengan membuat kuba di depan rumah masing masing dan menghiasinya dengan tali rapiah yang berwarna merah,” ucapnya.

 

Penjabat Sangadi Kotabunan Barat, Aminah Paputungan mengatakan, dalam lomba tersebut pemda Boltim telah menyiapkan hadiah tropi dan uang pembinaan bagi pemenang lomba antar desa se Botim tersebut. Hal ini sesuai dengan surat edaran sekretaris Daerah kabupaten Boltim nomor 451/Setda-Kab/680/VII/2013 tertanggal 25 Juli 2013 tentang penyampaian lomba monuntul lampu hias guna untuk menyemarakan bulan suci ramadhan dan menyambut hari raya idul fitri.

 

“Kriteria penilaian yaitu keindahan, keselarasan, keserasian serta banyaknya lampu,” terang Paputungan. (Rahman Igirisa)

 

Foto: Terlihat warga Boltim saat memasang lampu 'tuntul'.



Sponsors

Sponsors